
Jalan hidup tidak ada yang tahu, begitu pun hati dan perasaan. Mungkin orang bisa berubah kan. Semua yang ada di atas dunia ini tidak lah kekal.
Malam ini julia datang kerumah om nya. Yaitu om putra, papa nya Arin. Setelah di sambut oleh mama nya arin di depan pintu tadi ia langsung menuju kamar arin. Kamar arin sekarang di bawah. Karna tidak memungkin kan ia harus turun naik tangga dengan kursi roda nya kan.
"Bunny,,, gimana kabar kamu sekarang dek,". Kata nya pada arin yang sedang duduk di atas tempat tidur nya.
"Aku baik baik aja kak. Kak julia gimana kabar nya sekarang. Apa kah ada yang berubah". Kata nya pada julia.
"Kakak baik baik aja bunny. Seperti biasa lah bunny, tak ada yang berubah". Kata julia menjawab pertanyaan adik sepupu nya.
"Apa kah rasa untuk kak Raka masih sama kak". Tanya arina.
Mendengar pertanyaan itu, wajah julia berubah. Ia tidak menyangka adik sepupu nya akan menanya kan tentang perasaan nya pada sepupu nya itu.
"Kamu kok tiba tiba malah menanya kan hal ini sih bunny, tanya kan hal yang lain aja lah". Kata nya.
"Jawab aja kak. Aku tahu kok kakak suka sama kak Raka kan. Kalo memang suka gak ada halangan kok kak. Kalian kan sepupu, masih sah lah jika menikah. Lagian, jika kakak yang jadi kakak ipar ku kan lebih baik lagi dari orang yang tidak aku kenal nanti nya". Kata nya panjang lebar.
__ADS_1
Mama nya masuk kamar sambil membawa minuman dan cemilan untuk julia dan arin.
"Dapat lampu hijau tuh juli kamu dari Arin". Kata mama tiba tiba. Bikin julia tambah kaget dan makin merasa tidak enak hati.
"Lho... Tante kapan masuk nya sih. Tiba tiba aja datang nya nih." kata nya mencoba mengalih kan topik pembicaraan.
"Tante baru aja masuk. Ini di minum dulu, kamu pas datang gak minum dulu, terus ketemu arin. Jadi tante anterin aja kekamar arin." kata mama Arin pada julia.
"Kamu udah dapat lampu hijau, jalan aja terus julia. Kami sih mendukung aja apa yang menjadi keinginan". Kata mama nya lagi.
"Tuh kak, lampu hijau juga dari mama. Sekarang tunggu apa lagi. Tinggal pilih bilang sendiri apa minta papa dan om jodoh kan". Kata arin yang di sambut anggukan oleh mama nya.
"Tinggal bilang aja kak. Kalo tunggu kak Raka yang bilang gak akan mungkin. Sampai kucing tumbuh sayap juga gak akan pernah bilang suka sama cewek kak." kata arin.
Sementara di balik kamar arin. Orang yang di bicara kan sedang mendengar kan mereka yang di dalam asik membicara kan nya.
"Kamu ngapain kak, kok gak masuk aja langsung. Kamu nguping ya... " kata papa nya, yang ntah kapan sudah ada di belakang nya.
__ADS_1
Yang bikin ia sangat kaget adalah, ia ketahuan sedang nguping pembicaraan orang yang di dalam kamar. Apa lagi suara papa nya sangat keras. Pasti orang yang ada di dalam kamar akan mendengar kan apa yang papa nya kata kan.
"Apaan sih pa, ngak kok. Orang baru aja mau masuk kedalam nih. Papa aja yang tiba tiba.
"Lah... Papa udah dari tadi di belakang mu kak. Kamu aja yang gak sadar kalo ada papa." kata papa nya.
Mendengar sibuk sibuk di luar kamar anak nya. Mama pun membuka kan pintu kamar.
"Apaan sih yang kalian ribut kan." tanya mama.
"Ini mah,,, si kakak lagi nguping, terus ketahuan. Eh... Malah gak ngaku." kata papa sambil menahan tawa nya.
"Apaan sih pa. Ngak kok ma, papa aja tuh yang salah sangka." kata Raka.
"Beneran kak, kamu nguping pembicaraan kita di dalam". Tanya mama.
Kedua orang tua nya ini sangat senang menggoda anak mereka yang dingin itu.
__ADS_1
"Ngak kok mah, mama sama papA sama aja. Raka mau kekamar dulu". Kata nya sambil beranjak pergi.
Mama dan papa nya pun tertawa melihat tingkah anak pertama mereka, yang jika tidak bisa menahan malu ia akan sembunyi.