Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Ketigapuluhsatu


__ADS_3

Arin berhasi di ajak kakak nya Raka pulang, seteleh hari mulai senja. Mereka pun beranjak dari kebun tiga sahabat itu.


Sejak dari kebun, hingga perjalan pulang. Arin lebih banyak diam dari pada bicara. Sesekali ia melihat hp nya. Ia terlihat menunggu sesuatu di hp itu.


"Kamu kenapa sih bunny, dari tadi kakak lijat diam melulu". Kata kakak nya. Setelah mengantar julia pulang.


"Gak papa kok kak, aku baik baik aja". Kata nya berbohong.


"Jangan bohong sama kakak bunny, sejak kamu kecil sampai sebesar ini. Hanya kakak yang selalu menjadi teman mu kan, jadi kakak paling tahu kamu bunny." kata kakak nya.


"Kakak memang kakam ku yang paling tahu hati ku." arin berkata pada kakak nya.


"Cerita kan pada kakak bunny, apa pun masalah kamu. Mungkin kakak gak bisa bantu, tapi setidak nya kamu bisa membagi masalah mu dengan kakak". Kata Raka pada adik nya.

__ADS_1


Memang sejak dulu, arina tidak ada yang pernah bisa ia sembunyi kan dari kakak nya. Karna sekecil apa pun kakak nya paling bisa menebak masalah nya. Entah itu ia sedang dalam bahagia atau dalam keadaan yang lagi sedih. Kakak nya tahu perubahan sikap adik tersayang nya.


"Kak,,, apa kah aku salah mencintai orang yang gak sempurna". Arina tiba tiba bertanya pada kakak nya. Raka tahu, kemana arah pertanyaan adik nya ini di tunu kan.


"Tidak ada yang salah dengan apa yang kamu rasa kan. Cinta itu adalah rasa bunny, jadi tidak ada yang salah dengan rasa". Kata kak raka.


"Bunny, dengar kan kakak. Kamu tidak pernah salah mencintai orang yang tak sempurna sayang. Cuman kamu harus pertimbang kan, apa resiko yang akan kamu dapat kan ketika kamu mencintai orang itu". Kata kakak nya.


tapi sekarang aku tidak bisa melepas kan cinta nya Satria yang telah aku tanam dalam hati ku. Walau pun aku menyakiti nya, aku juga tidak bisa melepas kan satria. Aku sudah sangat mencintai nya, kata hati arin.


Akhir nya mereka pun sampai, tadi kakak nya sudah memberi tahu kan mama nya jika ia dan adik nya pergi kekebun adik nya. Jadi mama nya gak akan khawatir.


Arin naik kekamar nya, setelah menyapa mama nya di ruang tamu. Ia langsung kekamar. Ia masih mencoba menghubungi Satria, menanya kan apa yang membuat satria tidak membalas satu pun wa dari nya. Bahkan tidak membaca nya sama sekali.

__ADS_1


Dia berharap besok bisa bertemu satria di sekolah. Dan menjelas kan apa yang telah terjadi pada satria.


Di tempat satria, ia baru pulang setelah adzan magrib berkumandang. Ia pulang dengan langkah gontai dan malas. Sebenar nya bukan masalah yang telah terjadi di sekolah yang bikin ia jadi sangat pusing. Tapi ada masalah yang lebih penting lagi.


Masalah ini menyangkut masa lalu nya dulu, masalah ini sangat sulit untuk ia cerna. Apa yang harus ia lakukan sekarang, apakah ia harus tetap dengan rasa hati nya.


Dia melihat ponsel nya yang begitu banyak chat dari arin. Ia tidak berniat untuk membalas nya, karna ia masih merasa bingung dengan apa yang harus di laku kan.


Ia mengeluar kan kertas yang ada dalam saku baju nya. Di lihat nya nomer yang terdapat di atas kertas putih itu. Hati nya masih bertanya, apa kah benar dia gadis nya, kata nya dalam hati.


"Satya, kenapa kamu pulang semalam ini nak". Tanya mama nya lembut.


Satria menjelas kan dengan isyarat jika ia hanya sedang malas di rumaj dan di sekolah.

__ADS_1


__ADS_2