
Pukul 18.45 tomi pulang dari kerja
"Assalamualaikum" salam tomi
"Walaikumsalam, tumben mas gak lembur" ucap tania seraya mencium punggung tangan tomi, ternyata bener manggil gue 'mas' lah gue kira cuma ada alika aja!
"Kok bengong?" Tanya tania.
"Mamah mana, assalamualaikum mamah papah?" Teriak tomi
"Mamah sama papah pergi ke rumah tante sekar, dirumah cuma ada kita"
"Oh, kamu udah makan?"
"Udah kamu,"
"Udah tadi makan diluar" jawab tomi, tomi menuntun tania duduk disofa
"Sayang, kamu ikut aku ya"
"Ikut kemana?" Tanya tania bingung
"Jadi gini, hari ini ulang tahun perusahan papah, kata velia ngerayainnya lima tahun sekali dan sekarang tepat ditahunnya, kamu mau ikut kan sama aku?" Jelas tomi
"Dirayain dimana?"
"Di clubbing" singkat tomi, mata tania membulat sempurna wah kena sembur gue!
"Clubbing!! Kenapa harus ketempat itu? Biasanya papah kalo ngerayain ke caffe,ketaman, atau ke panti asuhan. ini pasti kamu yang minta ya!!! Jawab!!!" Todong tania kepada tomi
"Bukan aku yang minta, tapi velia"
Velia!! Oh gue tau ini pasti jebakan velia, dasar pelakor!!! Liat aja lu gak bakal bisa milikin suami gue, milik gue yah milik gue gak akan gue berbagi sama pelakor kaya loh? Rupanya loh mau main-main sama gue, oke gue ladeni!!
"Kenapa senyum-senyum gitu?" Tanya tomi membuyarkan lamunan tania
__ADS_1
"Oke deh aku ikut"
▫️▫️▫️
Sekarang tomi dan tania berada dalam mobil mereka menuju tempat itu lah😂
"Ada mbak desti juga, mas?" Tanya tania antusias
"ada kalo misalnya dia ikut kalo gak yah gada" ucap tomi sekenanya
Tomi tampak keren menggunakan jas formal berwarna hitam, dan tania tampak imut dengan dress selutut.
▫️▫️▫️
"Genggam tangan ku jangan dilepas oke!" Perintah tomi
"Iya udah aku genggam" ucap tania kesal, gimana gak kesal saat sampai di tempat itu, tomi jadi agresif merintah ini itu lah, menyebalkan!!
"Halo pak, akhirnya datang juga" kata velia tiba2 didepan tomi dan tania, tanganya memegang minuman keras matanya menatap tajam tania
"Saya bisa ambil sendiri" jawab tomi padahal dia juga tidak akan mengambil alkohol itu, setelah itu gue meninggalakan velia, gue duduk disofa yang berada dipojok dan sepi lebih tepatnya.
"Kenapa ditempat sepi gini? Ntar ada orang ketiga loh" ucap tania membuat gue menoleh kedia, orang ketiga mana disini gue sama dia kok
"Siapa?"
"Setan" singkat tania, paham gue
"Emang kalo ada setan kenapa, disetiap tempat emang ada setan kan" jawab tomi
"Iya, itu kayanya mbak desti aku mau kesana ya, mas sini aja. Aku pantengin dari jauh" ucap tania lalu melesat pergi meninggalakan tomi, beberapa saat velia datang menghampiri tomi dan duduk disebelah tomi membuat tomi kaget kenapa setiap datang selalu mengagetkan?!
"Pak tomi mau minum?" Tanya velia sambil memberikan segelas air putih ini beda, gue tersenyum bukan senyum bahagia dikasih minum! Tapi senyum penuh makna
"Apa kamu punya ibu?" Tanya tomi
__ADS_1
"Ada, ibu saya dikampung olehkarna itu saya merantau dijakarta untuk mengubah nasib keluarga saya" kata velia lirih
"Buat ngerubah nasib atau buat merumitkan nasib"
"Maksud bapak apa ya? Saya kurang mengerti"
"Apa kamu gak punya uang untuk membeli baju?" Tanya tomi
"Punya kok pak, bahkan baju saya banyak" kata velia sebenernya velia tersinggung dengan ucapan tomi
Tomi kembali senyum dan tak membalas, kalo punya uang kenapa pakaianya selalu kurang bahan seperti ini, lihat aja sekarang ia menggunakan dress diatas paha dengan belahan dada yang kelihatan! Udahlah gue bukan siapa2nya yang harus ngomenin penampilanya.
Gue ambil minum itu dan gue minum!?.
Disisi lain tania melihat tomi yang meminum minuman dari velia, dan lama-lama tomi oleng dan velia langsung membopong tubuh tomi.
"Mbak nia ke toilet sebentar" dusta tania
"Cepet sekali? Kita baru saja bertemu, mba masih kangen sama kamu" kata desti
"Panggilan alam mbak gak bisa ditahan lagi" ucap tania sambil mengelus2 perut nya supaya desti percaya
"Ya sudah"
Setelah mendapatkan ijin dari mbak desti tania mengikuti velia yang membopong suaminya.
Tap!
Tap
Suara langkah tania didengar velia membuat velia menoleh kebelakang, tania dengan sergap ngumpet dibalik pot besar disamping tangga yang dinaiki velia, velia sudah cek keadaan tapi tidak ada yang mencurigakan lalu velia melanjutkan menaiki satu per satu anak tangga.
"Huft untung gak ketauan" gumam tania, tania lalu mengikuti velia hingga sampai di depan pintu kamar dan masuk, etss pintunya ditutup.
Seseorang masuk kamar tersebut untung saja pintunya belum di kunci, velia sedang membaringkan tomi diranjang.
__ADS_1
Bersambung....