Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Ketigapuluhlima


__ADS_3

Dalam kebingungan mereka, mama satria lagi lagi bersuara.


"Kenapa kalian malah saling pandang Agus. Ayo kata kan siapa papa nya Arin itu, apa kah ia anak nya Johan". Kata mama lagi.


"Bukan tante, Arina adalah anak om putra dan tante Melati". Jawab Agus.


Mereka bingung, kenapa mama nya satria tahu banyak tentang keluarga Arin. Apa kah mama satria ini kenal dengan keluarga arin.


"Gak mungkin, ini gak mungkin". Kata mama satria, ia kembali duduk di kursi.


"Bukan kah anak nya Putra dwipangga dan Melati adalah lelaki". Kata nya lagi.


"Arina anak kedua dari om putra dan tante melati, tante. Anak pertama nya adalah Raka dwipangga". Kata agus menjelas kan lagi.

__ADS_1


"Raka,,,, Raka dwipangga". Kata mama satria.


"Iya tante, kak Raka dwipangga. Dia anak yang dinggin dan sangat tegas. Ia hanya bisa hangat jika dekat dengan adik nya. Dan tak kan membiar kan. Siapa pun menyakiti adik nya, yang paling keras di dalam keluarga om putra adalaj kak Raka tante." kata Agus kembali menjelas kan.


"Sebenar nya ada apa sih ma, seperti nya mama begitu kenal dengan keluarga Arin. Dan kenapa juga mama mengata kan ini tidak mungkin." kata satria penasaran dengan apa yang mama nya kata kan.


"Mama kenal keluarga mereka, melati dan putra adalah teman mama. Sebelum kamu lahir kami berniat menjodoh kan mu dengan anak pertama mereka. Tapi yang lahir kamu anak laki laki. Kami membatal kan nya." mama menghenti kan cerita nya. Ia menyeka air mata yang jatuh di pelupuk mata nya hingga mengalir kepipi nya.


"Saat mama melahir kan kamu, melati bersikeras ingin datang menemani, tapi karna ia di larang dokter berjalan jauh karna ia sedang hamil muda. Ia mengalami masalah dengan diri nya yang harus di bawa keluar negeri. Sejak saat itu kami kehilangan kontak dari keluarga Putra." kata mama.


"Setahu aku, Arin gak punya adik atau mama nya gak pernah terkena ganguan jiwa, tante. Aku sudah dari lama berteman dengan nya, bahkan papa ku juga rekan bisnis om putra. Kami tidak pernah tahu tante melati ada ganguan jiwa". Kata agus menjelas kan apa yang ia tahu.


"Aku tidak percaya, ini semua Joy lah yang menyebab kan kami tidak pernah bertemu lagi". Kata nya makin menagis.

__ADS_1


"Udah ma, jangan menagis lagi". Kata satria berpindah memeluk mama nya.


Agus juga merasa kasihan melihat mama nya satria. Kehidupan nya sangat rumit ternyata. Mereka di bohongi oleh keluarga mereka sendiri. Harta yang seharus nya jadi milik mereka, tapi tidak bisa mereka miliki. Hidup mereka sungguh menyedih kan hati.


"Agus, bisa kah nanti kamy pertemu kan tante dengan keluarga dwipangga." tanya mama nya satria dengan suara serak nya.


"Aku janji tante, aku akan pertemu kan tante dengan keluarga dwipangga. Tante harus tenang dulu sekarang. Karna kita tidak mungkin untuk menemukan mereka sekarang. Kondisi nya tidak memungkin kan untuk bertemu tante". Kata Agus.


"Baik lah, tante ingat janji mu nak." kata mama satria penuh semangat.


"Oh ya tante, satria. Sekarang sudah semakin malam. Aku harus pulang dulu ya." kata Agus pamit pada satria dan mama nya.


Mereka pun menjawab, dan mengatar kan agus sampai depan pintu rumah nya. Setelah agus pulang, satria menyuruh mama nya untuk istirahat. Tapi mama nya ingin mengobati bengkak dan memar yang ada di wajah nya itu.

__ADS_1


🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣


Terima kasih banyak teman teman semua. Kalian adalah semangat ku, aku terus bisa nulis karna lakian. Kalian yang terbaik, terima kasih banyak atas semangat dan dukungan kalian. Maaf jika ada yang tidak sesuai dengan harapan kalian ya.


__ADS_2