Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu

Cinta Tulus Untuk Lelaki Bisu
Ketigapuluhlima


__ADS_3

Satria pun turun dari mobil dan mengajak Agus naik kerumah nya. Agus menuruti saja apa yang satria kata kan.


Satria mengetuk pintu rumah nya, terlihat mama nya sedang tergesa gesa bangun dan membuka pintu untuk nya, di tidak menjawab atau membaca sms dari mama nya.


Sang mama sangat khawatir di buat nya. Ketika membuka pintu, alangkah terkejut mama nya ketika melihat wajah anak nya penuh dengan lebam lebam akibat tonjokan.


Memar di beberapa bagian itu jelas sekali nampak bekas nya.


"Ya allah, satya. Kamu kenapa nak. Agus ini kenapa satya nya nak". Mama nya penuh dengan kekhawatiran.


"Satya gak papa kok mah". Kata nya bicara, mama nya kaget bukan kepalang.


"Kamu,,, kamu, bicara sayang." kata mama sambil memeluk Satria.


Mama nya membawa anak nya masuk kerumah, tidak lupa juga menyuruh agus masuk. Mereka pun masuk kerumah nya.


"Cerita kan sama mama satya, apa yang telah terjadi nak". Kata mama nya. Ada rasa sedih dan rasa senang dalam hati nya.


Rasa sedih nya, ia baru pertama kali melihat anak nya babak belur seperti ini setelah beberapa tahun yang lalu. Sedang kan rasa bahagia nya adalah, anak nya sudah bisa bicara layak nya orang normal.

__ADS_1


Satria bukan nya bercerita ia malah memeluk mama nya erat erat, ia menagis di pelukan mama nya. Dia tidak menghirau kan keberadaan Agus lagi sekarang. Yang ia pikir kan adalah rasa kesal yang ada di hati nya.


Sementara itu, hp Agus berbunyi. Agus pun menjawab panggilan yang masuk tersebut. Panggilan itu dari mira yang ada di rumah sakit. Hati agus merasa khawatir untuk menjawab. Tapi dia putus kan tetap menjawab.


"Halo mir,,, ". Kata nya menjawab dengan suara yang kecil.


"Lho di mana gus, kok lho gak ada di rumah sakit sih. Sebentar lagi, arin akan di bawa ke Amerika oleh keluarga nya". Kata mira dari sebrang sana.


"Apa lho bilang. Kenapa di bawa ke Amerika". Suara nya tiba tiba mengeras, membuat kaget kedua oranh yang sedang berada tak jauh dari nya.


Satria, melepas kan pelukan nya. Ia mendengar kata Mira dan Amerika. Itu berarti ada hubungan nya dengan Arin.


"Iya,,, karna kondisi arin yang makin memburuk, keluarga nya memutus kan untuk membawa nya pergi malam ini juga." kata mira lagi.


"Jadi, gue gimana dong mir. Gimana juga sama lho, emang nya lho ikut pergi juga". Kata Agus bertanya. Karna ia tahu ia sangat dekat dengan Arin dan keluarga nya.


"Iya,,, gue ikut. Ayah bunda juga ikut. Gue titip kebun kita sama toko bunga kita pada lho ya. Karna kita belum bisa memasti kan kapan kita akan pulang. Gue percaya kan semua nya sama lho Gus. Gue harus tutup telfon dulu ya". Tanpa basa basi dan mendengar kan apa jawaban agus. Mira di sebrang sana sudah menutup telfon nya.


"Apa yang terjadi gus, bagai mana keadaan Arin". Tanya satria khawatir.

__ADS_1


"Ada apa ini, kenapa kalian gak cerita sama mama sih nak, gus cerita sama tante apa yang terjadi. Ada apa sama Arin". Kata mama nya penasaran.


Satria, mencerita kan semua yang terjadi pada mama nya. Dan kenapa ia bisa bicara, semua nya di ceritakan pada mama nya. Dan dia kenapa bisa jadi babak belur seperti ini juga. Semua nya di cerita kan seditail mungkin sama mama nya.


"Ayok, satria, agus antar kan mama kesana". Kata mama. "Mama ingin melihat arin". Kata nya buru buru bangun dan ingin bersiap siap.


"Percuma tante, jika kita datang kerumah sakit sekarang juga gak akan bisa bertemu arin". Kata Agus pada mama satria.


"Kenapa gitu, apa kah keluarga nya sangat membenci Satria karna kejadian ini". Tanya mama.


"Bukan itu masalah nya tante, malam ini juga keluarga dwipangga akan membawa arin ke Amerika tante. Jika kita buru buru juga gak... " kata kata agus di potong oleh mama satria.


"Siapa yang kamu sebut tadi agus". Kata mama satria bertanya.


"Maksud tante,". Kata Agus tidak mengerti.


"Arina itu anak nya keluarga dwipangga ma". Kata satria menjawab pertanyaan mama nya.


"Apaaa??????.... " mama terlihat sangat kaget mendengar nama dwipangga di sebut anak nya.

__ADS_1


"Agus,,, kata kan pada tante. Apa kah ayah nya Arin itu johan atau Putra". Kata mama lagi penasaran.


Kedua anak itu bingung dengan sikap mama satria, yang tiba tiba membuat mereka sangat bingung. Mereka saling berpandangan menatap satu sama lain.


__ADS_2