COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU

COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU
ketulusan


__ADS_3

"tom, jangan ketus mulu sih" kata tania mengerutkan keningnya


"seterah gue" jawab tomi


"yaudah tom, turunin gue di sini aja" kata tania


"kalo gue gak mau gimana?" kata tomi


"mau lu apa sih, diajak ngomong dingin banget" kata tania kesal


"gue cuma mau lu itu tau kalo gue suka sama lu" (batin tomi)


"udah turunin gue disini aja" kata tania


"lu mau ngomong apa, gue dengerin" kata tomi.


"gue harus gimana ya kali gue ngungkapin perasaan gue duluan, gimana ya" (batin tania)


"disuruh ngomong malah diem" kata tomi


"aduh gimana ya, bodoamat deh siapa tau pas gue ngomong gitu pikiran gue langsung plong" (batin tania)


"cepet gak ngomongnya," kata tomi


Tania menarik nafas dan membuangnya berusaha tidak gugup sangat ngomong


"tom, lu ada perasaan gak sih sama gue" kata tania berusaha tenang


"perasaan apa" kata tomi


"perasaan sukalah.....ih masaa gitu aja gak tau...." kata tania kesal


"suka" singkat tomi membulatkan matanya


"ck.....bodo lah" kata tania benar2 kesal


"gue mau pulang ke rumah ibu endang" sambung tania


"lu gak mau tau jawaban gue" kata tomi


"gak butuh....." kata tania yang ketus


Tomi tak menjawab dan langsung menuju rumah ibu endang,saat sampai di depan rumah bu endah tania turun, tania sangat malu dia udah ngomong begitu, harga dirinya mau ditaruh kemana, tania mengetuk pintu, pintunya ternyata tidak di kunci mereka langsung masuk.


"ibu mana" tanya tania celingak celinguk

__ADS_1


"ibu biasanya lagi belanja" kata tomi


"yaudah kekamar aja" kata tomi sambil menarik lengan tania


"disini kan bisa" kata tania


"gue maunya di kamar gak mau disini" kata tomi memaksa


"yaudah lu aja, gue mau disini" kata tania


"gue ini suami lu, lu gak boleh membantah, lu mau dosa" kata tomi


"lu tau pemaksaan itu dosa" imbal tania


"dan gue gak perduli" kata tomi sambil menyeret tania masuk ke dalam kamar, setelah tania masuk tomi menutup pintu dan menguncinya.


"kenapa di kunci" kata tania panik


"biasa aja gak usah panik gitu, gue gak macem2" kata tomi


"trs disini mau ngapain" kata tania


"gue mau ngomong penting banget" kata tomi sambil menatap mata tania


"lu beneran punya perasaan sama gue" kata tomi


"enggak gue cuma bercanda kok" kata tania mengeles


"oh cuma bercanda gak jadi deh gue ngomongnya" kata tomi


"eh.....eh....eh ngomong apa" kata tania penasaran


"gak jadi lu aja bercanda" kata tomi


"gue gak bercanda dah apa" kata tania benar2 penasaran


"gue juga suka sama lu" kata tomi


Tania kaget mendengar ucapan tomi, tania senang sekali ternyata perasaanya dibalas oleh tomi.


"lu bener2 suka sama gue" kata tania sambil memeluk tomi


"tapi lu nya aja yang gak nyadar" kata tomi


"tapi kenapa lu ketus banget sama gue" kata tania penasaran

__ADS_1


"gue ketus karna lu terlalu maksa untuk cerai" kata tomi


"tapi kenapa perasaan itu tiba2 muncul ya" kata tania yang masih bingung


"itu mah urusan illahi" kata tomi


Tania dan tomi masih berbincang, ibu dan bapa datang saat bapa duduk di ruang tamu dekat kamar tomi, bapa surya mendengar ada yg sedang mengobrol, bapa surya memanggil ibu endang yang sedang ada di dapur untuk mendengarkan orang sedang ngomong bapa surya tanpa berlama2 membuka pintu tapi di kunci dari dalam.


"bu, jangan2 di kamar ini ada maling" kata pak surya suara pelan


"masa maling ngobrol gitu sih pah" kata bu endang tidak yakin suara pelan


"siapa dong mah" kata pak surya bingung


"buka lah pintunya" kata bu endang


"dikunci mah" kata pak surya


"yang di kamar tomi siapa tolong buka kuncinya" teriak bu endang


"bu disini tomi" kata tomi


"kalo tomi berarti cewenya siapa dong" kata bu endang pelan


"tomi kamu di dalam ngapain kok ada suara cewe, kamu selingkuh dari tania" kata pak surya


"bukain aja tom pintunya biar enak ngomongnya" kata tania


"iya princes" kata tomi


tomi membuka pintunya


"maaf ya nia udah lancang berduaan dikamar sama tomi, soalnya tomi yang narik nia kekamar, nia ikut aja lah, maaf ya pah,bu. nia gak ngapa2in kok bu, jangan marah ya" kata tania menjelasakan membuat semuanya melongo.


"lu kenapa ngomong gitu, seolah2 kita masih pacaran" kata tomi


"tapi bener kita udah lancang" kata tania


"nia kamu gak lancang kok nak ini kan rumah kamu sendiri" kata pak surya


"bu,pah tomi mau pergi dulu sama tania dulu ya" kata tomi


"cepet banget gak mau makan dulu" kata ibu endang


"bu tania pamit ya" kata tania sambil menuju kedepan

__ADS_1


__ADS_2