COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU

COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU
Kecelakaan


__ADS_3

Selepas dinner, mereka pulang kerumahnya.


"Kamu masih mau kerja di tempatku?" Tanya tomi yang kini duduk ditepi ranjang, sedangkan tania baru keluar dari kamar mandi untuk berganti pakaian.


"Masih lah" singkat tania


Tomi kini membaringkan tubuhnya diranjang, diikuti tania disampingnya.


"Tom"


"Hem"


"Kamu marah gak sih aku nyamar kaya gitu?" Tanya tania


"Nggak"


"Kamu selama ini tinggal dimana?" Ucap tomi sambil membelai rambut tania dengan lembut.


"Aku tinggal sama nek sutri, sekarang dia pulang kampung karena ada keluarganya yang sakit sih? Aku gak tau pasti" jelas tania


"Kamu selama aku gak ada tersiksa gak?" Tanya tania, dia menyingkirkan tangan tomi yang terus membelai rambutnya


"Jelas aku tersiksa! Kenapa kamu nanya begitu?"


"Aku sayang kamu" ucap tania lalu menenggelamkan kepalanya didada bidang tomi


"Aku kangen kamu selama ini, aku minta maaf belum bisa jadi istri yang baik untukmu" mohon tania disela-sela pelukanya


"Kamu selama ini baik banget kok sama aku, udah gak usah ngomong begitu" ucap tomi, ia megusap rambut belakang tania, wangi rambut tania membuat tomi candu rasany ingin terus menyium wangi ini.


Lama2 meraka tertidur, mereka sudah masuk alam tidak sadar.


***


Pukul 04.36


Adzan subuh berkumandang


Tomi terbangun lalu segera mengambil wudhu, selesai itu niatnya ingin membangunkan tania tapi tania sudah tidak ada diranjang.


'Kemana tania' batin tomi


"Nyariin aku ya" suara familiar dari ambang pintu, membuat tomi menoleh


"Habis dari mana?" Tanya tomi


"Habis kamar mandi bawah"


"Ya sudah wudhu sana?" Ucap tomi


Tania langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu, setelah itu tania mencari mukenanya di lemari dan mereka sholat berjamaah


-----


Sekarang tania sedang duduk dikubikel kerjanya, semua kariawan sopan kepada tania.

__ADS_1


"Kamu kok masih kerja sih" kata desti


"Mba, nia seneng kerja disini bisa punya teman sebaik mba desti sama mas adam saya seneng banget. "


"Pernikahan kalian berjalan berapa bulan?" Tanya adam tiba2


"Delapan bulan sih kalo gak salah, atau sepuluh bulan" ucap tania sambil nyengir kuda


"Masa pernikahan sendiri bisa gak tau" kata adam lebih tepatnya menyindir


"Emang kamu gak ada tanda-tanda hamil apa? Gak bosen apa dirumah berdua doang" ucap mba desti, tania geleng2


"Tania belum pernah disentuh tomi"


"Lah kok bisa kenapa?" Tanya mba desti penasaran


"Gak tania berasa belum siap aja, tania gak terima kalo harta yang berharga tania direbut sama tomi walaupun dia suami aku" ucap tania lirih


"Tapi kenapa kamu begitu, dia suami sah kamu" ucap mba dasti memelan


"Iya aku malah berasa bersalah sama tomi, udah lama nikah sana aku, tapi aku____ hiks hiks" tania gak kuat menceritakan semuanya, dia bener-bener gagal menjadi seorang istri, untung tomi baik dan mau menunggu


"Udah cup cup cup jangan nangis" ucap mba desti sambil memeluk tania.


"15 menit lagi waktunya makan siang aku mau, kekantin dulu mba" ucap tania lalu merapihakan berkas2nya


"15 menit lagi, masih lama" tegur desti


"Tapi nia udah laper" rengek manja tania sambil memengang perut datar


Tomi sedang mengetik sesuatu dilaptop kerjanya, tiba2 ponselnya berdering.


"Hallo assalamualaikum"


"Apa benar ini yang bernama tomi" ucap seseorang dari sebrang sana


"Iya ini dengan saya kenapa?"


"Mas ibu yang bernama bu endang korban tabrak lari sekarang ada dirumah sakit" udah gak salah lagi ini pasti suster


"Hah ibu, rumah sakitnya dimana" tanya tomi kelewat panik


"Rumah sakit nusantara"


"Saya akan kesana"


Tut


"Ibu tunggu tomi" gumam tomi lalu mengambil jas yang bertenger dikursinya, dan pikiran dia sekarang tania.


"Pak mau kemana, hari ini ada metting mendadak" ucap velia sepertinya baru saja mau keruangan tomi


"Bisa kamu handle" tanya tomi


"Tidak bisa pak, ini penting"

__ADS_1


"Sepenting apapun itu lebih penting nyawa ibu gue paham" bentak tomi


"Tapi pak ini klein dari singapura, ini penting pak" ucap velia mengekori tomi


"Gue bilang handle ya handle, punya kuping kan. Lu disini gue gaji, dengerin semua yang gue perintah ngerti" ucap tomi ketus.


Saat sampai kubikel tania, tapi tanianya tidak ada


"Hem tania kemana?" Tanya tomi dingin


"Ehm itu pak kekantin" ucap desti sambil menundukkan kepala


Gue berlari menuju kantin, oh bagus pemandangan yang pertama gue liat. Jijik gue, tanpa menghiraukan mereka yang lagi kesamaran lebih baik gue langsung ke rumah sakit, nyawa ibu gue lebih penting dari pada mereka


Oh shitt!! Argghh kenapa semuanya jadi gini" teriak tomi sambil memukul stir nya


Tomi melajukan mobil nya seperti orang kesetanan, berkali2 dia menerobos lampu merah untung nasib masih berbaik hati!


Saat sampai rumah sakit gue langsung masuk dan bertanya


"Sus, ruangan dengan bernama bu endang dimana?" Tanya gue


"Oh bu endang, mas ini keluarganya" gue cuma manggut2


"Mari mas ikut saya" gue mengekori suster itu dari belakang dan akhirnya sampai di ruangan ibu ruang melati nomor 234


"Mas anaknya ibu itu" tanya suster tersebut


"Iya sus, kenapa ya?" Gue balik nanya


"Ibu endang kekurangan banyak darah, kebetulan stok darah O sedang kosong. Apa mas mau mendonorkan darah mas" jelas suster tersebut yang bername tag gita


"Golongan darah saya B sus, apa gak bisa"


"B? Gak bisa mas"


"Bisain dong"


"Gimana ya"


"Disini gak ada yang golongan O lagi emang?" Tanya gue, ya allah kenapa gini, masa bokap sih diakan golongan darahnya AB


"Kalo AB bisa?" Lanjut gue, suster itu geleng2


Bersambung___


Si tomi marah2 mulu nanti cepet tua loh?


"Bodoamat thor gue kesel sama istri gue"


"lah kok marahnya ke gue, marahin istri loh noh, emangnya lu liat apa jadi marah banget sama tania"


"Kepo!"


Hehehe gue lagi nasihatin sih tomi

__ADS_1


Bye....


__ADS_2