
"tom," panggil tania yang masih berada di motor
"apa"jawab tomi
"gendong" kata tania
"capek tania bisa turun sendirikan" kata tomi malas.
"gue gak mau turun, bodo kalo lu gak gendong gue, gue gak bakal turun" kata tania,tomi tak menghiraukan tania, tomi langsung masuk ke rumah bu sary mengucapkan salam, dan tomi langsung duduk di sofa sambil menyalahkan tv.
'ck ribet banget sih jadi cowo kurang peka banget' batin tania yang langsung turun dari motor tomi dan masuk ke rumah, tania melihat tomi sedang duduk di sofa, tomi menyadari tania masuk dan menyindirnya.
"katanya kalo gak di gendong gak turun, kok sekarang turun sih" sindir tomi, tania menghampiri tomi yang sedang duduk di sofa dari belakaang sofa tangan tania melingkar di leher tomi dari belakang dan mengacak2 rambut tomi.
"makanya jadi cowo yang peka dikit napa" kata tania.
"gue kurang peka apa sih,gue udah peka banget sama lu" kata tomi, tania pun mengambil posisi duduk di samping bersama tomi,
"tom tau gak gue---" kata tania terpotong saat bu sary yang muncul di hadapan mereka
"gimana nginepnya enak" kata bu sary
"enak apaan" jawab tomi
"kok gitu jawabanya knp, kalian berantem,, udh saling dewasa harus ngerti, apalagi kalian udah nikah pikiran kalian harus lebih dewasa lagi, jangan kaya kanak2 lagi, nia juga gak boleh manja2 banget, terus nia harus hormat sama tomi, coba deh nia buka hati buat tomi dan sebaliknya, cuma sekedar pacar dulu, lama2 kan perassan itu timbul dengan sendirinya" jelas ibu sary yg menasehati mereka.
"nia gak berantem sama tomi mah, lagian tania juga masih remaja blm dewasa, yg udh dewasa itu tomi, tania kan masih sekolah" balas tania
"jawab aja," kata bu sary yang mulai kesal
__ADS_1
"terua tomi sama nia harus gimana mah, dulu tomi sama nia nikah dadakan, terus mana kepikiran sih untuk ngurus rumah tangga di umur nia segini, mana bisa nia sama tomi ngebangun rumah tangga," jelas tania
"ibu tau kalian menikah karena perjodohan, ibu capek tau kalian berantem mulu, dikit2 berantem, masalah sepele berantem" kata ibu lagi
"ta----" kata tania terpotong saat jari telunjuk tomi mendarat di bibir tania mengarti kan tania suruh diam.
"iya mah, insya allah tomi sama tania berubah" kata tomi
"penampilan tania kenapa kaya gini' kata ibu sary
"oh ini tadi tania lupa bawa salin mah ini baju tomi" kata tomi
"yaudah kalian makan dulu mama udh siapin di meja makan, mama tunggu kalian di meja makan ya" kata bu sary, dan langsung ke meja makan
"ikek sekali gue sama mama" kata tania ngedumel.
"tom, cewe yg di foto itu siapa sih mantan lu?lu blm jawab ya kemarin" kata tania
"iyh itu mantan gue waktu smk puas" sambung tomi
*******........*******
Saat makan ibu menceritakan bahwa yudha datang.
"tan nanti malam kita dinner bareng om yudha ara tante sekar" kata bu sary
"om yudha udah pulang mah" kata tania
"iya udah" kata ibu sary
__ADS_1
"wah tania bisa minta uang sama om yudha dong" kata tania yg antusias
"tania" kata ibu sary lirih
"maaf mah" kata tania sambil menunduk
"tapi bapak gimana" kata tania
"bapak ikut tunggu aja bntar lagi juga pulang" kata bu sary
"tomi gak ikut ya" kata tomi angkat bicara
"loh kenapa gak ikut sayang.....upss" kata tania keceplosan bilang sayang didepan ibu sary, ya aslinya gpp sih tapi tania merasa malu
"sayang, wah wah wah udah ada yang jatuh cinta nieh"lirih ibu sary sambil tersenyum
"eh buka mah.. maksud nia sayang kalo gak ikut, orang tania belum selesai ngomong" kata tania.
"kenapa gak ikut tom" kata tania
'masa sih gue jujur kalo gue mau???, ah gak gak mana mungkin gue ngaku bgtu' batin tomi
"tomi gak bisa aja gimana dong" kata tomi
"gak bisa gitu dong ini kan acara keluarga" kata ibu sary
"iya ih tomi lu mah gak asik" kata tania
"om yudha jarang2 loh bisa ketemu kaya gini, sayang banget kalo lu gak bisa sekrang, itu om lu tau" kata tania.
__ADS_1
"iya iyah gue bisa" kata tomi, tania tersenyum