
Mereka semua setuju dengan syarat yang Raka ajukan. Jika ingin menikah kan Arin dan Satria. Mereka harus menunggu arina bisa kembali seperti semula. Satria harus bisa membuat Arin kembali normal. Mungkin ini syarat yang lumayan sulit untuk satria, karna Arin di fonis lumpuh permanen oleh dokter.
Tapi jika kita tidak menyerah, apa pun tidak akan ada yang mustahil bagi Allah yang maha kuasa kan. Dokter hanya memfonis, dia tidak tahu apa yang jadi kuasa Allah. Begitulah mereka setuju dengan syarat yang Raka ajukan.
"Kamu sama persis seperti kakek mu kak. Tidak ada beda nya sedikit pun". Guman papa nya setelah Raka pergi dari sana.
"Maaf kan Raka, jika ia berkata terlalu kasar pada mu, Anggun. Dia hanya berlaku seperti itu, jika itu menyangkut adik nya". Kata melati pada mama satria.
"Tidak perlu di ambil pusing, aku tidak akan ambil hati apa yang Raka kata kan. Dia ikut setuju dan memberi kan Satya kesempatan itu sudah hal terbaik bagi ku". Kata mama satria pula.
Mereka pun terus mengobrol tentang masa lalu mereka. Ada rasa bahagia di hati mereka masing masing. Karna akhir nya beransur ansur masalah yang selama ini mereka simpan akhir nya terselesai kan.
Sedang di sana Satria sedang berjuang mendapat kan kesempatan kedua dari arin.
"Baik lah, jika kamu memang tidak bisa aku cegah. Aku akan memberi mu kesempatan kedua yang kamu ingin kan." kata arin pada satria.
__ADS_1
Mendengar kata kata itu satria sangat senang. Tapi perasaan senang itu musnah seketika, karna sebuah suara yang tiba tiba saja mengacau kan suasana.
"Jangan merasa senang dulu satria, kesempatan kedua ini tidak akan berlaku jika kamu tidak bisa membuat adik ku normal lagi". Kata Raka, yang entah kapan dia sudah ada di sana.
"Baik lah, jika itu yang menjadi syarat untuk aku bisa mendapat kan kesempatan itu maka aku akan penuhi syarat itu". Kata satria penuh semangat.
"Syarat ini tidak mudah satria, kamu tahu kan aku tidak mungkin bisa berjalan normal lagi, karna dokter sudah mengata kan aku akan lumpuh permanen". Kata Arin sedih.
"Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dan berdoa dengan yakin Arin". Kata Satria bersemangat.
Waktu setahun memang tidak bisa di kata kan singkat. Tapi, untuk hal semacam ini bagai mana bisa di kata kan setahun itu waktu yang lama. Karna belum ada kepastian jika arin bisa berjalan dalam waktu setahun.
Tapi, pikiran positif selalu ada dalam hati nya Satria. Ia akan berusaha sekuat mungkin untuk bisa membuat orang yang ia cintai bisa berjalan kembali.
Satria pun mendorong kursi roda arina, menuju kumpulan yang sedang duduk di depan rumah penjaga kebun.
__ADS_1
Satria kaget melihat mama nya ada di sana, bukan main kaget nya ia ketika melihat mama nya begitu dekat dengan keluarga Arina yang terkenal sangat kaya ini. Dalam hati ia berkata, kenapa mama nya bisa kenal dengan orang kaya ini.
"Mama... " kata nya menyapa mama nya yang asik ngobrol dengan mama Arin.
"Eh,,,, satya. Kamu bikin mama kaget aja sih". Kata mama nya.
"Kok mama.... "Kata nya tidak melanjut kan lagi. Ia berharap mama nya yang menjelas kan.
"Sebenar nya cerita nya panjang satya. Nanti saja mama cerita kan ya". Kata mama.
"Bagai mana kabar kamu sayang". Tanya mama satya pada Arin.
"Alhamdulillah baik tante. Seperti yang tante lihat ini lah". Kata arin.
"Kamu pasti sembuh cantik. Tante yakin kamu pasti akan normal lagi. Kamu jangan sedih ya". Kata mama satya lagi.
__ADS_1
Arin mengangguk kan kepala nya dan tersenyum. Dalam hati juga ia berharap begitu, apa lagi setelah kakak nya memberi tantangan pada satya. Yang membuat ia menjadi harap harap cemas. Takut nya dalam jangka waktu setahun ia tidak bisa berjalan normal. Maka satya dan diri nya akan terpisah lagi. Bahkan mungkin tak kan bersama selama nya.