
Satria terus menunggu, walau pun hati nya sekarang merasa di penuhi rasa kecewa.
Tapi, tak lama kemudia, ada beberapa mobil yang mendekat, mobil itu melaju perlahan mendekati arah kebun tiga sahabat.
Sampai akhir nya mobil berhenti di depan gerbang masung kebun. Mobil berhenti, kemudian turun beberapa orang berbaju serba hitam. Kemudian salah satu dari mereka membuka kan pintu mobil, keluar lah seorang lelaki paruh baya bersama dengan seorang wanita. Wanita itu sangat cantik, walau pun usia nya bisa di kata kan lumayan sudah menginjak usia yang tidak bisa di kata kan muda lagi. Tapi wajah nya seakan tak kan lekang di makan masa.
Ya itu adalah orang tua Arin dan Raka. Lalu mobil belakang nya turun lah Raka, kemudian anak buah nya itu menurun kan kursi roda dan raka di bantu mira menurun kan gadis cantik yang sangat di tunggu Satria. Tapi, apakah mudah bagi nya untuk langsung bertemu, sedang kan begitu banyak yang menjaga gadis itu.
Benar yang di kata kan Agus, Arin pasti akan datang kekebun nya ketika ia baru saja samapai di dari luar negeri.
Tapi,,, di mana kah Agus. Kenapa mobil nya tak ada di antara mobil nya Arin. Bukan kah agus akan menjemput nya. Apa kah yang terjadi dengan agus sehingga ia tidak bersama dengan mobil Arin.
Arina di dorong kakak nya menguna kan kursi roda nya. Di ikuti mama dan papa nya, juga mira bersama anak buah yang berpakaian serba hitam dari belakang. Mereka memasuki kebun.
Sedang satria duduk di antara kebun bunga mawar yang mereka tanam bersama waktu itu. jika ia muncul langsung ia tak akan bisa bertemu Arin. Karna Raka tak akan mengizin kan nya bertemu adik nya. Terpaksa ia harus bersembunyi di balik mawar yang begitu subur itu.
"Apa kah kamu senang bunny". Kata suara itu menanya kan pada adik nya. Suara itu mendekat kearah Satria.
__ADS_1
"Ya,,, aku senang banget kak. Terasa bagai bertahun tahun aku meninggal kan kebun ku." kata suara yang sangat di rindu kan Satria itu.
"Apa kah ini mawar hasil perkawinan silang ayah yang kami tanam, ia terlihat sangat berbeda kak. Apa kah agus merawat nya secara khusus, sehingga ia tumbuh sempurna". Tanya arin pada kakak nya.
Karna di lihat dari cara merawat mawar itu tampak berbeda. Mawar itu indah, bahkan sangan indah. Perlu perlakuan khusus dari yang merawat nya supaya bisa secantik yang sekarang.
Saat itu, satria memutus kan untuk keluar. Apa pun resiko yang akan di timbul kan, ia akan hadapi.
"Aku yang merawat nya Arina". Kata nya tiba tiba berdiri dari balik rimbun nya mawar itu.
Arin sangat kaget melihat satria yang tiba tiba keluar dari balik mawar yang ada di depan nya. Bahkan yang membuat ia makin kaget adalah cowok tampan itu makin tampan dan bisa bicara layak nya manusia normal.
"Kamu,,,,,, berani sekali kamu ya". Kata Raka berusaha menjauh kan satria dari adik nya.
"Kak, beri aku kesempatan memperbaiki kesalahan aku. aku mohon". Kata satria memelas pada raka.
"Arina, tolong. Izin kan aku memperbaiki nya arin." kata nya berkata.
__ADS_1
Sedang kan arin hanya diam. Dia sebenar nya sangat merindu kan cowok yang ada di hadapan nya saat ini. Sedang kan Raka memangil anak buah nya untuk mengusir satria dari sana.
"Arina,, aku mohon ingat lah pada anak lelaki yang di kejar seekor anjing pada malam itu. Aku mohon arina ingat lah." kata nya sambil melawan anak buah yang ingin membawa nya pergi.
Papa dan mama nya Arin datang. Mereka kaget dengan ada nya Satria, dan keributan yang telah terjadi.
"Arin... Ingat lah bocah itu. Ingat lah liontin mawar merah yang kamu pakai". Kata nya tetap berbicara walau pun sudah di bawa agak jauh.
"Kak raka, lepas kan dia. Biar kan dia di sini." kata arin.
Dia ingat semua yang Satria kata kan. Bagai mana bisa dia lupa malam itu. Bocah yang menyedih kan itu selalu datang dalam mimpi nya. Air mata nya tumpah, mengalir di pipi nya. Benar kah itu Satria, batin nya berkata.
"Tapi,,, bunny. kakak.... " kata kata kakak nya terhalang oleh adik kesayangan nya.
"Kak, biar kan dia di sini. Aku mohon". Kata arin sambil menatap kakak nya.
Tak ada permintaan yang bisa Raka tolak dari adik kesayangan nya ini. Ia mengeyapu air mata yang tumpah di pipi adik nya. Dan ia memerintah kan anak buah nya melepas kan Satria yang ampir keluar dari gerbang kebun.
__ADS_1
"Bunny cantik, jangan menagis lagi. Kakak sudah menuruti permintaan mu. Kamu harus senyum ya. Kata kan pada kakak jika ia melukai mu lagi." kata Raka.