
TANIA POV
2 tahun pernikahan gue dan tomi banyak yang gue lalui banyak lika-liku, Wulan dia udah dipenjara satu tahun yang lalu, gue shock pas mendengar wulan lah dalang gue jatuh dari jurang, gue udah membujuk suami gue untuk tidak mempenjarakanya tapi tomi bersikeras dengan keputusanya bahkan kalian tau tomi hampir saja membunuh wulan untung gue datang dan melihat kelakuan keji suami gue, disitu gue belum tau penyebabnya apa sampai tomi main kekerasan gitu, tapi penampilan wulan udah berantakan dan banyak luka lebam dilengan dan dipipi mulus wulan mungkin karena tamparan yang tomi berikan, wulan kayanya dia kaget ngeliat gue pasalnya tomi gak beritahu kalo gue itu masih hidup cuma orang terdekat aja yang tau gue ini masih hidup, seperti alika wawan ilham cuma itu doang. Sumpah gue gak tau waktu itu suami gue ngelakui kekerasan apalagi lawanya cewek dia ngejar gue tapi gue kacangin, sempet berapa minggu gue sama tomi mogok ngomong, pisah kamar, bahkan liat wajahnya aja gue malas apalagi denger penjelasanya. Tapi kata orang gak baik marahan lebih dari tiga hari lah gue berminggu-minggu.
Gue tau wulan itu cuma cemburu apa ssih susahnya maafin dia toh gue juga masih ada disini kan, coba kalo lu punya barang berharga terus diambil orang tanpa ijin gimana perasaanya? Jelas kalian marah kan nah begitu juga wulan apalagi pas gue denger penjelasan dia waktu itu ninggalin tomi cuma untuk pendidikan ada rasa iba gue sama wulan.
TANIA POV END
"Good morning" sapa tomi
"Ih jangan gigit kuping sakit tau" ucap tania lagi menjelajai mimpi beli kerak telor dijerman tiba-tiba kupingnya digigit tawon.
"Bangun sayang" ujar tomi lembut
"Ngantuk" singkat tania matanya enggan terbuka
Tomi mengecup wajah tania secara bertubi-tubi membuat tania terpaksa membuka matanya
"Yaudah ayo sholat" ucap tania lalu bangkit dari kasur berjalan gontai kekamar mandi.
Sedangkan tomi terkekeh melihat reaksi sang istri yang diusik tidurnya wkwk
__
Selesai sholat berjamaah tania langsung beralih ke dapur sebelum kedaput tania udah siapkan baju tomi
Saat turun tangga tania mendengar suara TV tapi dia acuh dan memilih untuk melanjutkan langkahnya ke dapur, paling gak itu ibu sary? Pikir tania.
Beberapa menit bergelut di dapur akhirnya masakan nasi goreng ala ala tania sudah selesai,tania menata nasgornya di meja makan.
"Sayang, cepet turun sarapannya udah matang" teriak tania tomi turun dengan menganci lengan kemejanya sambil menuruni anak tangga menuju meja makan
Tomi menarik kursi yang akan ia duduki
"Maaf nasi goreng lagi ya" ucap tania pelan sambil menuangkan secentong nasgor kepiring tomi
"Aku suka nasi goreng masakan kamu" kata tomi singkat tapi membuat tania menarik sudut bibirnya
Mereka mulai makan tanpa suara hanya ada suara sendok dan piring yang beradu
Duar!
"Uhuk uhuk" mereka berdua tersedak kala ada seseorang dari ruang tamu datang dan mengagetinya
__ADS_1
"Haha kaget ya" ucap seorang perempuan tertawa lepas lebih tepatnya tertawa jahat
"Alika" pekik tania ia terkejut tiba-tiba alika ada dirumahnya
"Ngagetin orang gak baik" ucap tomi yang kebetulan sudah selesai makan
"Hayu lu tomi marah"
"Mas mau berangkat sekarang" tomi mengernyit heran saat tania memanggilnya 'mas'
"Halo mas" panggil dia, gue gak salah denger tapi nggakpapa gue suka dia manggil gue 'mas'
"Iya mas mau berangkat, assalamualaikum" ucap tomi tania meraih tangan kanan tomi dan menciumnya
"Tante sary sama om tanoto tadi pergi kepasar" nimbrung alika
Tomi pun berangkat...
Tersisa tania dan alika, tania membersihkan piring kotornya alika terus mengikuti tania sampai wastafel
"Tan, gue mau ngomong sama loh" ucap alika
"Ngomong apa" kata tania dia terus menyabuni piring kotor itu
"Kenapa?"
"Lu harus jaga tomi"
"Iya kenapa emang tomi anak kecil yang harus gue jaga secara ekstra kan enggak, dia bisa jaga diri sendiri kan" ngotot tania
"Keras kepala, gue waktu itu dateng ke caffe dan gak sengaja denger percakapan dua orang perempuan dan pria.." alika memotong ceritanya
"Yah apa urusanya sama tomi"
"Terus wanita itu ingin jebak tomi, disini emang ada nama yang sama 'tomi sanjaya' gak ada kan, makanya gue suruh lu jaga tomi jangan sampe lu menyesal nantinya" ucap alika serius
"Wanitanya siapa wulan dia kan dipenjara?" Tanya tania
"Gue gak tau, tapi ciri-cirinya rambut panjang, wajahnya bulet, putih, body-nya gitar Spanyol, gitu deh" ucap alika
"Siapa yah?" Jari telunjuk tania berada di dagu seperti sedang berfikir keras
"Oke deh thank infonya gue bakal cari tau, oh ya gue lupa cie yang bentar lagi wisuda udah kelar belum skripsi-nya, nanti mau lanjut kerja dimana"
__ADS_1
"Hmm skripsi-nya masih otw belum kelar doain moga nilainya baik dan lulus, rencana setelah lulus gue mau kerja dikantornya tomi, ntar biar gue bisa genit-genit sama suami lu" kata alika sengaja manas2sin tania
"Gue tendang mencelat loh!" Murka tania
"Bercanda"
▫️▫️▫️
Dikantor tomi sedang duduk diruangnya sambil mengetik sesuatu di laptopnya dan mengunyah permen karet
Tok!Tok!Tok
"Masuk"
"Permisi pak" ucap velia, ya dia adalah velia
"Ada apa?" Tanya tomi dengan menutup laptopnya sedikit
"Saya mau memberitahu hari ini ulang tahun perusahan bapak, biasanya kita merayakan lima tahun sekali dan sekarang tepat pada tahunnya, kami ingin merayakan di club malam dekat sini" ucap velia sontak buat gue hampir keselek permen karet yang dari tadi gue kunyah
"Kenapa harus diClub Saran saya lebih baik di caffe dekat sini, gimana"
"Tapi pak semua karyawan sudah setuju di clubbing itu, dan ini hanya acara rekan kerja tidak boleh bawa orang luar" ucap velia, lah napa dia yang ngatur gue disini bosnya gue ato dia
"Jadi saya gak boleh bawa istri saya gitu, oke fine"
Velia senang sekali mendengarnya
'Rencana pertama selesai' batin velia sambil senyum
"Saya gak ikut acara ini!"
Deg!
"Gak bisa gitu pak, oke bapak boleh bawa istri bapak, tapi bapak harus hadir di acara resmi ini, pukul 8 acaranya dimulai" ucap velia memelan
"Oke good, gak ada lagi kan. Boleh keluar sekarang"
Dibalik pintu ruangan tomi velia kesal
"Liat saja nanti malam kamu akan jadi milik saya sepenuhnya pak tomi sanjaya yang terhormat" ucap velia yakin dengan senyum miringnya
Bersambung........
__ADS_1