
Orang tua tania mengetuk pintu rumah tomi, tomi pun membuka tomi kaget melihat tania membawa orang tuanya,tetapi orang tua tania seneng karena anak kandungnya sudah besar dan dewasa dan ganteng,
"ini anak kandung kita kan pah" kata ibu tania membisik bapak tania,tania pun mendengarnya.
"kandung? terus nia adenya dia" kata tania
"bukan" kata bapak tania mengelus pala tania
"kalo bukan kenapa papa mama sebut kalo tomi ini anak kandung mama papa, terus aku siapa" kata tania meneteskan air mata
"kamu sudah kenal sama dia" kata bapak tania.
"ayo, om tan masuk? masa di luar aja" kata tomi, menyuruh orang tua tania masuk.
"lu gak ikut masuk" kata tomi yang menghampiri tania
"gak usah gue di sini aja" kata tania.
"masuklah, ngapain di luar sambil nangis" kata tomi
"gak usah sok baik? walaupun lu anak kandung papa mama, dan gue apa" kata tania menangis
hiks hiks hiks
"masuk udah jangan nangis lagi" kata tomi mengapus air mata tania
"iya2 gue masuk" kata tania sambil masuk
"om ada apa ya kesini" kata tomi
"ibu sama bapak kamu ada" kata tanoto(bapaknya tania)
"ada lagi pergi sebentar kok, nyari bu endang sama bapak surya" kata tomi
"itu nama orang tua kamu" kata tanoto
"iya om" kata tomi
"nama kamu siapa" kata pak tanoto
"tomi sanjaya" kata tomi
"bagus kalo di tambahin tanoto,
tomi sanjaya tanoto" kata pak tanoto
"apa sih pah, lebay banget" kata tania sinis
"hehe bisa aja om" kata tomi
"masih lama orang tua kamu" kata bu sary( mama tania)
"tunggu dulu ya" kata tomi
Mereka lama berbincang dan akhirnya endang dan surya datang;")
"assalamualaikum" kata bu endang
"walaikumsalam" bersamaan
"eh, ada tamu ada nak tania juga" kata bu endang sambil menaruh belanjaanya
__ADS_1
"ya udah ya, om tan tomi mau keluar dulu" kata tomi
"tomi duduk" kata pak surya yang tiba2 datang
"gini lo bu, kami mau ngambil tomi? tomi anak kami berdua dan tania anak kandung bu endang, jadi ke datangan kami kesini mau menukar anak kita yang tertukar selama 21 tahun bu" kata bu sary menjelaskan
"hah ketuker kok bisa" kata tania dan tomi bersamaan
"jadi tania ini anak kandung kami" kata ibu endang sambil memeluk tania
"mah, tania sama tomi beda jenis kelamin masa bisa ke tuker," kata tania
"waktu itu mama biarin karena suster kasih kamu, dan mama fikir waktu USG kamu laki2 mama juga sempat binggung" kata bu sary
"iya bu waktu itu saya fikir USG yang salah ternyata ketukar" kata bu endang
"gak2 gue masih gak percaya" kata tomi
"emang lu doang gue juga" kata tania
"kalo gue ketuker berarti kita lahir sama" kata tomi
"lu tanggal berapa, bulan tahun" kata tania
"gak2 lu dulu" kata tomi
"gak lu dulu" kata tania
"lu entar lu nyontek lagi sama gue" kata tomi
"enggak pokonya lu dulu, entar malah lu yang nyontek" kata tania
"kok bisa sama" batin tomi
"sama" kata tomi dan tania bersamaan
"berarti memang kalian tertukar" kata pak surya
"bu, ini kan bagus untuk pernjodohan tomi" kata pak surya suara pelan
"berarti nia mulai sekarang tinggal sama ibu endang dan pak surya " kata tania
"oh iya kami kesini juga mau bicara penting" kata pak tanoto
"iya ada apa pak" kata pak surya
"disini siapa yang setuju kalo tania dan tomi kita jodohkan" kata pak tanoto
"saya setuju banget pak" kata pak surya
"apa sih pah, gak2 tomi gak setuju" kata tomi
"tania juga gak setuju" kata tania menolak
"tania please kamukan selalu nurut sama mama? kali ini nurut ya" kata ibu sary
"aku minta maaf bu kali ini aku gak bisa nurut mah, aku gak mau di jodohin" kata tania
"kamu harus mau" kata pak tanoto
"iya tom, kamu juga harus mau" kata bu endang
__ADS_1
"tomi mau keluar" kata tomi
"tuh pah liat tu tomi itu cowo gak baik buat tania" kata tania
"iya pah tanoto, aku itu gak baik buat tania aku cowo brandal" kata tomi to the point
"brandal"singkat bu sary
"iya bu sary aku cowo brandal yang kasar" kata tomi
"tapi ibu yakin nia pasti bisa buat kamu berubah" kata bu endang
"tomi keluar dulu ya, mah pah" kata tomi
"ikut" singkat tania sambil menujuh keluar mengikut tomi
"ngapain ngikutin gue" kata tomi
"masaa gue...hadapin masalah perjodohan ini cuma sendiri pusing lah" kata tania
"terima aja perjodohanya" kata tomi santuyy
"apa kata lu terimaa" kata tania kaget dan kesal
"ya terima aja daripada ribet, ikutin alur nya aja" kata tomi
"terus kalo kita nikah gimanaa" kata tania bingung
"kalo kita nikah kita jalanin aja, abis itu cerai" kata tomi
"apa kata lu cerai" kata tania makin kesal
"gue punya rencana kalo kita cerai itu gue main kekerasaan sama lu" kata tomi
"enak aja gue gak mau" kata tania kesal
"ya udah ladenin lah nyokap bokap lu" kata tomi.
"iya.....iya.....gue mau" kata tania
"masuk lagi trs ngomong kita setuju" kata tomi sambi masuk kedalam rumah
"bu, pah tomi setuju sama perjodohan ini, tapi kalo tomi ngelakuin hal KDRT ibu gak boleh ikut campur" kata tomi tegas
"nia juga setuju, nia ikhlas mau diapain sam tomi mau dipukulin apa ke nia udah ikhlas" kata tania
"kok begini sih jadinya" kata pak tanoto
"papa maunya gimana? udah perjanjianya apa" kata tania
"oke kalo kamu udah setuju, dua hari dari perjodohan ini kamu tunangan tiga hari setelah ulangan kamu nikah" kata pak tanoto
"oke pah tania sam tomi setuju" kata tania
"ya udah udah setujuh nih tomi mau pergi" kata tomi sambil meninggalkan ruang tamu
"tomi lu mau ke mana gue ikut" teriak tania
"ayo" kata tomi
Tania ikut dengan tomi
__ADS_1