
Dua preman itu panik...
"Eh gue takut suami cewe itu tomi, mukanya mirip sumpah" kata preman satunya, bernama Dafa
"Emang lu ngeliat, firasat lu aja kali daf" kata preman satunya, bernama Jackson
"Gak jelas sih gue ngeliatnya, tapi dari postur tubuhnya kayanya tomi" kata dafa
"Udah itu firasat lu aja" kata jackson menenangkan
"Kalo bener2 tomi, gue gak itu2an deh. Gue gak mau punya masalah sama si tomi, apalagi sampai habisi istrinya, bisa mampus kita berdua" kata dafa lagi
"Mending kita tanya sama bos wulan" kata jackson
"Oh ya bener, gue kan punya kartu namanya" kata dafa, lalu meraih hp nya dan menelpon wulan
*halo bos, kita mau ketemuan di caffe, sekarang* perintah dafa
*Apa-apaan kok kamu suruh2 saya* tolak wulan
*kami mau ngomong penting boss, saya tunggu* kata dafa lalu mematikan teleponnya
______
Dicafe dafa dan jackson terlebih dahulu sampai dicafe, berselang beberapa lama wulan sampai dan duduk dimeja yang diduduki dafa and jackson
"Mau ngomong apa, to the point aja saya sibuk" kata wulan
"Cuma mau nanya suami cewe yang kita buang semalam namanya siapa?" Tanya dafa to the point
"Kepo banget, ini urusan pribadi saya gak usah kepo" kata wulan
"Nama suami cewe ini tomi bukan? Kepanjangannya sanjaya bukan?" Kata jackson
"Tuh tau" kata wulan santai, sedangkan dafa dan jackson terkejut
"Tomi sanjaya" singkat keduanya bersamaan
__ADS_1
"Iya"
"Kok lu santai banget sih, lu tau gak cowo ini preman yang ditakutin di kompleks ini tau gak" kata jackson, wulan membelalakan matanya
"Terus lu takut gitu sama dia" kata wulan berusaha tenang
"Lu tanya di kompleks ini semua kenal dengan kekejaman tomi"kata dafa
"Nieh gue pulangin uang yang lu kasih" kata dafa sambil memberikan uang yang diberikan wulan kemarin
"Loh kalian gak bisa lepas tangan gitu aja dong" kata wulan tak menerima
"Saya gak mau ikut2an kalo sama tomi" kata jackson, mereka pun pergi meninggalkan wulan.
_________
Tomi mencari tania, dan bertanya2 kepada orang lewat tapi gk ada yang tau, tomi mendekati gadis yang sedang jalan
"Lu liat orang yang di foto ini gak" kata tomi menunjukan fotony, sontak gadis itu takut dan terkejut dan menundukan wajahnya tomi mengangkat dagu gadis itu dengan tanganya
"Gue nanya malah nunduk" kata tomi lagi
"Hai, lu tau cewe difoto ini gak" kata tomi melihat dua orang gadis
"E....engga" sambil geleng kata yg sTunya
"T.....tapi S.....saya Lll..ihhaat^ kata2ny terpotong
"Kalo ngomong yang bener dong, lihat dimana" kata tomi mengeraskan volume suaranya, gadis yang ngomong tadi malah takut
"Di di di dibawa sama dafa naik mobil" kata gadis itu keringat dingin
"Dafa" singkat tomi
"Dafa sama jackson yang digubuk itu" kata tomi sambil menunjuk gubuk tersebut, gadis itu mengangguk, lalu tomi menuju gubuk itu dan langsung masuk.
Plak
__ADS_1
Plak
Plak....
(Pukulan yang diberikan tomi kepada keduanya, spontan keduanya terkejut)
BRUK
BRUK....
"To...to.....tomi" gugup dafa
"Dimana istri gue" kata tomi dafa hanya geleng2
"Lu kalo dendam sama gue gak usah bawa2 istri gue dong" kata tomi Sambil menarik kera baju dafa
"Tom kami di suruh" kta jackson sambil memegangi wajahnya yang tomi tonjok
"Disuruh siapa" bentak tomi
"Wulan" jackson dan dafa bersamaan
"Wulan yang nyuruh lu. Sekarang istri gue mana?" Kata tomi mereka berdua diam.
"Masih diam aja, lu udah bosen hidup hah?" Kata tomi dafa menggeleng cepat
"Jawab" bentak tomi
"Di....di Jjj...urranng" kata jackson gugup
"Jurang" singkat tomi
"Lu apain dia" kata tomi kembali
"Buka kita yang buang tapi wulan" kata dafa
"Brengs*k!!! dia manusia bukan hewan seenaknya kalian buang dia!!! Punya otak kan" kata tomi sedah benar2 emosi
__ADS_1
"Klian masih mau hidup kan" kata tomi keduanya mengangguk
"Telpon wulan suruh dia datang ke jurang itu pukul 01.45 pagi, jangan bawa2 nama gue, kalo wulan gak datang? Nyawa lu yang akan terancam!" Ancam tomi lalu keluar meninggalkan keduanya