
1 bulan kemudian....
Tania yang siap2 untuk berangkat kuliah, sedangkan ara sudah pulang beberapa hari yang lalu.
"mama kali ini pulang deh kayanya tom, gimana ya klo mama minta nagih yg dia pinta" kata tania cemas
"gak usah di pikirin, lu kuliah dulu yang benar" kata tomi
Tomi pun mengantar tania hingga depan kampus nya, setelah itu tania masuk dan menyampar kan kawan2nya
"alika" kata tania yang mendekati alika
"iya apa" kata alika
"wan, kenapa kok alika diem gitu" kata tania
"sakit sih katanya" kata wawan
"sakit apa" kata tania
"sakit hati" kata ilham tiba2
"enak aja lu" kata alika kpd ilham
Mereka bergaduh dan berapa jam kemudian mereka pulang tania menunggu tomi dan tomi pun menjemputnya
"kok telat" kata tania
"mama udah pulang, kesel banget baru pulang udh ngomelin gue" kata tomi tania hanya tertawa kecil
"kenapa ketawa" kata tomi, tania tak menjawab dan langsung naik ke jok belakang tomi
"oh ya bahas tentang apa sih, pasti bahas tentang cucu ya" kataa tania
"iya padahal gue bilang udh usaha tpi tetap aja di omelin" kata tomi ngeluh ke tania.
"tom, sabar ya ini semua gara2 gue" kata tania
"udah gak usah ngerasa paling bersalah" kata tomi
"kita mau kemana" kata tania
"ya mau pulang lah mau kemana lagi, lu tuh harus temuin mereka lah" kata tomi
Saat sampai dirumah tania udah disambut oleh ocehan2 orang tuanya.
"gimana nia udah ada tanda2 hamil" kata ibu sary
"mama mah, kebelet punya cucu, aku yang ngejalani rumah tangga sama tomi aja gak kebelet punya anak" jelas tania
"bukan gitu, ngebantah aja klo di nasehatin" kata bu sary yang kesal
Tania yang langsung masuk kekamar dan mandi setelah mandi berpakaian dn duduk ditepi ranjang merenungi ucapan bu sary.
sedangkan tomi yang kena omelan di bawa
Tomi juga meninggalkan ibu sary yg sedang menasehatinya dan menuju kekamar untuk menenangkan pikiran tania
"udah gak usah di pikirin" kata tomi
"bapak kmn blm pulang" kata tania
" katanya sih ada tugas, makanya belum bisa pulang" kata tomi
"mau mama apasih kemaren suruh kita nikah, emang gue ini boneka apa yang bisa di mainin"kata tania
"kenapa sih lu harus berpikiran seperti itu" kata tomi
"lu mau gak ngikutin rencana gue kalo mau jalanin kalo gak mau ywdh" kata tomi
"apa" kata tania
__ADS_1
"sini" kata tomi tania pun mendekatkan wajahnya dengan wajah tomi, tomi membisikan sesuatu rencana, selesai membisik di telinga tania, dengan cepat tania mengeleng cepat.
"gak mau enak aja kalo lu gak bisa jag gmn" kata tomi
"bohongan doang tan, gak beneran" kata tomi
"kita buka pintunya dikit, terus lu ngedesah biar mancing mama ngintip gitu" kata tania
"terus klo mama gak denger gmn" kata tania
"ya lu teriak2 gak jelas lah biar mancing mama" kata tomi
"ywdh deh gue mau" kata tania
"tapi lu harus janji ini cuma bohongan gue takutnya kebobolan" kata tania yang mengeluarkan jari kelingkingnya agar tomi mau berjanji, tomi pun sama mengeluarkan kelingkingnya dan berjanji
"baju lu acak2, rambut lu acak2, oh ya keringetan" kata tomi memberi arahan
"ini seprainy jangan rapi2" arahan dari tomi kembali
"terus ambil celana apa ke trus taruh di sembarang tempat" kata tomi
"trs kalo misalnya ketauan gmn" kata tania khwatir
"ditutup pake selimut lah" kata tomi
"udah segitu aja banyak banget sih" keluh tania
"oh ya kurang satu leher merah" kata tomi
"gak usah kali tom" kata tania
"udah gak usah banyak tanya, bibir lu mana" kata tomi
"bibir" singkat tania
"iyh kalo cwe yang suka pake merah2 di bibir" kata tomi
"pokonya itu lah gue gak perduli" kata tomi tania pun mengambil tas make up nya
"gue gak punya lipstik adanya lipbam ama liptint trus warnanya bukan merah tapi warna pink" jelas tomi
"ck....gak ada ya, yaudah berarti cubit aja yang lama sampe merah" kata tomi
"dari pada di cubit mending dikerok" sambung tomi
"masa iya sih kulit gue kan mulus gini" kata tania yang memegang lehernya, tomi mengambil minyak agar kulit tania tidak luka
"dah" kata tomi, dan tiba2 buka baju membuat tania teriak
aaaaaaaaahhhhhhh
"belum di suruh teriak tania" kata tomi
"lagian kalo mau buka baju kasih aba2 kek" kata tania
"dah kita mulai dramanya" kata tomi
"mama ada di ruang tamu" kata tomi
"tom dosa tau bohongin orng tua" kata tania
"iya gue tau dosa tapi lu gak mau kan terus2san begini" kata tomi
"mulai nieh bener" kata tania meragukan
"yaudah cepet sebelum masuk kamar" kata tomi
"lu udah pernah ngerasain kan" kata tania
"ama gue waktu itu" kata tomi
__ADS_1
"ya udah kaya gitu aja ngomongnya " kata tomi
Drama mereka pun di mulai
"aaahh...ahhhh....tom pe...laaannn2" desah tania yang diteriak2 kan
"teriaknya lebih kenceng lagi" kata tomi
"nanti didenger sama tetangga malu tau" kata tania.
"pelan pelan tom" terika tania membuat ibu sary makin penasaran
"iya ini gue udah pelan pelan tahan ya" teriak tomi membuat ibu sary penasaran dan mau mengecek kamar tania dan tomi
"ibu udah baik tangga" kata tomi tania pun naik keranjang dan juga tomi dengan pintunya terbuka sedikit.
Tomi memasukan tubuhnya didalam selimut dengan membuka kancing baju tania yang paling atas membuat tania membisik dikuping tomi.
"kenapa di buka sih kancing nya" kata tania dengan nada pelan sekali
"biar kalo selimutnya ketarik jadi keliatanya kita gak make busana" kata tomi yang membukanya secara pelahan agar tidak ketahuan
"gue aja, yang narik tali branya gue aja" kata tania membisik di kuping tomi mereka saling berbisik bisik
"nanti kalu gagal semua rencana kita" kata tomi
Tomi pun kenarik tali bra tania tapi tidak terlalu kasar dan tidak semuanya, setelah itu selimut yang menutupi tania hingga leher sekarang turun hingga di atas dada tania
"lu pake celana pendek kan" kata tomi
"iya" kata tania
Tomi pun menarik selimut yang tadinya menutupi semua kakinya dan sekarang tomi menaikan hingga sepaha, setelah itu tomi mengeluarkan tubuhnya yang tadi di tenggelamkan di selimut kini duduk di samping tania, dan tania mepunyai ide sendiri
"Lu jahat, lu selalu maksa gue untuk ngelayanin lu, kalo lagi emosi pasti nimbasinya sama gue kenapa, lu selalu maksa gue tom, gue baru pulang kuliah lu malah ngajak gue beginian" kata tania yang memeluk pundaknya sendiri sambil memukuli tomi
Tomi pun berbalik kaya tadi sekarang keningnya ditempelkan dengan kening tania dan hidungnya berdekatan dengan hidung tania
"coba liat ke arah pintu masih ada mama gak" kata tomi
"masih sih tom tapi kayanya mama sedih gitu" kata tania
"udah pergi tom, baru aja" kata tania, tomi pun mengoleh kearah pintu tetapi memang sudah tidak ada, dan lebih pastinya tomi mengecek keluar dan benar ibu sary baru saja masuk kamar, lalu tomi pun menutup pintu kamar.
"ngapain sih riweh banget" kata tomi
"lu sih lagian jadi susahkan gue benerinya" kata tania
"mana sini gue yang benerin" kata tomi yang menarik selimut tania pegang
"jangan" kata tania
"mau di benerin gak sih tadi gue yang gulung2nya salah jadi susah, lu mana mungkin bisa tanpa harua melihatnya" kata tomi
"lagian suruh siapa sih di gulung2, nieh cepetan benerin" kata tania
Tomi berusaha mencabut benang yang bikin nyangkut
"kok gak bisa ya" kata tomi sambip mengaruk2 kepalanya
"terus gimana nieh" kata tania
"sini gue tau" kata tomi
Tomi pelahan membuka bra milik tania, agar
lebih mudah tomi perbaikin, tangan tomi masuk dari belakang baju tania dan membuka bra tania, setelah itu tomi menggulung2 ke arah yang belawananan dan akhirnya selesai, tomi memasangkan kembali bra milik tania, tania pun mengancing bajunya
"makasih suamiku yang paling paling paling baik" kata kata tania
"lagian kaya gini kurang kerjan sekali" kata tania
__ADS_1
Bersambung