
Sementara itu, satria yang telah lepas dari dua orang yang membawa nya samapai kegerbang kebun. Ia pun berlari menuju arin.
"Arin.... Maaf kan aku. Aku telah salah selama ini pada mu. Aku mencari mu terlalu lama, hingga ketika aku melihat liontin mawar merah aku jadi salah mengenal pemilik yang asli liontin itu." kata satria ketika ia sudah berhadapan dengan arin.
Dalam hati arin, ia bahagia ketika tahu satria sudah bisa bicara layak nya manusia normal. Sedang kan dalam hati nya juga merasa sangat sedih, karna sekarang ia tidak normal seperti dulu lagi. Ia sekarang lumpuh karna kecelakan itu.
"Arin,,, apa kah kamu masih ingat dengan gelang dan sebuah permen yang kamu beri kan pada ku malam itu. Aku tidak memakan permen itu dan aku juga tidak menjual gelang kesayangan mu. Aku menyimpan nya baik baik, aku sudah lama menunggu waktu ini." kata satria. Air mata nya jatuh, ia memang selalu rapuh jika ia berhadapan dengan arin.
Ia pun mengeluar kan gelang yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi.
__ADS_1
"Ini,,, kamu masih ingat kan ini. Tapi permen nya tidak aku bawa". Kata nya sambil menunjuk kan sebuah gelang emas.
"Apa kah kamu masih belum yakin ini aku Arina. Aku akan tunjuk kan bekas cakaran anjing galak itu pada mu". Kata satria. Ia membuka betis nya. Di betis nya masih jelas terlihat bekas cakaran binatang buas.
Arina ingat betul bagai mana keadaan anak lelaki malam itu. Sebelah paha nya penuh dengan darah karna cakaran seekor anjing galak.
"Apa kah kamu masih ragu, anak itu adalah aku arin. Kamu ingin aku jadi kesatria kan. Aku berusaha menjadi kesatria untuk mu. Walau pun aku hanya bisa menjaga mawar kesukaan mu. Aku harap aku bisa di kata kan sebagai kesatria untuk mu. Atau kamu masih tidak percaya karna aku tidak lengkap membawa bukti. Jika begitu aku, akan menjemput permen yang aku simpan selama ini". Kata satria panjang lebar.
"Tapi,,, apa kah kamu lihat aku sekarang Satria. Aku sekarang bukan aku yang dulu, aku sekarang sudah tidak bisa berjalan lagi." kata arin lagi.
__ADS_1
"Apakah itu penting bagi aku arin, sama hal nya waktu kamu mencintai lelaki bisu ini dengan tulus nya." kata satria pada arin. Ia menyapu air mata yang turun dari mata gadis cantik itu.
"Sekarang, kamu bukan yang dulu lagi satria. Kamu sekarang sudah bukan laki laki bisu lagi kan. Kamu tidak perlu cinta pada ku hanya karna aku ada lah penyelamat hidup mu". Kata arina pada satria.
"Aku sudah meletak kan seorang gadis dari bertahun tahun yang lalu. Hanya saja, karna kebodohan ku. Aku mengandal kan pikiran ku dan bukan hati jika. Jika aku mengadal kan hati mungkin kamu tidak akan celaka karna aku". Kata satria menunduk kan kepala nya.
"Jika kamu masih ingin mencintai lelaki bisu ini. Aku bisa menjadi bisu untuk mu. Seperti yang aku laku kan 6 bulan ini." kata nya pada arin.
Arin menatap satria yang menunduk kan kepala nya. Sebenar nya arin sangat mencintai nya dari dulu sampai saat ini. Jika tidak, mana mungkin ia akan korban kan nyawa nya demi lelaki yang ada di depan nya saat ini.
__ADS_1
"Arin... Apa kah kamu masih memikir kan. Bagai mana kata orang orang untuk mu. Jika gitu, apa kah kamu memikir kan aku bagai mana saat kau mencintai ku, pada saat aku yang tidak sempurna dulu." kata satria lagi.
"Aku hanya ingin minta satu kesempatan arin. Beri lah aku satu saja kesempatan lagi. Aku akan perbaiki semua nya". Kata satria pada arin.