COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU

COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU
DINNER


__ADS_3

Hari sudah sore pukul 15.00 tania dan tomi sudah siap denga pakain nya, tapi tania masih ngambek soal tomi bicara tadi? tania duduk di atas ranjang dengan wajah ditekuk


"aku mau tidur aja, lagi males keluar" ucap tania datar sambil melipat datangnya diatas dada menantang


"oh gak mau, ya udah" kata tomi lalu berbaring disamping tania


'tuhkan gak peka banget kesel deh' batin tania


tania menghela nafas panjang dengan memasang face duck


"jangan tidur disini" kata tania sambil mendorong tubuh Tomi


"aku kan suami kamu, oh atau kamu mau tidur sama cowok lain ya"


"gak ada ya" titah tania


"terserah kamu, aku mau kebawah" ucap tania kesal lalu turun dari ranjang. tapi dengan cepat Tomi bangun dan menggendong tubuh tania ala bridal style membuat sang empu kaget bukan main dan sepontan mengalungkan tanganya di leher Tomi


"bikin jantung aja" omel tania sedangkan Tomi tersenyum sambil menempelkan keningnya di kening tania membuat hidung mereka bertemu


"jangan ngambek lagi sayang aku minta maaf" kata Tomi lalu mengecup bibir tania singkat, ah! kalian tau pipi tania sekarang seperti tomat, semoga aja Tomi tidak dengar suara jantungnya yang berdetak cepat.


"gak sopan, kalo mau cium itu bilang dulu" ucap Tania salting


"oh? aku mau cium kamu" kata Tomi lalu menempelkan bibir nya dibibir tania mengigit kecil bibir bawah tania, tidak ada ******* lagi dan Tomi melepaskan bibirnya


"kita jalan ya"


tania masih membisu, ah jantung gue kenapa nih, gila sih gue salting banget


"sayang"


"hah apa?"


"kita jalan oke" ucap tomi, tania mengangguk lalu Tomi menggendong tania sampai masuk ke mobil dan meletakan tania di sebelah kursi pengemudi lalu memasangkan seatbelt


'*huft jantung gue, please tom jangan romantis banget sih'


dret drett drett*


dering ponsel tania membuat tania kaget.


"suara dari ponsel siapa??" tanya tania lilung


"punya kamu" ucap tomi lalu masuk ke kursi pengemudi


"oh iya punya gue" gumam tania sambil melihat nama tertera di handphonenya


"siapa?" ucap Tomi dia udah siap menyalahkan mobilnya


"mamah" singkat tania lalu menekan tombol hijau


"halo Assalamu'alaikum mah?"


"..."


"lagi gak sibuk emang kenapa mah?"

__ADS_1


"..."


jawaban ibu sary membuat tania menganga


"serius"


"..."


"alhamdulillah mah" ucap tania sambil senyum-senyum


"assalamu'alaikum"


tania mematikan telpon ya lalu dia ketawa


"kamu kenapa ketawa?" tanya Tomi sambil memundurkan mobilnya lalu melajukan ketempat tujuan awal


"aku" ucap tania sambil menunjuk dirinya sendiri


"hamil" lanjut tania membuat Tomi membulat mata sempurna


"kamu hamil?" tanya Tomi bingung


"aku hamil, gak mungkin lah. kamu gak pernah nyentuh aku" ucapan tania ada benerannya juga


"terus siapa?"


"tante sekar sekarang lagi hamil kandungannya baru berjalan dua bulan" jelas tania


"oh" singkat Tomi matanya fokus ke depan jalan


"berarti kamu kalah sama tante dong"


"lagian juga nggakpapa aku masih mau manja-manjaan sama kamu" ucap Tomi sambil tertawa


"tapi aku nya gak mau manjain kamu gimana dong" ucap Tania


"terserah kamu" ucap Tomi singkat kayaknya sih marah


"hm kita mau kemana?"


"gak tau"


"kamu marah?" tanya tania yang melihat perubahan wajah Tomi


"aku bercanda tadi sayang, ya kali aku gak mau manja-manjaan sama kamu." jelas tania sambil menoel-noel lengan kekar Tomi


"iya sayang aku gak marah"


^•^


Mereka telah sampai di tempat tujuan


"sayang mau kemana?" tanya tania yang masih duduk dimobil sedangkan Tomi lagi melepaskan sabuk pengamannya


"ke hati mu sayang" kata tomi lalu keluar dari mobil nya menuju pintu sebelahnya


"kenapa gak dibuka mau aku bukain juga" ucap Tomi yang melihat tania masih menggunakan sabuk pengaman, entah kenapa menjahilin tania itu ada makna tersendiri

__ADS_1


tania yang mendengar itu mendengus kesal lalu membuka paksa sabuk pengamannya dan keluar mobil dengan mendorong tomi, untung saja Tomi tidak jatuh.


Tomi pun mengunci mobilnya lalu menghampiri tania yang jalan lurus entah kemana padahal seharusnya mereka belok kiri.


"sayang di rambut kamu ada kecoak, aku gak bohong sumpah" kata Tomi membuat tania memberhentikan langkahnya, tapi dia enggak untuk menoleh kebelakang


"yah dia masuk ke baju kamu"


"huaaa, mana" teriak tania sambil berlari menghampiri Tomi, setelah sampai tomi, Tomi langsung menggenggam tangan tania dan menuntunnya hingga sampai di suatu pantai yang indah.


"kecoak nya mana?" tanya tania polos


"Kecoaknya tadi terbang sayang"



tania sangat takjub melihat pemandangan pantai disore hari yang sangat indah ini, suasana yang begitu tenang diisi suara ombak


"ini kamu yang buat?" tanya tania


"bukan, temen aku" singkat Tomi sambil menarik kursi yang akan didudukin tania


"makasih" ucap tania sambil mendudukan bokongnya, Tomi tersenyum lalu duduk dikursi yang berhadapan dengan tania


"bagus" singkat tania hanya itu yang bisa tania katakan tentang keindahan alam ini.


"Ciptaan Tuhan" balas Tomi


"sayang" panggil tania


"kenapa bunda" jawab Tomi


"makasih"


"sama-sama bunda"


"jangan panggil aku bunda mas" kata tania malu malu


"ya udah, makan dulu" ucap Tomi, tania mengangguk lalu mereka mulai makan tidak ada yang berbicara hanya garpu yang beradu


beberapa menit kemudian mereka selesai makan hari sudah gelap.


"kamu tunggu sini dulu ya"


"kamu mau kemana?" tanya tania.


"aku mau sholat bentar, kamu mau ikut?"


"dimana sholat nya?"


"di korea"


"korsel ya"


"gak sayang di deket sini"


**Bersambung..

__ADS_1


tbc**


__ADS_2