
Disuatu tempat ada seorang nenek nenek bernama Nek Sutri, nek sutri yang berbaik hati. Nek sutri menemukan seorang yang ada dipinggir sungai. Ya kalian semua benar dia adalah tania, dan sekarang ia di rumah sakit. Nek surti menemukan tania dengan keadaan pingsan dan wajahnya penuh luka tengannya lembab. Sekitar beberapa minggu lebih Tania sudah dirawat di rumah sakit. Tania koma, untung nek sutri Mempunyai kartu kesehatan.
"Bu, anak ibu Bisa melewati masa kritisnya dan sekarang kita berdoa untuk dia cepat sadar" ucap dokter
"Makasih dok, nenek boleh masuk"
"Ya sudah silakan, saya permisi"
_________
Tomi yang masih dikamar dan ingin pergi. Ternyata dirumahnya sudah ada wulan yang sedang makan.
"Tomi, makan dulu nak" tawar ibu sary
"Tomi gak selera makan, ngeliat penjilat disini" ucapnya tatapan sinis lalu melesat pergi.
Saat pergi wulan menghampiri tomi dan lagi2 memeluk tomi.
Plak...
Tomi menampar pipi mulus wulan
"Harus berapa kali hah, gue gak sudi lu peluk peluk" ucap tomi yang melihat wulan merintih kesakitan tanganya memegang pipi yang di tampar tomi, disudut bibir mengeluarkan darah
"Hiks hiks tomi kok kamu jahat hiks" kata wulan smbil nangis
"Jahat?? Haha lu yang udah buat gue begini!!!" Ujar tomi sambil tertawa kejam.
"Tomi kamu apa-apaan? Dia wanita tom, harusnya kamu jaga? Kaya kamu menjaga tania." Nasihat ibu sary
"Wanitanya kaya mana dulu, kalo tania yah pantes tomi jaga. Kalo dia?" ucap tomi sambil tersenyum sinis. lalu melajukan motornya meninggalkan wulan yang sedang menangis
Setelah tomi pergi, bu sari mencari kotak P3K. Untuk mengobati luka yang disudut bibir wulan karena ulah tomi.
"Nak wulan punya masalah apa sama tomi, kayanya tomi gak suka banget sama kamu?" Tanya bu sary seraya mengobati wulan
"Jadi waktu dulu wulan sama tomi sepasang kekasih, dan wulan cuekin dia tapi serius tan, wulan sakit ngelakukan itu. Wulan dapat tawaran dari temen sekelas katanya dia mau bayarin wulan kuliah di london tapi ada syaratnya wulan harus menjauhi tomi, karena wulan mau banget kuliah disana mau tak mau syaratnya wulan penuhi" jelas wulan
__ADS_1
"Tante tahu kenapa dia begitu, karena dulu cintanya kamu buang sia sia jadi dia kecewa, marah, kesel. Kenapa gak coba kamu kasih penjelasan" saran ibu sary
"Wulan udah coba itu tapi dia gak mau maafin wulan" lirih wulan
"Tante juga gak bisa bantu, hati kan gak ada yang tau." Kata ibu sary menyerah
"Nggak papa tan, wulan mau pergi juga kok" ucap wulan
"Pergi kemana?"
"Keprancis cuma 2 bulan doang sih, kasih tau tomi ya tan, soalnya aku besok pagi berangkatnya" kata wulan
Ibu sary tersenyum. Mengobati pun sudah selesai, lalu wulan berpamitan.
__________
Ditempat lain nek sutri berada di brankar, yang sendang menunggu wanita itu terbangun.
Tania membuka matanya perlahan hal yang pertama dia lihat ruangan yang bernuansa putih aroma obat menusuk di indra penyiuman tania. kepalanya terasa nyeri tangan kanannya memegang kepalanya, seluruh tubuhnya bahkan pegel2 yang sangat pegalwk
"Eh kamu udah sadar" ucap nek sutri, tania memdengar suara itu menoleh kesampingnya
"Nek sutri, nenek nemuin kamu di tepi sungai" jelas nek sutri singkat
"Aku? Sungai? Kenapa disungai?" Tanya tania linglung
"Nama nak siapa?"
"O ya saya lupa, nama saya tania nek? Makasih yah udah nolong nia nek. Nia gak tau kalo gak ada nenek? Tapi nia mau pulang nek"
"Nak tania baru saja pulih, jangan mikirin pulang" tolak nek sutri
"Tapi nek, siapa yang bayar rumah sakit ini? Tania gak mau ngerepotin nenek, tania kuat nek" ucapnya terus membantah
"Nggak ngerepotin udah gak usah mikir begitu, nenek seneng loh bisa bantu nia." Ucap nek sutri
"Makasih banyak ya nek.. tapi kalo boleh tania nanya? Nenek disini tinggal bareng siapa?" Tanya tania
__ADS_1
"Nenek tinggal sendiri, kakek sudah tiada" lirih nek sutri
"Maaf nek nia gak tau" kata nia sambil menundukan kepalanya
"Nggak papa nak. Kalo mau pulang makan yang banyak" ucap nek sutri membuat tania terdiam sambil senyum
Namun entah pikiran apa yang merasuki tania, ia memikirkan tomi gimana kalo tomi gak bisa jaga hatinya,jaga mata, tania sekarang berbaring dirumah sakit tanpa orang tua, tanpa orang yang tania cintai. Tomi juga laki-laki biasa, wulan? Tiba2 tania memikirkan wulan. Pikiran aneh tentang wulan kini memenuhi otaknya, Wulan diakan mau tomi kembali jadi miliknya? Atau jangan jangan wulan berhasil ambil tomi darinya? Apa semua laki laki sama selalu memainkan perasaan wanita!! Arghh apa tomi sama seperti ilham yang memduakanya? Batin tania membuatny tambah pening
"Arghh" teriak tania sambil menjambak rambutnya frustasi
"Gak boleh? Tomi sama wulan itu mantan nanti kalo mereka balikan terus tunangan, nikah dan ternyata...tan hapus pikiran buruk lu." Batinnya
"Tomi awas aja kalo sampai ngehancuri kepercayaan gue, gue akan balas itu" batin tania sambil tersenyum sindir
Tiba2 suster datang keruangan tania bersama dokter untuk memeriksa tania.
"Nia nggak papa kan dok?" Tanya tania dengan nada panik
"Nona nia baik-baik saja, nona hanya butuh istirahat yang cukup, dan masih berada disini seminggu lagi" jelas dokter yang ber name tag vinka.
"Tapi..." belum saja tania selesai ngomong sudah di potong oleh nek sutri " kamu harus bersabar, ini demi kebaikan kamu nak" ucap nek sutri yang ada di samping brankar tania, tania mengangguk dengan wajah kecewa
"Dok, kenapa tubuh saja seperti mati rasa" keluh tania pasalnya saat bangun tania merasa tubuhnya kram seperti mati rasa
"Karena nona nia sudah lama berbaring, maka itu efeknya dan mungkin karena nona kedingin yang membuat tubuh nona nia seperti ini. Tapi nona jangan khawatir ini cuma sebentar? Oleh karena itu nona harus lebih lama berada disini, dan makan yang banyak? Saya permisi dulu" jelas dokter vanka dengan lembut.
________
Di rumah tua tomi duduk dengan tatapan kosong, dia berfikir dia menampar wajah mulus wulan dengan sangat kencang, Melihat wulan menangis sesedukan karena ulah tomi pipinya tampak lima jari tomi disana. Entah ada setan apa bisa membuat melakukan hal keji itu, rasanya saat melihat wulan tomi sangat merasa bersalah.
"Arghh" teriak tomi frustasi sambil menjambak rambutnya
"Tom, kenapa lu teriak2 sendiri, stress yah" kata salah satu geng Blackfull nama geng tomi
"iya setress gue, mana udah bosen hidup" ucapnya ngasal
"bosen hidup, kalo lu mati mau masuk neraka hah, dosa lu banyak. kemaren aja ke club malam" ucap joshua, tomi menatap joshua dingin dan tajam
__ADS_1
"anjirr, lu malah nyumpahin gue ban*sat temen jahanam loh" kata tomi dengan nada sedingin mungkin, joshua hanya cengengesan