
Tania hanya bisa menangis di tepi ranjang tania berusaha membaringkan tubuhnya dan berusaha untuk tidur, tomi yang sudah berlalu pergi meninggalkan rumah untuk pergi ketempat(rumah tua)biasa tomi nongkrong bersama teman2ny dengan perasaan yg tidak karuan
"kenapa tom,keliatanya murung banget sih" kata salah satu tmnya
"diem..gue mau kekamar dulu" kata tomi yang langsung masuk kekamar
'kenapa gue bodoh banget sih' batin tomi penuh penyesalan
"gue harus minta maaf, tapi kapan larut malam aja deh" gumam tomi
saat waktu pukul 22.00 tomi langsung ke rumah bu sary secara mengendap-ngendap
"sial kenapa pintunya di kunci sih" gumam tomi
Tomi terus mengetuk pintu nya membuat bu sary terbangun
"assalamualaikum siapa aja yang di dalam tolong buka pintunya" kata tomi sambil mengetuk pintu
"walaikumsalam tunggu sebentar" balas bu sary sambil membuka pintunya
__ADS_1
"tomi, kenapa pulangnya larut banget" sambung bu sary
"iya mah màaf tomi masuk y, mama tidur lagi aja" kata tomi menyuruh bu sary untuk tidur agar tidak mendengar permasalahan tomi dan tania
"yaudah mama tidur lagi masih ngantuk soalnya" kata bu sary yang langsung masuk kamar
tomi pun segera ke kamar tania, saat sampai di depan pintu tomi langsung membukanya yang tidak di kunci oleh tania, tomi masuk kamar tania dan melihat tania sedang tidur terlelap tomi jongkok dan mengelus kening tania menyingkirkan rambutnya karena menghalang kecantikan tania
"tania gue minta maaf" kata tomi sambil mencium kening tania, tomi mengelus pipi tania dengan sangat lembut, tetapi itu malah membuat tania terbangun, spontan tania langsung mendorong tomi hingga terjatuh kelantai membuat tomi terkejut
'untung lu istri gue orang yang gue cintai, kalo bukan udh gw cabik cabik kali tubuh lu' batin tomi
"ngapain lu kesini lagi kan gue udah bilang lu jangan kesini lagi" kata tania suara serak khas org bangun tidur
"gue minta maaf ya" kata tomi penuh harapan
"gue gak bakal maafin lu, pergi dari kamar gue" kata tania sambil menarik tomi keluar kamar
"gue tau gue salah makanya gue minta maaf" kata tomi sambil menggenggam tangan tania, tania langsung menepisnya, tomi mengompal tanganya seperti mau menonjok membuat tania panik, tomi menonjok tembok yang ada di persis sambing tania, tania hanya menutup mata dengan kedua tangannya, tomi menonjok tembok dengan sangat kencang membuat tanganny menjadi luka
__ADS_1
"tom, sini gue obati" kata tania sambil menarik tomi
"gak usah sekalian aja gue mati biar gak ada lagi didunia ini, gue cuma butuh maaf dari lu" kata tomi, tomi tau luka yg di tangan nya gk mungkin sampai buat tomi mati
"kok ngomongnya gitu sih" kata tania yang sebenarnya takut kehilangan tomi
"gue boleh minta yang terakhir kali gak sih, buat meluk lu sama cium lu ini yg terakhir kok" kata tomi
"tom, gue gak mau ini yang terakhir, please jangan ngomong gitu" kata tania sambil mengeluarkan air mata
tomi mencium kening tania dan langsung memeluknya pelukan itu gak berlangsungg lama membuat tania semakin takut
"gue pergi dulu ya" kata tomi
"tapi lu gak bakal ninggalin gue selama-lamanya kan" kata tania
"insya allah" kata tomi yang langsung berlalu
Bersambung
__ADS_1