
Satria masih saja dalam keadaan kagum nya yang mendalam. Membuat nya mengabai kan apa yang arin kata kan pada nya.
"Satya,,,, ayok". Kata arin. Pangilan arin dengan nama satya mampu membuat satria langsung respon. Nama itu selain mama nya tidak ada yang memangil nya dengan nama satya.
"Kenapa sih lho sat, aneh banget". Kata arin, melijat ekspresi wajah satria yang tiba tiba berubah ketika nama nya di panggil.
Dengan cepat satria, mengelengkan kepala nya. Ia pun minta maaf dengan arin, menguna kan isyrat. Walau kurang paham arin sekarang juga bisa baca isyarat dari satria.
Mereka pun berjalan, menyusul dua orang teman nya yang sudah dari tadi pergi ke kursi depan rumah yang ada di tengah tengah tanah lapang itu.
"Bunda,,,, " kata arin pada wanita paruh baya yang sedang asik dengan bibit di tangan nya.
"Arin, kok lama banget sih nak baru datang sekarag". Kata wanita itu.
"Maaf bunda, ada hal yang bikin arin telat. Arin bangun tidur nya agak siangan bunda, habis main game sama kak raka tadi malam" kata arin menjelas kan pada bunda mira yang sudah mengangap nya seperti anak nya sendiri.
"Iya,,, sudah. Untung bunda duluan kan dapat ayah menyiap kan tempat untuk penanaman bunga mawar yang telah di kawin silang kan kemarin". Kata bunda.
"Benar kah bunda. Apa kah kawin silang mawar ayah berhasil". Tanya arin sangat bahagia.
"Iya, alhamdulillah berhasil sayang". Kata bunda pada arin.
__ADS_1
"Arin sini dong, kita mau tanam mawar nya nih. Nanti kamu gak kebagian baru tahu". Kata mira memangil nya.
"Sebentar,,, aku lagi bicara sama bunda". Kata nya menjawab
"Bunda, arin kesana dulu ya. Nanti mawar nya di rebut habis sama mira tuh". Kata nya sambil tertawa. Bunda pun mengiya kan nya.
Ia pun berjalan mendekati mira. Di sana ada ayah mira dan dua teman lain nya. Ada juga dua orang penjaga kebun yang menetap di sana. Mereka lah yang menjaga kebun itu setiap hari. Sedang ayah dan bunda mira juga bekerja di kebun itu.
"Arin,,, sini nak. Kata nya kamu ingin banget kan menanam mawar yang kaein silang kan. Ini ayah berhasil mengawin silang kan mawar nya." kata ayah mira ketika melihat arin.
"Iya yah," kata nya sambil berjalan mendekati mereka.
Ketiga teman nya sibuk dengan bibit mereka masing masih. Mereka pun sudah mendapat kan lahan yang sudah di bersih kan oleh pekerja. Mereka tinggal menanam nya saja.
Sedang kan satria dan agus, sibuk memperhati kan para pekerja yang sibuk dengan kerja mereka masing masing.
"Sat, apa kah kamu ingin bilang kalo kamu suka Arin sekarang sat". Kata agus pada satria. Terlihat wajah nya tegang ketika mendapat kan pertanyaan dari agus.
Spontan ia menggeleng kan kepala nya. Ia takut jika itu membuat hubungan mereka jadi kurang baik.
"Jika kamu memang benar benar suka sama Arin. Kamu harus berani ambil resiko apa pun satria. Perjuang kan jika benar benar cinta". Kata Agus memberi kan semangat pada Satria.
__ADS_1
"Kamu hanya menyata kan apa yang kamu rasa kan satria, selebih nya kamu hanya bisa mengikuti dan menjalan kan apa yang menjadi takdir untuk mu dan orang yang kau suka". Kata Agus lagi.
Kata kata agus membuat satria merasa mantap untuk menyata kan isi hati nya pada arin. Karna walau bagai mana pun ia menolak arin, hati nya tetap mengingim kan ia selalu dekat dengan gadis cantik itu.
"Bagai mana sat, apa kah kamu setuju jika kamu ingin bilang kalau kamu suka arin. Kami berdua akan bantu kamu. Tinggal kamu aja yang mau atau tidak". Kata agus lagi.
Agus tahu jika satria juga ada rasa sama arin, Begitu pun arin. Tadi nya ia sudah bilang pada mira, jika mereka ingin membuat hati arin yang kosong terisi kembali.
Satria menganguk kan kepala nya mantap ingin bilang cinta pada Arin. Mira diam diam meninggal kan arin yang sibuk melihat lihat bunga nya yang mekar. Mira pergi ketempat mereka berdua, tentu nya dengan beberapa kuntum mawar yang mekar dan bau nya masih sangat wangi lagi.
"Gimana sat, bunga nya sudah ada nih, tuan putri nya ada di sana". Canda mira pada satria.
Mira menyerah kan bunga yang dia petik tadi. Ia memberi kan pada satria, sebelum satria pergi ia menulis kan kata kata di kertas untuk di serah kan pada arin.
Serelah sampai di tempat arin yang sibuk melihat bunga bunga nya, satria menyetuh punyak nya dengan jari telunjuk nya.
Itu membuat arin kaget, karna setahu nya tadi di sana mira, sekarang jadi nya satria.
"Ya ampun sat, lho bikin gue kaget aja tahu gak". Kata arin lagi.
Satria tersenyum manis, memperlihat kan lesung pipi nya yang membuat senyum nya bertambah manis lagi. Ia pun menyerah kan sebuah kertas pada arin. Kertas nya lumayan besar tapi tulisan nya lah sedikit dan tersembunyi lagi.
__ADS_1
Ketika arin membuka kertas nya lebar. Itu kesempatan satria berlutut sebelah kaki bak pangeran yang sedang melamar putri.