COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU

COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU
perusahaan tanoto wijaya


__ADS_3

"Iya iya, Tomi mau kerja lagi gak?" Tanya pak tanoto.


"Tomi mau pah, tapi apakah tomi masih bisa berkerja disana?" Tanya tomi pasalnya tomi sudah tidak berkerja disana dua bulan belakangan ini


"Nggak papa dong, perusahaan ini buat kamu" ucap pak tanoto, tomi mengerutkan keningnya heran.


"Buat aku pah?" Kata tomi karena tidak percaya.


"Iyq kamu kan anak satu satu nya papah"


"Sekarang gih kamu siap2 udah berapa lama kamu gak kekantor" perintah pak tanoto


Tomi pun masuk kamar mandi waktu yang dibutuhkan dia cuma lima belas menit, tomi keluar dengan menggunakan handuk yang bertengger dipinggangnya menunjukan perut yang sixpack. Kemeja dan jas tersusun rapi di tepi ranjang.


"Tan kalo lu yang nyiapin kaya gini mungkin gue bisa seneng." Gumam tomi sambil mengambil kemeja itu.


Selesai siap2 tomi turun diruang tamu tomi melihat bu sary yang sedang menonton tv sambil memakan kacang, tomi menghampiri bu sary dan berlutut untuk meminta maaf bagaimana pun bu sary orang tua yang telah melahirkanya tomi bener2 merasa bersalah udah membentak beliau.


"Mah maafin tomi" lirih tomi


"Nggak papa nak, mamah yang salah. Kamu jangan pernah ninggalin mamah ya" kata bu sary sambil mengecup puncak kepala tomi dan mengelus kepalanya dengan lembut.


"Tomi gak akan ninggalin mamah, bakalan durhaka kalo ninggalin mamah dan membuat mamah nangis kaya tadi." Kata tomi, ya dia mendengar isak nangis bu sary


"Mah, tomi pamit kerja dulu ya. Salamin ke papah, assalamualaikum" ucap tomi sambil mencium punggung tangan bu sary


"Nih kunci mobil" kTa bu sari memberikan kunci mobil tersebut.


"Tapi tomi naik motor mah"


"Papah kamu yang menyuruh mu mengenakan mobil, turutilah sayang" kata bu sary membujuk tomi, tomi pun mengambil kunci mobil yang sedari tadi di genggam bu sary


Setelah berpamitan tomi langsung menuju mobil


>>>>>>>Skip perjalanan<<<<<<<<


Saat sampai kantor tomi di sambut dengan rekan kerjanya, tomi yang disambut hanya menunjukan wajah datar dan dingin.


"Pak saya Veliana Fatrezhwa seketaris pak tomi" kata velia dengan lembut yang tiba2 berada disamping tomi, tomi tidak menjawab dihanya terus berjalan


"Pak kalo bapak perlu bantuan bapak bisa hubungi saya" kata velia sambil memberikan ponselnya tapi tomi tetap fokus dengan jalannya. Hingga sampai di depan lift tomi menekan tombol agar lift segera terbuka


Kemudian lift itu terbuka tomi masuk diikuti veliana

__ADS_1


'Perasaan waktu perkenalan gak sedingin ini' batin veliana


"Pak saya akan tunjukan ruangan bapak" saat lift berhenti di lantai 5. Dan veliana berjalan terlebih dahulu berjalan menggoyang goyangkan pinggulnya kekiri dan kekanan maksudnya untuk menggoda tomi, karena itu cara terampuh untuk velia menggoda lelaki agar klepek2 dengannya


Ya, karena tubuhnya yang seksi.


Tapi tidak untuk tomi.


Tomi menghela nafas panjang. Melihat velia jalan seperti itu


'Cobaan apa lagi coba, baru gue sehari pemegang perusahaan ini udah dapet yang beginian aja' batinya sambil mengalihkan pandanganya


'Kenapa lama sekali' batinya karena tidak tahan melihat cobaan yang ada di didepannya


"Velia, bisakah kamu berjalan biasa saja?" Kata tomi dingin membuat velia menghentikan langkahnya


"Saya memang berjalan seperti ini pak" ucapnya


"Dimana ruangan saya?" Kata tomi dengan wajah datar


"Di sana pak" kata velia sambil menunjuk kearah pintu yang berkaca dan cuma 1 ruangan.


"Terima kasih sudah mengantar saya, kamu boleh keruangan mu sekarang" katanya dingin velia tersenyum lalu berjalan menuju ruanganya.


Setelah itu tomi mendudukan bokongnya dikursi kerjanya.


________


Disisi lain nek sutri dan tania sedang memasak untuk makan hari ini, masakanya juga ala kadarnya cuma tempe dan sambal.


"Nak maaf nenek cuma bisa kasih kamu makan segini saja" kata nek sutri


"Nggak papa nek ini enak"


"Tapi nek tania mau cari kerja boleh?" Kata tania meminta ijin


"Kamu gak mau pulang ke keluarga mu, pasti dia mengkhawatirkan mu nak" kata nek sutri


"Gak nek, tania mau disini dulu, mau balas kebaikan nenek ke tania. Mungkin semua keluarga tania udah anggap tania gak ada jadi buat apa nia harus kembali." Kata tania cairan bening mengalir dipipi tania


'Atau gue kerja di kantor papah aja ya, sekalian bisa liat tomi. Liat aja kalo dia genit2 sama cewek lain, gue bejek2 biar kaya rujak ulek' batin tania


'Mau kerja gimana ijazah gue aja ada di rumah'

__ADS_1


Lalu tanpa berpikir lama lagi ia langsung ke pasar dekat rumah nek sutri untuk membeli pakaian untuk berkerja, karena mau menyamar tania membeli baju tanpa lengan dan ketat, roknya pun sama, Rok seatas lutut dan ketat. Apa perlu dia berpakaian seperti itu? Ya, ujung2nya juga biar bisa menggoda tomi? Tania ingin tau tomi bakal tergoda atau tidak.


_________


Di ruangan tomi hanya melamun, siapa lagi kalo bukan melamuni tania.


Tok!tok!tok!


Suara ketukan pintu itu menghancurkan pikiranya


"Permisi, pak ada beberapa berkas yang harus bapak tandatangani" ucap velia


Velia memberikan berkasnya, tomi membaca berkasnya lalu menandatangani


'Ya ampun ganteng banget' batin velia


"Ada apa kamu menatap saya seperti itu" suara dingin itu membuat velia menundukan kepalanya


"T-tidak Pa-pak" gugup velia


"Nih kenapa bengong aja disitu" kata tomi sambil memberikab berkasnya kembali ke velia


"Permisi pak" ucapnya sambil membokongkan tubuhnya tanda hormat


Velia keluar karena jantungnya berdebar2


"Vel, bos baru gimana?" tanya rekan kerja velia termasuk sahabat velia, bernama Bianca Azarobiecloly biasa di panggil aca


"Dingin banget melebihin kulkas kayanya"


"Kamu suka vel" kata aca


"Iya aku suka? Awas kalo kamu nempel2 sama dia, aku pecat kamu" kata velia


"Jngan pecat2 napa, kalo mau ngantar hasil laporan aku kan ke dia" kata aca, ada benernya juga sih.


Typo bertebaran:")


Ada yang sama gak pemikiranya...


Jan lupa vote and coment


>>>>>>>>》To be continued《<<<<<<<<<

__ADS_1


__ADS_2