
"Ibu endang kekurangan banyak darah, kebetulan stok darah O sedang kosong. Apa mas mau mendonorkan darah mas" jelas suster tersebut yang bername tag gita
"Golongan darah saya B sus, apa gak bisa"
"B? Gak bisa mas"
"Bisain dong"
"Gimana ya"
"Disini gak ada yang golongan O lagi emang?" Tanya gue, ya allah kenapa gini, masa bokap sih diakan golongan darahnya AB
"Kalo AB bisa?" Lanjut gue, suster itu geleng2
"Mas saya tinggal dulu ya, sebisa mungkin mas harus bisa menemukan pendonor darah itu? Ini darurat" setelah berkata itu, suster yang bernama gita itu masuk keruangan ibu endang
"Satu-satunya cuma tania" pikir tomi, siapa lagi kalo bukan tania mungkin darahnya cocok, kalo bisa pake darah kelinci aja malas gue nelpon dia. Eh
Tomi merogoh sakunya untuk mengambil handphone-nya, sekali telpon langsung dia angkat
"Halo assalamualaikum, kamu bisa kerumah sakit nusantara" ucap tomi
"..."
"Bukan saya, tapi ibu dia korban tabrak lari dan sekarang butuh pendonor darah. Oh iya golongan darah kamu apa?" Tanya tomi semoga aja cocok.
"..."
Sempet lega mendengar jawaban tania, tomi mematikan telpon itu. Lalu duduk dikursi tunggu depan ruang ICU
Beberapa menit tania pun datang dengan wajah panik.
"Ibu dimana? Dia baik-baik aja kan? Mana susternya aku siap diambil darahnya?" Tanya tania bertubi-tubi
"Ibu ada di-" kata tomi terpotong saat suster membuka pintu ruangan ICU
"Mas apakah anda sudah menemukan pendonor darah yang cocok" tanya suster gita
__ADS_1
"Saya" ucap tania antusias
"Mari mba ikut saya untuk memperiksa cocok atau tidaknya"Kata suster tersebut,
Tania mengikuti suster itu sambil menarik tangan tomi, saat sampai diruangan yang bernuansa putih dan aroma obat yang menusuk, tania meneguk susah salvianya. Ada suster yang menyiapkan jarum suntik, tania menghela nafas panjanggg. Ini buat ibu endang' pikirnya
"Mba jangan tegang ya, mari duduk sini" intruksi dokter
Tania mengikuti intruksi dokter tersebut.
Saat tania sudah duduk diatas brankar jantung nya berdebar gara-gara jarum suntik sialan itu.
"Tom pelan-pelan" ucap tania sambil menggigit bibir bawahnya, tomi hanya mengernyit heran
"Kok kamu ngomongnya ke saya, bilang ke dokternya pelan-pelan" tania mendengus kesal mendengar jawaban tomi yang sangat formal
"Sakit gak sih dok?" Tanya tania dokter itu hanya tersenyum membuat tania semakin heran
"Jangan tegang nanti jarumnya patah didalam lho" kata tomi
"Ya sudah mba-nya Rileks aja, tarik nafas terus buang supaya lebih rileks" perintah suster gita
"Sssaaakiittttt aww Sakit mphhh" teriak tania tomi dengan sergap menutup mulut cempreng tania dengan tangannya
"Berisik" bisik tomi tepat ditelinga tania
"Nah sudah, gak sakit kan" ucap dokter sambil senyum2
Dokter itu pun pergi dari ruangan ini tersisa tomi dan tania
"Udah tau sakit malah dibekep-bekep segala" ucap tania sambil memajukan bibirnya
"Makasih atas darah anda" ucap tomi lalu ia keluar dari ruangan tersebut, tania menyadari akan perubahan tomi ia langsung mengejar tomi
"Tomiiii tungguuu" teriak tania, tomi hanya mengangkat bahu acuh
"Gak usah ngejar saya" teriak tomi tanpa menoleh, tentu tania merasa ini aneh, ada apa dengan tomi? Kenapa tiba2 berubah? Perasaan tania gak buat salah. Tania tak menghiraukan teriakan makhluk astral yang menyerupai tomi, hehe maafkuen istrimu ini.
__ADS_1
Tania menyamakan langkah kakinya hingga sampai disamping tomi
"Lebih baik anda kembali ke kantor" ucap tomi dingin tanpa menoleh kesamping
"Kalo ngomong tatap aku, aku disamping kamu bukan di depan kamu" kata tania
"Anda tidak dengar saya ngomong apa, lebih baik anda kekantor dan maaf saya ganggu waktu anda bersama PACAR anda" kata tomi dengan nada datar dan menekankan kata 'pacar'
'Pacar, siapa kok gak jelas sih' batin tania, sedangkan tomi sudah melenggar pergi meninggalakan tania yang sedang berfikir
"Pacar siapa sih ilham diakan mantan gue, gue kayanya gak punya pacar deh ngaur aja sih tomi" gumam tania sedang berfikir keras
Tania langsung berjalan menuju ruangan bu endang pasti tomi ada situ. Dan benar saja tomi sedang duduk depan ruangan bu endang, etss tapi tunggu kenapa dia berantakan banget, pelahan tania berjalan kearah tomi
"Sudah saya bilang sebaiknya anda pergi dari sini, oh saya tau anda mau marah kepada saya karena mengganggu waktu berdua anda dengan kekasih anda. Silakan anda marah saja" ucap tomi sangar
"Kamu kenapa, kalo kamu mau marah sama aku marah aja bilang kesalahan ku dimana, jangan seperti orang asing. Ku mohon salah aku dimana bilang hiks hikss" kata tania sambil terisak, tomi lemah melihat wanita yang ia sayang menangis begitu, apa dia begitu egois tidak mau mendengarkan tania, tomi membawa tania ke dalam pelukanya membuat tania semakin menjadi-jadi nangis didada bidang tomi.
"Jangan cengeng"
"Kamu yang buat aku nangis, salah aku dimana bilang" ucap tania sambil mendongakan kepalanya, mata merah, hidung merah dan ingus meler kaya anak kecil
"Emang kamu gak denger aku ngomong apa" ucap tomi sambil menyeka air mata yang keluar dari mata indah tania
"Yang mana?" Tanya tania bingung
"Sudahlah lebih baik kamu pergi ke kantor, pacar mu menunggu mu"
"Pacar?? Aku gak punya pacar tom, yang aku punya kamu suami aku" tania coba menjelaskan
"Adam siapa kamu?" tanya tomi
☄Bonuss pict tomi☄
***
__ADS_1
Bersambung...