
Sedang kan mereka berdua di beri kan waktu hanya untuk berdua. Di arah gerbang baru datang agus bersama seorang wanita paruh baya. Wanita itu adalah mama satria, agus menjemput mama satria di rumah nya. Dia ingin memenuhi janji nya pada mama satria, untuk menemu kan mama satria dengan keluarga arina.
Keluarga arin sedang berada di kursi tak jauh dari rumah penjaga kebun. Mereka berdua pun berjalan kearah kursi. Mereka membelakangi gerbang jadi tidak tahu ada yang datang. Langsung saja mama satria memangil mama nya Arina.
"Melati... "
Sontak suara itu membuat mama arin terkejut, ia pun membalik kan badan nya. Begitu pun semua yang ada di sana. Mereka pun saling melihat asal suara yang memangil melati itu.
"Anggun.... " kata mama nya Arin. Ia kaget melihat orang yang telah lama menghilang dari kota ini sudah bertahun tahun yang lalu. Bahkan kabar pun tak pernah mereka dengar lagi.
"Ya,,, aku Aggun. Ternyata kamu masih ingat aku Melati". Kata mama satria.
Mereka saling berpeluka, air mata yang tertahan sama sama mereka tumpah kan. Ada rasa haru dan bahagia di sana.
"Apa kah ini memang nyata Anggu, bukan kah kalian telah meninggal karna kecelakan." kata papa Arin pada mama nya Satria.
"Iya,,, bukan kah menurut kabar yang kami dapat kan keluarga mu mengalami kecelakan dan tak ada yang selamat aggun". Kata mama Arin menambah kan.
"Iya... Kami memang mengalami kecelakan parah. Sehingga menyebab kan suami ku meninggal, dan aku keguguran. Tapi aku dan putra ku selamat". Kata mama satria.
__ADS_1
"Putra mu, anak yang akan kita jodoh kan dengan anak pertama ku waktu itu adalah laki laki". Tanya melati dan putra hampir bersamaan.
Ya mereka tidak tahu, anak yang di lahir kan mama satria, berjenis kelamin laki laki. Yaitu satria.
"Iya... Anak itu laki laki melati. Aku sangat sedih ketika mendengar kabar mu yang berusaha datang di hari kelahiran anak ku". Kata mama satria.
"Tidak, itu karna aku yang terlalu bersemangat ingin melihat calon menantu ku. Sehingga aku tetap memaksa untuk datang. Padahal kondisi ku tidak memungkin kan untuk aku datang menemani mu." kata mama Arin.
"Jadi... Di mana putra mu sekarang Anggun". Tanya papa Arin.
"Putra ku ada di sini, Putra. Dia ada di tengah tengah kita". Kata mama satria.
"Bukan, aku harus mengata kan nya walau pada akhir nya kalian akan membenci ku karna perbuatan anak ku. Putra ku adalah Satya, yang sedang bersama anak gadis mu di taman mawar itu". Kata mama satria sambil menunjuk kearah kedua anak yang masih sibuk dengan urusan mereka masing masing.
"Benar kaj dia anak mu. Kenapa aku tidak menyadari ini semua". Kata Putra tersenyum manis.
"Apa kah kalian tidak marah pada ku, apakah kalian tidak akan membenci aku dan anak ku, putra, melati". Kata mama nya satria berbinar senang.
Mereka menggeleng kan kepala nya, mereka tersenyum mendengar satria anak dari sahabat lama mereka. Bahkan mereka senang, jika tidak bisa menjodoh kan anak pertama dengan anak kedua mereka juga sama saja kan.
__ADS_1
Bahkan lebih bagus lagi. Karna satria dan Arina saling mencintai. Ini kan tidak termasuk menjodoh kan bukan.
"Aku tidak senang dengan apa yang kalian bicara kan. Walau bagai mana pun, satria telah membuat bunny lumpuh". Kata Raka membubar kan suana bahagia yang telah tercipta.
Mereka semua nya terkejut mendengar kata kata yang Raka keluar kan. Karna dari tadi raka hanya menjadi pendengar sama seperti yang lain yang ada di sana.
"Raka... Apa kah kakak gak tahu, lihat lah disana. Ada yang sedang berjuang mengembali kan sesuatu yang hilang." kata papa sambil menunjuk kan kearah Arina dan Satria.
"Dan sayang, ingat lah. Adik mu bunny dengan rela hati nya menyelamat kan Satria dari mobil yang akan mencelaka kan Satria. Apa kah kamu tidak berpikir, bahwa adik mu rela mengorban kan nyawa nya demi cinta nya pada Satria". Kata papa nya lagi.
"Bukan kah itu karna kebodohan satria". Kata Raka lagi. Tanpa memperduli kan mama nya satria yang ada di sana.
"Raka,,, kakak tahu kan nak. Adik mu sangat mencintai Satria hingga berani mengorban kan nyawa. Apa kah kakak akan menjadi penghalang untuk cinta dan kebahagiaan nya adik yang kakak sayangi". Kata mama nya menjelas kan..
Mendengar kata kata yang mama nya ucap kan, raka terdiam sesaat. Ia melihat kearaha adik nya dan Satria. Walau tidak tersenyum tapi adik nya terlihat bahagia.
Benar kata mama nya, apa kah ia akan jadi penghalang hubungan adik nya. Sedang ia tahu, jika adik nya sangat sayang dengan cowok yang ada di hadapan adik nya sekarang ini.
"Baik lah, jika memang kalian sapakat untuk itu. Aku minta sebelum satria bisa membuat bunny kembali normal. Kalian tidak boleh menikah kan satria dan bunny dulu." kata nya pada kedua orang tua nya dan mama satria.
__ADS_1