
Seketika, ramai orang yang datang berkerumun di sana.
"Ariiiiin,,,, ariiiin.... " teriak Mira sangat histeria.
Disana satria bangun dari jatuh nya karna dorongan seseorang dari belakang. Dan tak jauh dari nya, tergeletak tubuh arin berlumuran darah. Dengan cepat satria mendekap tubuh itu.
Sedang di sana, mira berlari sekencang yang ia bisa. Ia melepas kan sendal nya agar bisa lari lebih kencang lagi. Di belakang nya mas davis juga ikut berlari.
Satria menagis, ia tidak pernah memikir kan hal ini akan terjadi. Ia ingin menjerit, karna ini kebodohan nya sampai arin bisa celaka seperti ini.
Ketika ia mengoyang kan tubuh arin, liontin mawar merah itu keluar. Ia sangat kaget melihat liontin merah darah itu ada di leher Arin. Di tambah liontin iti di belakang nya bertulis kan sebuah nama, yaitu nama kusuma.
Tanpa sadar ia menjerit, mengeluar kan suara nya. Ia memangil nama Arina. Ia tidak sadar sekarang ia bisa mengeluar kan suara. Yang ia tahu, ia telah membuat orang yang sangat berarti bagi nya ini celaka.
__ADS_1
Sedang kan Mira, ketika sampai pada kerumunan. Tubuh nya kaku, pandangan mata nya buram. Dia tidak mampu mengeluar kan sepatah kata pun. Bahkan tubuh nya kehilangan keseimbangan. Akhir nya ia jatuh ketanah. Untung lah mas Davis berada di belakang nya, mas davis menyambut tubuh Mira. Mira pingsan dan di bawa ke mobil oleh mas davis.
Setelah ambulance datang, Arina di lari kan kerumah sakit terdekat. Satria sibuk dengan penyesalan nya. Ia tidak mengabari Agus sedikit pun. Yang ada dalam hati nya hanyalah penyesalan yang amat sangat ia sesali. Kebodohan nya membuat Arin celaka.
Satria tidak bisa menahan tangisan nya, perasaan nya sekarang bercampur aduk. Yang paling ia rasa kan adalah ia sangat menyesal.
Ambulance berjalan cepat, menuju rumah sakit terdekat. Mereka berusaha agar nyawa arin bisa di selamat kan.
Sedang mas davis berusaha menyadar kan Mira dari pingsan nya.
"Apa yang terjadi satria, kenapa adik gue bisa jadi gini hah". Terlihat kak Raka sangat emosi. Ia memegang kerah baju Satria.
"Raka,,, jangan tambah masalah nak. Belum tentu dia yang bikin Arin celaka". Kata mama mencoba menenag kan Raka yang sangat emosi.
__ADS_1
"gak mama, memang dia yang bikin arin celaka. Jika bukan karna kebodohan nya, gak mungkin arin bisa celaka". Kata Mira yang datang tiba tiba.
Mendengar itu, sebuah tinju melayang kearah wajah Satria. Bukan hanya sekali bahkan sekali. Bahkan mungkin bertubi tubi.
Melihat itu, papa segera menagkap Raka. Papa memisah kan Raka dan satria, Ia mencoba menenag kan anak nya yang sangat emosi dan di kuasai amarah.
"Raka,,, tenang. Belum tentu ini memang benar benar kesalah nya." kata papa mencoba membuat anak sulung nya tenang.
"Gak pa, jika bukan karna ia bodoh. Arin tidak mungkin bisa celaka". Kata nya mencoba untuk kembali memukul Satria. Tapi dengan cepat papa nya menahan nya.
🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠🐠
Maaf ya untuk episode ini, aku hanya nulis sedikit saja. Supaya kalian teman teman ku gak merasa penasaran jadi aku tulis sedikit untuk episode ini. Karna sebenar nya ada yang aku kerja kan, jadi gak bisa nulis banyak banyak. Demi teman ku semua, aku tulis sedikit biar gak penasaran.
__ADS_1