
Tomi yang masih terlelap, dikamar banyak sekali pakaian tania yang berserakan di atas ranjangnya. Ya,, mungkin dengan begini tomi bisa merasakan tania ada di sampingnya.
Tok!tok!tok
Suara ketukan pintu membuyarkan pikiran tomi
"Tom, makanan sudah siap" kata sari dari depan pintu, pasalnya tomi masih duduk di tepi ranjang.
"Iya tomi nanti nyusul"
Sari turun kembali karena jawaban tomi, sari melihat suaminya yang sudah duduk manis di meja makan.
"Pah tunggu tomi dulu nggak papa kan" Pak tanoto hanya mengangguk
Tomi pun menyusul ke meja makan. Sudah dua bulan tania meninggalkan tomi, usaha yang tomi lakukan tidak ada hasilnya, dia sering kali ke jurang berharap bisa menemukan tania dengan selamat? Menyuruh temannya untuk membantu mencari tania tapi tetap nihil, tomi pun selalu beriktiar dalam do'a nya.
Tomi duduk di meja yang kosong, mengingat kenangan dimana dia selalu bercanda bahkan berantem.
"Tania mau makan apa?" ucapnya tanpa sadar sambil menatap kursi yang kosong di sebelahnya
"Tania mau ikan? Ini enak loh? aku kangen kamu sayang" kata tomi kalimat terakhir ia bergumam sambil menjambak rambutnya frustasi bu sari dan pak tanoto melihat itu langsung menghampiri putrannya dan memeluknya
"Nak, yang sabar" ucap pak tanoto
"Pah tomi salah apa sampai sampai tania ninggalin tomi" lirih tomi
"Hust...tomi gak salah apa apa, ini namanya takdir nak? Papah yang ngurus tania dari bayi, balita, remaja, hingga sampai dewasa dan memiliki keluarga kecil bersamamu, papah sama mamah sama kaya kamu terpukul? Kamu bayangin mamah papah rawat dia, kamu pasti tau sesakit apa kami ditinggal tapi kami bisa meng-ikhlaskan" jelas pak tanoto, tomi mencerna ucapan pak tanoto, jelas saja pak tanoto pasti orang yang sangat terpukul? Tapi ia masih bisa tersenyum?.
"Pah, mah tomi tau itu, tomi sudah mencobanya pah tapi gak bisa" katanya sambil menundukan kepalanya
"Udah udah makan gak usah bahas tania, maaf tomi datang ke kehidupan kalian hanya membawa petaka" ucapnya santai setara menaruh nasi di piringnya
Bu sari mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya, bu sari berencanya menjodohkan tomi dan wulan.
"Tom, mamah mau ngomong" kata bu sary
"Itu udah ngomong"
"Mamah mau kamu menikah" kata bu sary to the point
"Uhuk uhuk uhuk" mendengar ucapan bu sary tomi tersedak lalu mengambil segelas air dan mengosongkan isi nya
"Tomi kamu nggak papa nak" ucap bu sary khawatir.
__ADS_1
"Nikah? Maksud mamah tomi nikah lagi" kata tomi ingin memastikan
"Iya mamah mau kamu menikah lagi"
"Dengan.." ucapnya santai memalas
"Wulan" mendengar bu sary mengatakan wulan menjadi calonnya membuat tomi membulatkan matanya sempurna, ini Memang rencana wulan bukan? Dia menginginkan nikah dengannya? Pikir tomi
"Nak mamah tau wulan mantan kekasihmu, kamu pasti masih mencintainya" kata bu sary, karena tomi tidak memberikan respon sepatah pun
"Mamah mau ngejodohin aku lagi"
"Iya nak"
"Tomi gak ada perasaan apa pun dengan wulan"ucap tomi keukeh
"Mamah tau kamu dikecewain dengan wulan, tapi cobalah buka hati kamu nak?" kata bu sary yang tetep keukeh membuat telinga tomi panas
Plak...
Tomi bangkit dari duduknya memukul meja makan dengan kuat hingga menimbulkan suara yang suangat kencang membuat sary dan tanoto terlonjak kaget.
"Tomi hanya mencintai tania!! Wulan dia siapa mah!!! Dia yang udah ngehancurin kebahagian tomi! Kalo mamah tetep kekeh dengan perjodohan ini tomi bakal pergi dari sini!!? Dan saat tomi pergi tomi gak bakal kembali kerumah ini sampai kapan pun!!!" Ucap tomi meninggikan suaranya karena emosi. Setelah itu meninggalkan sary dan tanoto yang masih mematung di tempat makannya.
"Pah" lirih bu sary, pak tanoto langsung memeluk bu sary
"Mah kenapa mamah mau menjodohkan tomi dengan wulan,mamah gak boleh menjodohkan tomi seperti itu" kata pak tanoto
"Papah, mamah mau biar tomi gak murung mulu. Udah dua bulan pah tania meninggal mamah gak mau tomi murung, oleh karena itu mamah mau menjodohnyanya" jelas bu sary dengan nada kesal suaminya malah menyalahkannya
"Papah tau mah, tapi tomi bukan anak kecil lagi. Apa mamah gak liat dia sampai seperti orang gila kehilangan tania, seharusnya kita sebagai orang tuanya bisa menenangkan pikiranya yang sedang kelut? Tomi sangat mencintai tania? Kita tidak boleh egois mah" Kata pak tanoto sambil melepaskan pelukanya
"Mamah gak mau kehilangan tomi pah, cegah dia untuk tidak pergi dari sini?" Ujar bu sary meminta mohon
"Papah akan cegah putra kita" kata pak tanoto
Dikamar tomi mengambil foto tania saat tersenyum berkali2 mengusap lembur foto tersebut...
"Udah cukup lu hukum gue kaya gini" gumam tomi
"Gue tau tan selama ini gue salah,gue janji gue bakal berubah, gue sayang sama lu, gue kangen sama lu?" Gumam tomi diikuti keluarnya cairan bening dari matanya dan buru-buru menyeka cairan bening tersebut.
Tok!tok!tok
__ADS_1
Suara ketukan pintu karena pikiran tomi sedang tidak karuan ia tidak mementingkan ketukan itu
"Tom, papah masuk ya" ucap pak tanoto sambil membuka pintu tomi
Ceklek
Suara pintu terbuka membuat tomi mengalihkan pandangan ke arah pintu lalu kembali memandang foto tania
Pak tanoto memasuki kamar tomi, saat melihat diatas ranjang banyak baju yang berserakan, sedangkan tomi duduk di tepi ranjang. Pak tanoto menghampiri tomi
"Ini pakaian tania?" Tanya pak tanoto saat sampai di dekat tomi, tomi mengangguk
"Maafin mamah ya tom, papah sudah bicara dengan mamah, gak ada perjodohan?" Kata pak tanoto membuat tomi senang dan memeluk pak tanoto
"Apakah itu benar? Tomi gak bakal nikah dengan wulan" kata tomi memastikan dan melepaskan pelukanya
"Iya"
"Pah" lirih tomi sambil menundukan wajahnya, dia menyesal telah membentak bu sary
"Iya kenapa"
"Maaf, maaf tomi gak bermaksud untuk berkata seperti itu ke mamah, hanya tomi tidak mau di jodohkan pah. Tomi mencintai tania dan hanya tania.?"
"Papah tau kamu mencintai tania, gak perlu minta maaf kamu gak salah." Sambil tersenyum tipis
"Tetap sama tania gak mau nyari yang lain? Masa mau jadi duda sampai tua" kata pak tanoto menggoda
"Duda" ucap tomi mengerutkan keningnya. Apa bener sekarang tomi duda?.
"Papah apaan sih? Tomi bukan duda" sergah tomi yang tidak terima dikatakan duda
"Iya iya, Tomi mau kerja lagi gak?" Tanya pak tanoto.
"Tomi mau pah, tapi apakah tomi masih bisa berkerja disana?" Tanya tomi pasalnya tomi sudah tidak berkerja disana dua bulan belakangan ini
"Nggak papa dong, perusahaan ini buat kamu" ucap pak tanoto, tomi mengerutkan keningnya heran.
"Buat aku pah?" Kata tomi karena tidak percaya.
Typo bertebaran'-'
Gimana part ini kebanyakan sedih ya?
__ADS_1
Padahal tomi sangat sayang sama tania tapi kenapa jadi begini? Kalian bertanya2 gak sih...
Kalo gak nanya gpp bye..