
Di perjalanan pulang kerumah ibu sary, saat di pertengahan jalan perut tania keroncongan(alias laper)
"tomi berhenti disini aja" kata tania yang melihat ada tukang nasi goreng
"kenapa" kata tomi
"udah berhenti disini gue laper,gue mau nasi goreng itu" kata tania, tomi pun memberhentikan motornya
"pak nasi gorengnya dua" kata tomi
"oke tunggu dulu ya" kata penjual nasgor
"emang lu mau makan juga" kata tania
"ya iya lah emang lu doang" kata tomi
"mas nasgornya pedas atau tidak" kata pe jual nasgor
"lu mau pedes gak" kata tomi kpd tania
"iy pedes aja" kata tania
"dua dua pedas pak" kata tomi
Tania dan tomi menyantap makananya, saat selesai makan tomi yang membayar semuanya, mereka pun kembali berjalan
"makasih ya udah dibayarin" kat tania penuh semangat
"ganti uang gw lah" kata tomi.
"kok ganti gak jls banget deh" kata tania
"bodo pokonya ganti." kata tomi
"suamiku masa sama istrinya perhitungan sih" kata tania berubah manis
"gak mempan" kata tomi
"yudh brp gue harus bayar, dasar pelit" kata tania kesal
"gak usah bayar pake uang" kata tomi
"gak usah aneh2 deh tom" kata tania semakin kesal dengan tomi
"lu malam tidurnya di ruang tengah gak boleh di kamar" kata tomi
"apa2an sih gk bisa begitu lah, itukan kamar gue" kata tania gak terima
__ADS_1
"itu kamar gue sayang bukan kamar lu" kata tomi
"kejam bet dah kaya psikopat" kata tania
"terima ya, katanya lu sayang sama gue, dari pada gue minta yang lain" kata tomi
"iya gue sayang ama lu tapi kayanya lu gak sayang deh ama gue" kata tania penuh keraguan
"gue sayang sama lu, apa mau ganti lagi" kata tomi
"iya ganti jangan yang itu" kata tania senang
"ya udah malam ini kita buat anak ya" kata tomi senyum mesum
"gila lu ya, gak mau, gue terima yang pertama aja" kata tania
"serius lu mau yang pertama gak kedua, yang ke dua lu masih dikamar loh" kata tomi
"otak lu kayanya harus disapu deh ngeres soalnya" kata tania
"gue laki-laki biasa sayang" kata tomi
"kayanya pala lu habis kebentur deh jadi mesum pikiranya" kata tania tomi tidak menjawab lagi,
saat sampai di rumah tania langsung masuk dan melihat pak tanoto dan bu sary sedang duduk dan menonton tv tania menyamparkan bu sary dn pak tanoto dan salim sama seperti tomi juga langsung salim, tania menaikin 4 buah anak tangga dipanggil oleh tomi
"mau ngapain" kata tomi
"mau kekamar mau mandi,udah panas tau gak" kata tania sambil mengibas2 wajahnya dengan tanganya
"gak boleh" kata tomi
"lah kenapa gak boleh,gw cuma mau mandi ya kali gue gk mandi" kata tania
"lu tadi pilihnya apa yang pertama" kata tomi
"iya yang pertama, setidaknya gue ambil baju buat ganti, nanti gue mandinya di kamar mandi tengah" kata tania yang langsung meninggalkan tomi.
"kalo lu masuk kamar berarti lu milih no 2" kata tomi membuat tania terdiam dan tidak jadi membuka pintu kamarnya tomi pun menghampiri tania
"kenapa sayang kok berhenti" kata tomi dengan senyum mesum
"gue harus gmn" kata tania bingung
"lu pilih yg pertama pergi dari sini" kata tomi
'gue kerjain juga lu lama2' batin tania
__ADS_1
"tom, gue berubah pikiran, gue mau bikin anak sma lu" kata tania dengan penuh kebohongan
'yess, akhirnya berubah pikiran juga' batin tomi sangat senang.
"seriuskan udh masuk" kata tomi sambil membuka pintu dan menarik tania masuk kamar.
"tapi bohong haha" kata tania yang meraih pintu untuk keluar tapi tangannya di tahan oleh tomi, tomi mendorong tania hingga jatuh ke ranjang tomi membuka kaos nya membuat tania terkejut
'tadi kan gue boongan tapi kenapa jadi beneran' batin tania
Tomi menindihi tania, dan mencium bibir tania ciuman itu berlangsung lama dan tidak tinggal diam tangan tomi meraba-raba tubuh tania membuat tania geli dengan kelakuan tomi, ciuman turun ke leher tania membuat tania merasa tidak nyaman
'Gue gak bisa tinggal diem gini aj' batin tania
"ahh....to....mi stopp udh" kata tania terenggah enggah
tomi membuka kancing baju tania satu kancing terbuka tubuh tania semakin bergetar tania menghalangkan tomi untuk membuka bajunya, dengan sekuat tenaga tania mendorong tomi tapi itu hanya sia-sia saja tenaga tomi terlalu kuat
"gue blm mau tomi, lepas" kata tania
"tom, please stop....samaa aja lu perkosa gue" kata tania
"mah pah tolong niaa" teriak tania
"pah denger gak tania minta tolong" kata bu sary
"papa gak denger apa2 bu, udah paling perasaan ibu aj" kata pak tanoto bu sary mengangguk
Tomi terus beraksi, tania teriak panggil mama, papanya tpi tidak ada yang mengetuk pintuny, tania pun pasrah karena nia udah gak bisa berbuat apa-apa lagi tania hanya menangis saat tangan tomi ada di payudara, tomi yang menyadarin tania menangis langsung berhentikan aksi nya
"gue minta maaf jangan nangis dong" kata tomi penuh penyesalan.
"katanya lu gak bakal maksa gue nyatanya apa tomi" kata tania menangis
"ya gue khilaf" kata tomi
"khilaf kata lu" jawab tania penuh amarah
Plakkk...(tamparan melayang dipipi tomi)
"lu marah sama gue" kata tomi
"lu pergi dari sini gue gak mau ngeliat lu lagi" kata tania sambil menangis
"gue minta maaf sayang, jangan nangis lagi ya" kata tomi mengelus pipi tania, tania menepisnya
"gak usah panggil gue sayang,dan jangan sentuh sentuh gue, pergi dari sini tom" kata tania yang membelakangi tomi
__ADS_1
"okey gue akan pergi dari sini" kata tomi sambil meninggalkan kamar tania