
Bukan nya apa yang ia takut kan, jika arin memang menerima dia dengan apa ada nya dan setulus hati. Bagai mana dengan keluarga arin yang mungkin tidak akan menerima putri cantik mereka bersama dengan lelaki yang tidak bisa bicara.
"Apa yang kamu pikir kan sih sat, termenung terus dari tadi". Kata agus. Ia merasa satria berpikir keras.
Satria menggeleng kan kepala nya. Saat itu jam sudah menunjuk kan pukul 21:45 menit. Yang arti nya hampir kemalaman bagi agus untuk tetap bertamu di rumah satria.
"Oh, ya sat. Mungkin aku harus pulang sekarang. Lain waktu gantian ya. Kamu yang main kerumah ku". Kata agus sambil berdiri mau pamit sama mama.
"Tante, aku pamit pulang dulu ya". Kata agus, pada mama satria.
"Iya nak, hati hati di jalan yah. Lain kali mampir lagi kesini". Kata nya ramah. Sambil berdiri untuk mengantar agus samapai pintu rumah nya.
Agus pun pamit dan berjalan pulang. Ia melaju kan mobil nya melewati jalan meninggal kan rumah satria.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Minggu nya.
Hari ini mereka janjian akan pergi kekebun bersama. Satria juga kayak nya jadi ikut mereka.
Letak kebun memang agak jauh dari perkomplekan atau tempat tinggal mereka masing masing. Yang dekat dengan kebun adalah mira. Karna memang mereka memilih lahan yang agak dekat dengan toko bunga nya arin yang di kelola mira. Karna di sana tempat nya lumayan strategis untuk berkebun.
__ADS_1
Bukan perkampungan juga sih sebenar nya. Hanya saja tempat itu sangat memungkin kan jika mereka bercocok tanam.
Mereka akan berkumpul di rumah Mira sebelum pergi kekebun. Biasa nya mira sudah siap lebih pagi sebelum teman teman nya datang.
Satria yang ikut dengan arin, mereka harus menguna kan mobil dulu untuk pergi kekebun. Kemudian baru mereka menguna kan sepeda, setelah sampai di rumah mira.
Julia dan Raka ternyata gak jadi ikut, karna julia harus pergi dengan mama nya kesuatu tempat, sedang kakak nya arin dia lagi malas untuk keluar rumah.
Alhasil yang pergi dengan arin adalah satria, mereka berdua di mobil. Oh tidak, mereka bertika di mobil bareng mas supir nya arin. Mas davis kan selalu menjaga nona muda nya ini jika ia sedang pergi. Mereka tahu jika yang jadi supir itu metangkap sebagai penjaga.
"Lho gak keberatan kan sat, kalo ikut gue ini". Kata arin membubar kan suasana hening yang sedang berlangsung beberapa saat sejak satria masuk mobil nya.
"Oh ya sat, lho kok gak cerita cerita gitu tentang masa lalu lho kek apa kek gitu, dari pada sepi kan mending lho cerita ceriata". Kata arin lagi.
Satria mengeluar kan kertas dari dalam saku nya dengan sebatang pena. Ia pun menulis sesuatu lalu menyerah kan pada arin. Arin menerima nya dan membaca nya.
*kamu bisa tanya, apa yang ingin kamu ketahui dari aku* kata tulisan itu.
"Oh iya,, bisa kah aku tahu masa lalu mu, atau mungkin kamu bisa cerita pada ku tentang masa lalu mu baik itu cinta atau tentang sekolah mu". Kata arin. Sebenar nya ia sangat ingin tahu tentang masalah cinta nya satria, tapi di gak mungkin bertanya langsung pada nya.
Satria paham apa yang arin maksud kan, ia kan terkenal orang yang sangat peka pada apa yang orang lain rasa kan. Ia tersenyum dan menulis kam sesuatu. Lalu menyerah kan pada arin.
__ADS_1
*jika masalah cinta, aku tidak punya cerita. Karna kekurangan ku adalah halangan terbesar untuk aku memiliki cinta* kata tuluasan satria yang arin baca.
"Kamu salah sat, setiap manusia punya kekurangan dan kelebihan satria, tidak ada yang sempurna, memang semua manusia itu berbeda kekurangan nya". Kata arin menjelas kan.
Dalam hati satria berkata, jika benar semua manusia berpikir seperti yang kamu pikir kan Arina, mungkin tak kan ada yang tersakiti di dunia ini. Karna manusia mengerti sisi lebih dan kurang mereka.
Ternya mobil yang mereka kendarai telah berhenti di sebuah rumah yang sederhana, tapi tersusun dan tertata rapi di sana.
"Mas, mau ikut apa balik aja mas". Tanya arin pada mas davis sebelum turun dari mobil.
"Mungkin mas tunggu di mobil aja non" kata nya pada arin. Karna ia ingat pesan nya bos besar mereka. Jika Raka tidak ikut tidak boleh meninggal kan arin sendiri. Walau pun ia sedang bersama teman nya.
"Pulang aja gak papa kok mas, aku kan bareng teman teman juga kan". Kata arin lagi.
"Gak papa non, nanti bos besar marah jika saya pulang". Kata nya lagi.
"Iya udah deh kalo gitu. Mungkin mas davis bosen dirumah. Nanti mas davis ikut aku aja kekebun jika merasa bosan di mobil ya". Kata nya.
"Iya, non". Kata mas davis lagi.
Arin pun turun dengan satria. Di sana sudah ada mira yang menunggu nya di depan pintu masuk, dan juga mobil nya agus sudah terparkir dengan cantik di sana. Bearti agus sudah datang juga.
__ADS_1