
Yang hadir juga ikut merasa kan, apa kah di terima atau kah tidak. Rasa takut akan penolakan Mira juga seamkin tinggi dalam hati nya Agus.
"Ayo.... Mir. Terima aja." kata Arin ketika melihat mira memandang nya.
"Jika ada rasa, kenapa kamu masih ragu mira". Kata julia ikut bicara.
Mira masih terdiam menatap satu persatu orang yang ada di sana. Sampai pada ayah dan bunda nya. Kedua orang tua nya ini juga berharap anak nya menerima lamaran yang terang terangan bilang. Jika ia akan langsung menikahi mira dan tanpa ada embel embel pacaran lagi.
Mira mengumpul kan semua rasa yang telah bercampur aduk tadi menjadi satu. Ia mengumpul kan seluruh keberanian nya untuk menjawab lamaran yang Agus beri kan.
__ADS_1
Setelah mempertimbang kan, agus ini teman nya. Selama ini ia dan agus berteman baik. Bahkan sudah biasa seperti adik dan kakak atau bahkan seperti nya saling membutuh kan.
Ia juga mengingat kata kangen yang agus ucap kan pertama kali nya setelah ia pulang dari luar negeri. Bukan kah kata kangen itu juga kata yang tulus keluar walau pun agus menutupi nya kembali setelah mengata kan ia kangen dengan mira.
Tapk mira juga mempertimbang kan, setatus keluarga nya yang jauh di bawah keluarga agus. Agus adalah keluarga kaya, mereka tidak lah sederajat dengan mira. Kekuarga mira yang cukup sederhana, apa kah pantas mendampingi agus yang anak orang kaya. Agus pantas nya dengan orang yang sederajat dengan nya. Bukan dengan mira, yang cuma anak petani. Itu pun kerja di lahan nya orang. Bukan lahan milik pribadi.
Tanpa sadar, mira menjatuh kan air mata nya. Rasa cinta di hati nya mungkin memang ada. Tapi, untuk menjawab lamaran agus dengan kata kata "ya" itu mungkin sangat sulit untuk nya.
Kembali di tatap nya ayah dan bunda nya, ayah dan bunda seakan memberi kode untuk menjawab nya dengan kata kata iya. Ia tatap Arin sahabat baik nya ini. Arin juga menganguk kan kepala nya.
__ADS_1
Hati nya masih ragu, apa kah ini harus di jawab dengan kata kata iya, atau kah harus di jawab dengan kata kata tidak.
Ia berusaha mencari penguat untuk ia menjawab lamaran itu. Ia memandang sekeliling, setiap orang yang ada di sana. Apa kah mama dan papa nya Agus ada di antara mereka. Kata hati nya pada diri nya sendiri.
Jika mama dan papa nya ada di mana mereka sekarang. Ah... Sayang nya dia tidak mengenal orang tua agus. Bagai mana ia tahu bagai mana ekspresi wajah orang tua nya ketika anak nya melamar aku.
"Ayo mira.... Jangan pikir kan yang lain. Ikuti kata hati mu, jika kamu tidak ingin ada kata menyesal di kemudian hari nak". Kini mama nya arin yang memberi mira semangat.
Dalam hati agus berkata, ayo mir. Jangan kecewa kan aku. Jika kamu menjawab saat ini yah. Maka aku adalah orang yang paling bahagia di antara semua orang. Tapi jika kamu menjawab tidak, aku juga akan terima. Dan tidak akan memutus kan persahabatan kita.
__ADS_1