
Suasana pesta mendadak tegang. Para hadirin merasa akan ada yang terjadi di antara kedua nya. Tak terkecuali arin dan yang lain nya. Satria yang merasa bersalah masih saja menunduk kan kepala nya.
Tiba tiba, papa nya arin mendekati satria. Ini tambah suasana tegang yang menyelimuti para hadirin makin kuat.
"Tapi... Di terima gak kamu lamar nya Sat." kata papa nya bertanya.
Satria mengangat kan kepala nya melihat papa arin yang menatap nya. Yang lain juga begitu. Mama satri mengeluar kan seikat bunga mawar merah yang dari tadi di pegang nya dan di srmbunyi kan di belakang nya.
"Kok tegang banget kamu sat." kata papa arin lagi.
"Lamaran nya di terima ngak sih. Tegang gini kamu nya." kata papa lagi.
"Di... Di terima kok om". Kata nya gelagapan.
"Yah... Bagus dong. Kalo di terima kok kenapa kelihatan tegang banget kalian semua". Tanya papa nya lagi.
Rombongan itu tertawa, karna satria dan yang lain nya sangat tegang. Mama satria menyerah kan bunga yang di pegang dari tadi.
"Ini sayang, lamaran nya di lengkapi mawar merah kesukaan Arin dong". Kata mama.
Satria mengambil bunga itu, dan masih tetap dalam kondisi bingung nya yang belum hilang.
"Mama gak marah ma". Tanya satria pada mama nya.
"Marah???? Kok kamu tanya mama marah sih. Apa yang harus mama marah kan". Kata mama nya.
__ADS_1
"Marah, karna aku ganggu acara nya kak Raka ma, om, tante dan yang lain nya". Kata Satria, ia melihat wajah orang itu satu persatu.
"Ha... Ha... Ha...". Gelak tawa keluar dari mama dan papa arin.
"Kalian kok bisa bilang kami marah sih nak". Kata mama nya Arin.
"Jadi, mama dan papa gak marah mah". Kata arin ikut bicara, setelah sejak tadi ia diam membisu.
" gak ada yang kami marah kan nak. Itu tadi adalah ide kakak kamu, yang ingin bikin kalian semua jadi tegang karna takut". Kata papa Arin.
"Jadi,,, kalian hanya ngerjain kita nih". Kata Arin lagi. Muka nya di bikin kesal.
"Yeee... Gitu aja ngambek. Harus nya seneng dong. Kan udah di lamar nak". Kata mama nya.
"Maaf ya untuk semua nya. Kami jadi bikin suasana tidak nyaman bagi kalian. Jika kalian ingin marah, marah saja pada pengantin baru ya". Kata papa nya sambil tersenyum dan menunjuk kearah Raka dan Julia.
"Lho.. Kok jadi kita sih yang kena". Kata julia.
Semua pun tertawa, melihat tingkah pengantin baru yang kaget karna disuruh papa nya marah pada mereka..
"Nah... Agus. Sekarang giliran kamu nak." kata papa Arin pada agus.
"Iya... Gus. Ini giliran kamu nih lagi. Satria sudah diterima oleh arin. Dan sudah dapat kejutan juga lagi." kata mama nya satria.
Agus jadi salah tingkah, karna memang niat nya di acara Raka, agus dan satria sepakat untuk melamar gadis yang mereka sukai. Tapi Satria sudah pasti di terima, karna Arin memang sangat mencintai nya. Tapi, jika dia kan belum tahu di terima atau tidak.
__ADS_1
"Udah,,, gak usah takut kamu Gus. Coba aja, jika tidak di coba gak akan tahu hasil nya". Kata satria memberi semangat.
Agus pun memberani kan diri untuk melamar orang yang dia suka. Ini bertemour antara menang dan kalah, karna tidak tahu apa kah di terima atau tidak.
Dia pun berlutut di hadapan Mira. Ya... Orang yang ia sukai adalah mira. Dia berniat melamar mira sekarang.
"Mira... Aku tidak bisa membohongi perasaan ku terlalu lama. Jika tidak aku kata kan, mungkin kamu juga tidak akan tahu. Mira kinasih... Aku mencintai mu,,, mau kah kamu langsung menikah dengan ku, tidak pakai embel embel pacaran lagi." kata Agus panjang lebar.
Ini benar benar antara hidup dan mati. Jika tidak di terima malu nya akan sangat terasa. Karna di saksi kan oleh berpuluh pasang mata manusia di sana. Jika di terima ini akan jadi saksi cinta yang indah.
🐀🐀🐀🐀🐀🐀🐀🐀🐀🐀🐀🐀🐀🐀🐀🐀
Terima kasih semua sahabat ku. Mohon maaf jika banyak kata yang mungkin tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kalian.
Oh ya,,, aku juga lagi bikin novel baru nih. Meluncur dua novel sekalian. Harap mampir ya teman teman. Judul nya
Sepasang pedang saka
Cinta ini berlabuh pada mu adikku.
Mampir ya teman teman. Jika ada waktu.
__ADS_1