
Pagi pun tiba, tania masih didekapan tomi, saat tania bangun tania langsung mendorong tomi hingga tomi hampir terjengkal ke bawah ranjang...
"Lu kok peluk peluk gue sih, modus lu" kata tania sambil memeluk tubuhnya sendiri menutupi dadanya.
"Atau lu udah macem2 ya sama gue, jujur" sambung tania kini wajahnya terlihat panik
"Apaan sih, kaya sama orang lain aja" kata tomi
"Ya udah sih maaf kan gue panik" kata tania
"Lagian juga lu yang meluk2 gue, lupa apa" kata tomi
"Iya, sekarang jam berapa sih" kata tania
"Jam 7 pagi, hah jam 7" kata tomi yang terkejut sambil melototkan matanya
"Kesiangan, gara gara gue di peluk sama lu jadi kesiangankan, kebonya nular" kata tomib
"Jadi lu nuduh gue yang buat kesiangan" kata tania, tomi langsung masuk kamar mandi dan dan mengunci pintu, tania mengedor gedor pintu kamar mandinya
"Lu kan gak ada kesibukan hari ini tom" kata tania sambil mengedor gedor
"Kata siapa gue mau pergi" kata tomi
"Gue ada ujian sekarang tom" kata tania
"Mau mandi berdua gak, kalo gak ya udah tunggu aja" kata tomi
Tania akhirnya ngalah dia duduk di tepi ranjang sambil menunggu tomi keluar, setelah keluar tania buru2 masuk kekamar mandi, tomi menggunakan baju biasa dan turun dari kamar untuk menemui pak tanoto. Tomi melihat pak tanoto sedang duduk di sofa didekat kolam tomi pun menghampiri
"Tom, ada apa kemari" kata pak tanoto melihat tomi yang menghampirinya
"Pah tomi mau ngomong sesuatu" kata tomi dengan nada serius
"Ngomong apa kok nadanya serius gitu" kata pak tanoto
"Gini pak kemarin tania ngomong ke a--ku katanya bapak butuh seseorang untuk kerja di kantor bapak, untuk menjadi manajer apa benar pah" kata tomi
__ADS_1
"Benar sekali tom, kamu mau kerja disana, jadi manajer" kata pak tanoto
"Ya tomi mau. tapi apa gak buat orang di kantor sana iri, yang udah bertahun tahun kerja." Jelas tomi
"Kamu kan anak bapak, ya gpp dong. Itu perusahaan bapak" kata pak tanoto, tomi tersenyum dan langsung memeluk pak tanoto
"Oh iya nanti siang kamu ikut bapak kekantor untuk memperkenalkan diri" kata pak tanoto
"Tapi tania gimana pah" kata tomi
"Tania pasti bisa ngertiin" kata pak tanoto
"Ya sudah seterah bapak saja aku ikut aja" kata tomi
"Dan bapak akan kasih kantor ini buat kamu nantinya nak, maafkan bapak yang gagal jadii bapak buat kamu. Bapak yakin kamu anak yang pintar dan berbakti, ini anggap aja hadiah buat kamu nak" batin pak tanoto sambil meneteskan air mata.
"Bapak kenapa nangis" kata tomi dengan lembut
"Gpp kok bapak nangis karena bahagia" kata pak tanoto
"Aku juga bahagia banget punya bapak sebaik pak tanoto, makasih ya pah" kata tomi
"Iya pah, mungkin allah belum kasih kepercayaan kepada tomi dan tania untuk diberikan momongan, lagian juga tomi belum siap jadi ayah apalagi tania belum siap jadi ibu, belum ada bekal buat nanti pah. Tomi mau tomi sukses dulu baru punya anak" jelas tomi
"Mulia sekali ya komitmen kamu dalam berumah tangga" kata pak tanoto.
Tania menguping percakapan keduanya, setelah itu tania menghampiri tomi. Tania memeluk tomi
"Ngomongin apa sih serius banget" tanya tania
"Gak, gak ngomong apa apa" jawab tomi
"Udah mau berangkat" tanya tomi
" iya, nanti jemput gue siang jam 12" kata tania
"Gak bisa deh tan kayanya" kata tomi tania cemberut
__ADS_1
"Kenapa gak bisa sih lu mah jahat" kata tania
Tania mencium punggung tangan pak tanoto dan langsung meninggalkan tomi
"Tuh kan pah liat ngambekan" kata tomi kesal
"udah kamu sabar saja ya" kata pak tanoto tomi pun menjabat tangan pak tanoto dan mencium punggung tanganya lalu pergi menyusul tania
Tomi menyalahkan motornya dalam perjalanan mereka hanya diam.
"Perut gue sakit" kata tania sambil meremas perutnya
"Aduh tom, perut gue sakit banget, berhenti dulu" kata tania sambil memeluk pinggang sendiri, tomi meminggirkan motornya, tania turun dari motor tomi
"Lu Belum sarapan" tanya tomi
"Udah tadi makan roti, bukan masalah makan tapi gue lagi...ups" kata tania sambil membungkam mulutnya
"Ya kali gue jujur banget soal beginian" batin tania
"Kenapa sih, ada yang lu tutupin dari gue" kata tomi
"Gak kok" jawab gugup tania
"Sory nieh ya, tadi gue gak sengaja liat dibelakang celana bercak warna merah" kata tomi, tania membelalakan matanya
"Gimana dong tom" kata tania panik
"Lagian kalo lagi datang bulan jangan pake celana putih" kata tomi
"Ih tomi" kata tania tersipu malu
"Baju lu aja keluarin" kata tomi memberi saran
"Kan baju gue panjang banget, gak nyambung dong kalo di keluarin" kata tania
"Bilang aja model baru" kata tomi
__ADS_1
Tomi melanjutkan menaiki motor dan menuju kampus
bersambung