
Tania mencari temometer untuk mengukur suhu tubuh tomi, saat ketemu tania langsung duduk di samping tomi tertidur. Tania berusaha untuk menaruh alat itu ke ketiak tomi, tiba2 tomi membuka matanya, tania langsung menaruh temometer di samping meja.
"Mau ngapain"tanya tomi
"Em...itu-gw mau nge...cek su hu tubuh lu" kata tania berpatah parah
'Aduh kenapa sih gue jadi takut gini sama tomi, nanti klo tomi tau bisa bisa ge-er" batin tania
"Kenapa sih kok takut gitu, ada yang salah sama gue apa" kata tomi
"Gak kata siapa gue takut sama lu, gue kaget tiba2 lu bangun" elak tania
"Lu tau wulan gak" tanya tomi sambil duduk mengambil posisi yang nyaman
"Wulan yang di caffe waktu itu kan knp" tanya tania penasaran
'Gue kasih tau gak ya, kalo gue kasih tau nanti di ngambek, apa ini waktu yg tepat, gue takut nantinya malah salah paham' batin tomi
"Ngelamun aja,kenapa lu pusing,knp kok tiba2 nanyain wulan" tanya tania
"Gak papa udah lupain aja"kata tomi
Tania lupa bahwa ia harus memberi tahu berita gembira kpda tomi,karena asik ngobrol
"Jangan jangan lu CLBK sama wulan ya, apa ada hubungan spesial sama wulan, lu main gila di belakang gue...kejam lu" kata tania penasaran bercampur keki
"Ngaur, sapa juga yang balikan sama dia" kata tomi santuy
"Alah ngeles aja kaya knalpot bajaj lu, bilang aja baper lagi sama wulan" timpal tania
"Dia itu udah gak penting lagi bagi gue, ngerti" tegas tomi
__ADS_1
"Jadi yang penting bagi lu sekarang siapa....kepo" kata tania
"Makan yuk laper" ngalihin pembicaraan tomi sambil memengang perutnya
"Enak banget ya lu jadi orang, laper tinggal makan, makanan gak ada" ketus tania
"Iyalah gue, iri aja kan lu" kata tomi.
"Idih iri sama lu ogah" tolak tania.
Tomi tidak membalas,malah menggandeng tania hingga keluar kamar. Saat sampai ruang tamu sudah ramai mereka sedang menonton tv, ada seseorang memanggil dari arah dapur, saat mereka berbalik badan ternyata bu sary, sepontan tania menarik tangannya yng di genggam tomi dengan kasar.
"Kalian mau kemana" tanya bu sary
"Mau keluar mah,kenapa ada perlu sesuatu, nanti biar nia dan tomi beliin" jawab tania dengan lembut.
"Gak ada nia, tomi gimanaa udah mendingan belum,kalo belum ke rumah sakit aja" kata bu sary, tomi memberikan senyuman lebar
"Tadi lagi gandengan ya, kenapa di lepas" kata ibu sary mulai jahil.
"Gak mah, nia kaget aja pas mama panggil" jawab tania, bu sary meraih tangan kanan tomi lalu tangan kanan tania di taruh di atas tangan tomi.
"Nia gak usah malu2 gitu, maaf kalo dulu mama larang nia pacaran, dan tiba2 langsung menikah aturan mama ijinin tania pacaran" kata ibu sary merasa bersalah
"Kata siapa tania gak per..... kata2 tomi terpotong saat tangan tania membungkam mulutnya ibu sary hanya menggeleng lalu lanjut kedapur
"Lu apaan sih tom" kata tania sambil melepas bungkamanya
"Emang lu udh pernah pacaran kan jujur aja napa" kata tomi menaikan alis kirinya.
Tania dan tomi pamit kepada semua orang yang ada di ruang tamu.
__ADS_1
"Bang ara mau ikut" kata ara
"Duduk dimana" tanya tomi
"Ditengah lah bang" kata ara
"Jangan bertiga ra, nanti kaya cabe2an. Tomi aja penampilanya begini" cela tania
"Ara sudah lah kamu di rumah saja, kak nia sama abang kamu mau pacaran gak usah ganggu jdi orang ketiga" kata tante sekar, ara kembali duduk dan cemberut.
******
Tomi dan tania mencari makan di pinggir jalan
"Nasi goreng aja y" tawar tomi
"Seterah lu, masih jauh yaa laper" kataa tania
"Nieh dah sampe"kata tomi sambil memakirkan motornya
Tomi memesan 2 nasi goreng pedas dan minumny es teh.
Sambil menunggu pesanannya datang mereka berbincang.
"Nanti gue yang bayar aja"tawar tomi.
"Enak aja, gak gak gue yang bayar, lu mah gak ikhlas. Minta imbalan gue gak mau"kata tania menolak
"Itu bukan imbalan tapi kewajiban lu" kata tomi mencubit pipi tania, pipi tania memerah.
BERSAMBUNG....
__ADS_1