Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Keduapuluhtujuh


__ADS_3

Arin selalu merasa tidak nyaman dengan acara ini, karna jika acara ini akan banyak keluarga yang suka menjodoh kan anak mereka dengan nya. Karna ia anak orang terkaya di tambah lagi ia memiliki kecantik kan yang mungkin tiada dua di sana.


Tak lama kemudia, ada yang mengirim wa di hp nya, dia pun melihat wa nya. Ternyata dari kakak nya, yang mengata kan papa nya suruh menemui nya. Arin pun tanpa membalas wa kakak nya lagi, ia langsung memutus kan untuk menemui papa nya, karna ia juga merasa tidak nyaman berada di sana bersama Agus, lebih lebih Kasih yang sudah sangat jelas merasa cemburu pada nya.


"Agus, aku harus menemui papa ku dulu yah. Aku tinggal dulu". Kata nya pamit pada agus.


"Kasih, aku harus pergi. Kamu dan agus lanjut ngobrol nya". Kata arin pura pura tidak ada masalah antara nya dan kasih. Padahal ia tahu jika sekarang kasih sedang sangat tidak ingin dia ada di sana.


"Ya udah Rin, nanti jika selesai urusan mu kesini lagi ya". Agus berkata pada arin.


"Lihat saja nanti ya Gus, aku kesana dulu". Kata Arin sambil beranjak pergi. Sedang Agus hanya menganguk kan kepala nya.


Arin berjalan mendekati papa nya yang sedang asik dengan rekan bisnis nya.


Ketika melihat Arin mendekat papa nya langsung menyapa nya. Papa nya memperkenal kan arin pada rekan bisnis nya yang ingin tahu mana putri nya.


"Arin,,,, ini om rizal. Ia teman bisnis papa, ia ingin kenal sama kamu". Kata papa pada Arin.


Arin pun mengulur kan tangan nya dan bersalaman dengan om Rizal yang ada di depan nya itu.


"Arin om". Kata Arin. Om rizal tersenyum melihat anak itu.


"Kamu cantik sekali Arin". Kata om rizal memuji.

__ADS_1


"Makasih om". Kata arin.


"Oh ya, om juga ada anak yang mungkin bisa berteman dengan Arin". Kata om Rizal lagi.


Om rizal pun memangil seorang cowok yang tidak jauh dari mereka, cowok itu sedang bicara dengan dengan kak Raka dan anak cowok yang lain nya.


"Bambang, sini nak". Kata om Rizal memanggil anak nya. Bambang, kata arin memikir kan. Apakah bambang yang itu, kata nya lagi.


Bambang yang di panggil papa nya pun, menghenti kan obrolan nya dengan teman teman nya yang lain. Ia datang menghampiri papa nya.


"Bambang, ini anak om putra. Mungkin kalian bisa berteman". Kata papa nya.


Bambang pun melihat Arin, dalam hati ia berkata 'kamu lebih cantik jika menguna kan gaun putri cantik' dalam hati nya berkata. Ia, dia bambang yang arin maksud. Dia juga ketua osis di sekolah nya. Yang pernah di tanya kan mira pada nya saat itu. Mereka pun saling bersalaman dan menyebut kan nama nya masing masing. Sebenar nya mereka sudah saling kenal satu sama lain, cuman di depan orang tua mereka, mereka tidak ingin bilang saling kenal. Yah apa lagi arin, di takut papa nya akan menjodoh kan ia dengan anak rekan bisnis nya.


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


Setelah sarapan tadi dengan buru buru, ia sekarang merasa sangat lapar ketika sampai di sekolah. Eh tunggu, bukan nya arin gak sarapan kan, karna bangun kesiangan dan harus buru buru kesekolah. karna takut telat sampai di sekolah, akhir nya ia memutus kan untuk tidak sarapan di rumah.


"Arin, bagai mana acara tadi malam. Seru gak sih". Kata mira yang tiba tiba menanya kan hal acara tadi malam.


"Satria mana ya, kok belum ada nampak batang hidung nya. Ini kan udah hampir jam masuk nih." kata arin, bukan nya menjawab yang mira tanya kan. Ia malah mencari pacar nya yang belum kelihatan batang hidung nya.


"Ya elah, pacar sendiri lho kok tanya gue. Ya lho wa lah." kata mira pada nya.

__ADS_1


"Udah kali, cuman gak di balas pun wa gue". Kata arin merasa sedikit kesal.


"Apa... Jadi kalian udah pacaran yah Arin". Tanya teman yang sekelas, ketika mendengar apa yang mereka kata kan.


Aduh, dalam hati arin mengeluh. Salah mira nih, ngomong gak pakai mikir dulu. Main lepas aja.


"Hah,,, arin dan satria udah pacaran ya". Kata yang lain nya heboh.


"Rin,,,, maaf. Gue gak sengaja, lho sih nanya satria ama gue, kan jadi nya gue kesal banget lho gak jawab tanya gue". Kata mira menyesal.


"Ya,,, gak papa. Kalo gue gak mau di rahasia kan. Tapi satria nya aja yang gak mau anak anak yang lain tahu hubungan kita". Kata Arin.


"Jadi yang kita dengar barusan itu benar Arina". Tanya teman teman nya yang lain.


"Iya... Gue dan satria memang pacaran, udah jalan sebulan juga lah." kata arin menjelas kan penasaran nya teman teman sekelas nya ini.


"Ya ampun arin, lho beneran suka ya ama Satria. Lho kan cantik Arina, ratu di sekolah lagi. Ngapain sih sama Satria, memang sih dia amat ganteng, tapi kan dia jauh dari kata sempurna". Kata teman nya yang lain.


"Eh, kalian kok malah ngurusin urusan orang lain sih. Itu kan masalah hati bukan keinginan kita sendiri. Kalian ini gak ada pertimbangan lain ya jika ingin jatub cinta". Kata mira angkat bicara.


"Iya,,, memang satria gak bisa bicara. Tapi dia juga manusia kan". Jawab agus pula ikut ikutan.


"Iya,,, kita bukan nya apa apa lho. Kita merasa peduli aja sama arin. Dia kan teman kita, masa pacaran sama anak bisu sih. Walau pun ganteng nya bisa di kata kan pangeran sekolah. Tapi jika gak bisa bicara sama aja gak ada ganteng nya". Kata teman nya yang suka lepas aja kalo bicara.

__ADS_1


__ADS_2