COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU

COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU
Terserah judulnya apa???


__ADS_3

"ih mas minggir" ucap tania sedangkan tomi tidak menghiraukan ucapan tania ia masih memeluk tania dari belakang dan menaruh dagunya di pundak tania membuat tania geli


"udah sih aku mau masak dulu, minggir dong" ucap tania tapi tetep aja tomi menganggap omongan tania itu angin.


tania membalikan tubuhnya.


cup!


tania mencium sekilas bibir tomi? hanya sekilas


"Mas, mending kamu duduk" kata tania gak bisa nyelow


"Oke" jawab tomi lesu lalu beranjak ke sofa.


▫️▫️▫️


mereka sudah selesai makan, tomi sudah beranjak ke kamar tanpa ngomong sepatah pun, sedangkan tania sedang mencuci piring bekas makan mereka


setelah selesai dengan kegiatannya tania langsung ke kamar mencari suaminya. tania membuka knop pintu kamarnya tanpa mengetuk terlebih dahulu, pandangan pertama yang tania liat yaitu tomi yang baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit dipinggang tomi.


"Argh" teriak tania sambil menutup wajahnya dengan tangan


"Terkejoed abang terheran-heran" balas tomi


"Pakai baju dulu sana aku tutup lagi pintunya" ucap tania lalu menutup kembali pintunya dan dia menunggu didepan pintu dengan wajah yang seperti tomat rebus.


beberapa menit kemudian tomi membuka pintunya.


"masuk" ucap tomi dia jalan terlebih dahulu dan duduk di tepi ranjang, tania pun mengikuti tomi, tania duduk disamping tomi, canggung yang mereka rasakan berdua.

__ADS_1


"Siang-siang gini mandi" ucap tania


"Gerah emang gak boleh" balas tomi santuy


"boleh kok" ucap tania kikuk entah kenapa mereka jadi canggung gini bukan mereka melainkan tania, tomi membawa tania untuk bebaring bersama.


"aku lagi-" belum selesai tania ngomong tomi sudah memotong


"Aku tau" sambung tomi


"aku cuma mau, nih" lanjut tomi lalu mencium pipi tania dengan bertubi2. membuat pipi tania merona merah.


"udah mas udah" ucap tania menahan tawa


"iya udah nih" kata tomi sambil duduk dan menyandarkan punggungnya dipunggung ranjang


"sayang nanti sore kita jalan-jalan yuk?" ajak tomi


"kemana aja"


"arghh" jerit tania sambil menutup wajahnya dengan telapak tanganya


"kamu kenapa?" tanya tomi dengan nada khawatir


"itu" ucap tania tangan satunya menunjuk ke arah dinding dan tomi mengikuti tangan tania tomi hanya memutar bola mata malas


"lain kali gak usah teriak-teriak, nanti orang kira aku perkosa kamu" ucap tomi datar tania menoleh ke tomi


"HUAAAAA TOLONG AKU DIPERKOSAAAAAAHAHHHHHH" teriak tania sambil mendesah

__ADS_1


"berisik tania" ucap tomi sambil memukul mulut cempreng tania pelan, tania langsung duduk menyila menghadap tomi.


"sssssh pelan pelan mas, sakit ah" ucap tania mendesah, tomi malah tersenyum miring.


"terus gitu terus nggakpapa, lanjutin? semerdekah kamu aja"


"lanjutin nih?" tanya tania menggoda, tomi mengangguk, tania menggigit bibir bawahnya


"kalo udah ngebangunin tanggung jawab tidurin lagi ya" ucap tomi, itu gak membuat tania berhenti


"ahhhh sakit mas sakit hikss ahhh"


"tau ah kamu kenapa" kata tomi pasrah sambil mengambil bantal dan menutup wajahnya dengan bantal


"aaaahhhhhhh mas ada darah hikss darah mas darah loh ini darah hikss mas" ucap tania sambil menarik2 bantal yang nutupin tomi


"mas darah keperawanan aku loh ini"


"bhahahahaha" tawa tomi sambil membuang asal bantal itu dan langsung duduk bersila dengan tawa tak henti


"kamu kenapa sih sayang, aneh banget" ucap tomi tawanya sudah mereda


"ngegoda kamu? kenapa sih kamu sulit banget aku goda padahal aku sexy kan" ucap tania kesal


"desahan mu kurang menarik" kata tomi santuy dan langsung beranjak dari kasur untuk pergi keruang tamu


tania merenungkan perkataan tomi tanpa menyadari tomi tidak ada dihadapanya


"apa-apaan dia ngatain desahan gue kurang menarik" gerutu tania

__ADS_1


"TOMIIIIIII SANJAYAAAAA" Teriak tania kesal, sedangkan tomi mengangkat bahu acuh dan melanjutkan menonton tv kartun favoritnya


__ADS_2