Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Kelimapuluhempat


__ADS_3

Tak ada yang berani angkat bicara melihat papa agus mendekat.


"Agus... Kamu sudah bikin malu papa". Kata papa nya setelah mendekat dengan anak nya.


"Kamu bikin kacau acara orang Gus, apa kah kamu gak mikir harga diri papa". Kata papa nya lagi.


Agus diam membisu, mira pun merasa menyesal. Ia telah menuruti kata hati nya menerima agus. Bukan kah apa yang ia takut kan akan terjadi sekarang. Kata nya dalam hati.


"Pa, aku hanya.... " kata agus. Kata kata nya terputus karna papa.


"Sudah, papa tidak mau mendengar kan apa alasan mu. Untung saja di terima, jika tidak kamu pasti akan sangat malu tahu gak". Kata papa nya sambil menepuk bahu nya.


Agus terkejut, ternyata papa nya tidak marah. Hanya saja papa nya sengaja bikin ia hampir sesak napas.


"Jadi papa gak marah pa". Kata agus pada papa nya.


"Untuk apa papa marah. Kamu yang berani ambil resiko papa yang dek dekan tahu". Kata papa nya.

__ADS_1


"Nak mira,,, kamu buat kami takut terlalu lama tadi nak". Kata papa Agus pada mira.


"Om,,, tidak menghalangi agus melamar aku". Kata mira. Ada rasa yang bercampur aduk dalam hati nya. Ternyata tebakan nya salah besar.


"Ha.... Ha.. Ha.. Kenapa kamu malah menanya kan hal itu nak, agus anak ku sudah dewasa, ia berhak memilih calon nya untuk ia jadi kan istri yang mendampingi hidup nya. Jadi tak ada alasan yang ingin membuat om marah". Kata papa nya pada mira.


"Agus saja yang berani ambil resiko seperti ini, jadi nya kami tambah kan lagi, biar kalian merasa kan hal yang sama". Kata mama nya.


Semua nya menghela nafas panjang. Beban berat yang ikut di rasa kan semua yang hadir, kini telah mereka lepas kan. Acara keluarga dwipangga memang menguras emosi semua yang hadir. Semua nya merasa kan berbagai perasaan. Acara keluarga dwipangga penuh dengan kejutan.


"Tidak mengapa, justru ini sangat menyenang kan untuk di ingat". Kata papa Arina.


Kerumunan yang tadi nya ramai, akhir nya membubar kan diri masing masing. Keluarga nya Arin pun ikut bubar. Yang tinggal ada lah mereka berempat.


"Gila banget... Kok gue masih merasa jantung gue berdetak gak beraturan sampai saat ini sih". Kata arina.


" ha... Ha... Ha... Ini acara nya Kak Raka kok kita yang bikin kacau ya". Kata mira sambil tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


"Ya elah... Bisa tertawa lepas lho sekarang ya. Gak liat tuh wajah Agus kayak orang yang gak berdarah". Kata satria.


"Apaan lho sat, gue baik baik aja nih". Kata Agus membantah yang satria kata kan.


"Ala... Tadi aja lho kayak orang yang lagi bikin salah besar". Kata Mira.


"Enak aja lho, ini kan karna lho yamg bikin gue jantungan." kata Agus.


"Ya,,, elah. Yang udah tunagan eh malah berantam". Kata Arin.


"Bilangin kita berdua nih, kalian berdua gak ya". Kata mira.


"Ah... Udah deh. Mending kita berbahagia sekarang. Kayak nya nanti yang punya acara akan balas dendam sama kita deh". Kata arin.


"Iya,,, karna kita udah bikin acara nya jadi bahan omongan kan." kata mira..


"Oh ya sat, lho kok berani banget ambil keputusan untuk melamar Arin di acara nya kak Raka. Bukan nya lho di kasih waktu sama kak raka untuk bikin Arin jalan baru bisa lamaran kan". Kata mira pada mereka.

__ADS_1


__ADS_2