
Seseorang masuk kamar tersebut untung saja pintunya belum di kunci, velia sedang membaringkan tomi diranjang langsung terlonjat kaget melihat seseorang berjubah hitam masuk dengan wajah menunduk.
"Lepaskan dia" ucap seseorang tersebut
"Keluar kamu dari ruangan ini" velia mengusir orang tersebut tapi orang itu tidak mau keluar
"Lepaskan dia" ulang orang tersebut
"Keluar" ucap velia meninggikan suara untung ruangan ini kedap suara
"Kamu yang harus keluar dari ruangan ini"
"Kamu siapa menyuruhku"
"Kamu juga siapa menyuruhku keluar"
Seseorang itu langsung memukul bahu velia alat pital yang membuat lawan jatuh, setelah velia pingsan tania yah orang berjubah itu tania dia langsung menyeret velia keluar dari ruangan tomi dan memasukan kekamar yang gak jauh dari tangga lalu tania mengunci dan balik kekamar tomi dengan jubah yang masih dia pakai.
Dia melihat tomi sedang duduk, dan sepertinya dia tidak apa-apa
"Mas" panggil tania lalu membuka jubahnya dan memasukan kedalam sling bagnya
'Itu jubah gue, kenapa ada ditania' batin tomi
"Sini" ucap tomi, antara tania mengikuti atau tidak
"Sini duduk sama mas" kata tomi tania pun menghampiri tomi dan duduk disamping tomi dengan ragu
"Mas, tidak apa-apa" tanya tania, tiba-tiba saja tomi mencium bibir tania membuat tania merem ciuman itu lama lama menjadi ******* tomi makin menjadi liar sekarang posisi tania ada dibawah tomi, apa ini pengaruh minuman yang diberikan velia? Cara velia begitu murahan, tomi mengigit lembut bibir bawah tania membuyarkan lamunan tania dan tania membuka mulutnya membuat tomi lebih leluasa menjelajai bibir manis istrinya saat tania kehabisan nafas tomi melepaskan ciumanya
"Huft huft" nafas tania terengah-engah
Tomi mengelap bibir tania dengan ibu jarinya yang basah karena ulahnya
Tomi menghentikan aktivitasnya lalu duduk menyandarkan punggungnya dipunggung kasur
"Kenapa berhenti?" Tanya tania
"Kamu mau melakukanya dikamar ini"
"Kamu sadar?" Tanya tania lagi tomi hanya mengangguk membuat tania bingung
"Kenapa bisa"
"Bisa lah"
"Kamu gak mau melanjutkanya, kamu tau kamu laki-laki yang paling sabar menunggu ku hingga saat ini"
"Karena kesetian itu sekarang susah aku temukan, maka saat bersama mu aku bisa merasakan kamu wanita yang setia kamu nerima kekurangan ku, bahkan kamu mau nerima sifat ku, maka itulah yang membuat ku masih bersama mu saat ini dan sampai maut yang memisahkan kita"
"Kamu mau punya anak?" Tanya tania
"Setiap rumah tangga pasti menginginkan seorang buah hati, mungkin kita belum dikasih amanat buat memilikinya sabar saja"
"Karena kita belum berusaha untuk membuat nya" ucap tania membuat tomi menoleh
__ADS_1
"Oh iya, aku lupa"
"Oleh karna itu aku mau kita berusaha membuatnya, gimana kamu mau" pinta tania, sesuai prinsip minta duluan
"Buat apa?" Tanya tomi pura-pura tidak tau arah pembicaraan tania
"Buat dedek mungil, mas" rengek tania
"Gimana caranya?" Tanya tomi lagi membuat tania kesal
"Begitu caranya"
"Begitu gimana? Aku polos kakak" ucap tomi membuat tania ingin mencabik wajahnya
"Bigiti gimini? Iki pilis kikik" ucap tania menye menye
"Aku gak mau ah" wajah tania langsung berubah masam, gak mau berarti dia marah selama ini gak di kasih jatah.
"Kalo kamu gak mau, dedek mungilnya kapan jadinya"
"Kamu siap jadi ibu-ibu"
"Siap, mau yaa yaa please ya ya ya, mau ya ya"
"Enggak ah aku lagi halangan" ucap tomi menirukan ucapan tania waktu tomi ngajak tania untuk ehem ehem
"Hahaha lucu, please mau ya. Suer deh aku gak nangis, gak teriak teriak bilang di perkosa, aku bakal nahan sakit" ucap tania tangan berbentuk'v'
"Bener" tanya tomi sambil menaikan satu alisnya
"Gak bakal teriak-teriak gak jelas, bakal nahan sakit yang amat sakit"
"Sakit yang amat sakit? Oke akan ku tahan" kata tania sebenernya dia ragu tapi moga aja tomi mau
"Serius"
"Duarius malah"
"Ya udah bahas ini nanti aja, kalo kamu udah siap kapan aja bisa aku terkam" ucap tomi sambil tersenyum mesum
"Ya sudah terserah kamu"
"Hmm kamu tadi oleng kok bisa langsung sehat lagi?"tanya tania
"Karena aku kura-kura"
"Pura-pura mas bukan kura-kura"
"Sama saja"
FLASHBACK ON
Velia keluar dari ruangan tomi, tomi pun mau keluar untuk pergi ke kantin samar samar ia mendengar dibalik pintunya
"Liat saja nanti malam kamu akan jadi milik saya sepenuhnya pak tomi sanjaya yang terhormat" tomi mendengar itu pun langsung berfikir keras siapa yang bicara begitu?
__ADS_1
Tomi pun membuka pintunya melihat orang tersebut dari belakang membuat tomi tahu, velia!! Tomi mengikuti velia ia berada di luar kantor menghentikan taksi tomi menaiki mobilnya dengan pelan-pelan mengikuti taksi velia hingga sampai di caffe 45 velia turun, tomi pun memakirkan mobilnya lalu mengikuti velia ia menemui seorang laki-laki karena penasaran apa yang dibicarakan velia tomi memilih duduk sebelah velia menyisakan beberapa jarak saja, tomi menutup wajahnya dengan Buku menu.
"Mas mau pesan apa?" Kata pelayan menghampiri tomi
"Green tea satu" pesan tomi
"Sebentar ya mas" mata tomi masih tertuju ke velia
"Gimana lu udah dapat obatnya"
"Buat apa sih vel"
"Biar gue bisa hamil anak bos gue" ucap velia penuh keyakinan
"Kata loh dia punya istri"
"Iya tapi istrinya belum hamil-hamil mungkin saja mandul" tomi mendengar ini ingin merobek mulut velia
"Nih, ini obat perangsang lu campurin aja keminumanya"
"Lu yakin dengan begini gue bakal hamil anak nya"
"Ya, dia bakal terangsang dan gak bisa nahan nafsu nya."
"Lu serius kan ini bukan abal-abal"
"Bukan, bos lu itu bakal terangsang sama siapa saja, makanya setelah bos lu minum lu harus yang ada didekatnya"
"Oke deh thank"
Setelah itu velia pergi
"Untung gue ngikutin loh kalo gak bakal ada batu besar yang akan memisahkan gue dan tania" gumam tomi lalu pergi juga sebelumnya menaruh uang berwarna merah diatas meja dia selipin selembar itu dipot kecil
FLASHBACK OFF
"Kurang ajar, mulutnya gak bisa dijaga" kesal tania, gimana terima dia dikatain mandul.
"Yang penting sekarang gak terjadi kan"
"Tapi kamu minum minuman yang dikasih velia" kata tania
"Gak aku minum itu namanya strategi kejahilan aku" ucap tomi santai
"Dasar, CEO jahil" kata tania sambil menyolek hidung mancung tomi.
"Aku mau pulang" ucap tania
"Tunggu satu jam lagi baru kita pulang, acaranya belum selesai"
"Oh aku kira sampai pagi"
oOo
tbc
__ADS_1