Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Keempatpuluhtujuh


__ADS_3

Setelah julia Pulang, mama dan papa memanggil Raka. Mereka duduk di ruang keluarga.


"Kak,,, papa ingin mengata kan sesuatu pada mu". Kata papa ketika melihat anak nya sudah duduk nyaman di kursi.


"Apa yang ingin papa kata kan, langsung aja. Jangan pakai istilah ya pa," kata raka.


"Papa tahu kamu kak. Maka nya papa langsung pada pokok pembahasan kita aja". Kata papa pada nya.


"Kak, bagai mana julia sepupu mu itu, menurut pandangan mata mu". Kata papa nya langsung.


"Maksud papa, ada apa dengan julia." kata nya pura pura tidak mengerti.


"Kamu kan sudah tahu pokok masalah nya kak, kenapa kamu yang malah pura pura bertanya". Kata papa lagi.


"Apa kah papa juga mengingin kan ia. Sama seperti mama dan bunny". Kata Raka.


"Papa terserah kamu, maksa ngak. Melarang juga ngak. Jika kamu suka, kami akan setuju, tapi jika kamu ngak suka, kata kan terus terang." kata papa lagi

__ADS_1


"Mama juga gitu nak, mama dan papa akan ikut apa yang kamu kata kan. Ini masalah hidup mu, kamu yang jalani hidup mu nanti nya.". Kata mama pula.


"Yah... Aku tahu. Tapi ada benar nya yang bunny kata kan. Jika yang lain akan butuh penyesuaian diri lagi. Tapi jika yang telah kita kenal kan dia sudah tahu bagai mana dia". Kata Raka.


"Kami tidak akan memaksa apa yang akan menjadi pilihan kamu kak, jika ingin dan jika kamu merasa cocok dengan julia, maka mama dan papa akan bicara kan pada om mu." kata papa nya.


"Jika masalah cinta, kamu mungkin akan mendapat kan nya jika sudah selalu bersama kak". Kata mama lagi.


"Aku akan memetus kan, jika mama dan papa berkata baik menurut kalian aku ikut baik. Di tambah bunny juga setuju untuk hal ini". Kata nya.


"Jika begitu, besok akan papa runding kan dengan om mu kak". Kata papa.


Sebenar nya, ia tidak ada rasa sama sepupu nya itu. Tapi ketika mama dan papa nya bilang baik, itu akan ia laku kan. Di tambah ia mendengar adik nya memberi lampu hijau untuk sepupu nya ini.


"Baik lah pa, jika tidak ada yang ingin di kata kan lagi. Raka mau pamit kekamar dulu. Raka mau tidur dulu, besok di kantor ada banyak pekerjaan." kata raka.


"Tunggu kak. Ada satu lagi yang mau papa kata kan." kata papa nya.

__ADS_1


"Apa lagi pa yang mau di kata kan". Kata nya.


"Ini hal yang menyangkut adik mu. Bagai mana jika satria kamu ajar kan berbisnis di kantor cabang yang kamu pegang. Ia anak yang pintar lho kak. Papa nya dulu adalah pembisnis yang berbakat. Sayang nya semua hasil jerih payah papa nya, direbut oleh om nya sendiri". Kata papa panjang lebar.


"Kenapa gak di kantor induk aja pa, Raka males banget sama tu anak". Kata nya.


"Jangan gitu kak, kamu kan masih butuh pendamping yang bisa di handal kan. Jadi papa akan menghandal kan Satria berada di samping mu untuk membantu nanti nya". Kata papa lagi.


"Baik lah pa, ini bukan karna dia anak yang berbakat atau apa lah. Ini demi bunny, jika bukan karna bunny, Raka gak akan terima dia di kantor raka". Kata Raka lagi.


Papa pun tersenyum, lalu raka pamit kekamar nya. Papa nya tersenyum karna berhasil memasuk dan mendekat kan Satria dengan Raka.


Ia juga tahu, Satria pasti bisa ia handal kan. Karna mama dan papa satria juga pembisnis yang sangat berbakat. Sedang mama satria sekarang telah bekerja di kantor yang adik nya pegang.


🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰


Terima kasih banyak atas dukungan kalian ya teman tan semua. Aku senang banget lah karna kalian memberi aku semangat untuk terus menulis novel ini. Kalian yang terbaik.

__ADS_1


__ADS_2