
keluarga tania dan tomi datang di dinner ajakan om yudha, mereka mencari meja yang di sewa oleh om yudha.... Meja dengan nomor 14 di caffe...ternyata tante sekar, om yudha dan ara sudah duduk di meja nomor 14
"hai om, apa kabar" kata tania sambil mencium tangan om yudha dan tante sekar,
tomi pun sama.
"baik tan,ya ampun udah gede aja, ini tomi ganteng cocok sama kamu tan, mirip om" kata om yudha
"iya om" kata tania
semuanya duduk, om yudha mengasih menu makanan,
"lu mau apa" tanya tomi
"lu apa,kalo gue nasi goreng telor nya diacak2 dinasinya" kata tania
"nasi goreng telornya setengah matang" kata tomi.
**********
beberapa lama pesanan mereka datang.
" lu mau nyoba punya gue gak" tanya tomi
" amis, telornya udah lu pecahin " tolak tania
"berantem mulu ya" kata om yudha
"iya setiap hari malah ribut mulu, kaya tom and jerry" kata ibu sary
"kapan nieh nia hamil" kata tante sekar membuat tomi dan tania berdehem
"kapan kapan tante udah lah gak usah bahas ini" kata tania
"ayolah tania kamu tuh harus jadi orang tua, ngerasaain susahnya jadi orang tua" kata tante sekar
"udahlah tante gak usah bahas tentang ini" kata tania
"tapi tomi udah kan sama tania" kata pak surya yang angkat bicara
__ADS_1
"udah apa coba?udahlah kita lagi makan pah" kata tomi mulai kesal karena di komporin
"gue mau ke toilet" kTa tomi sambil mendorong kursinya dari belakang dan berdiri
"gue ikut" kata tania mengandeng tangan tomi
**********
saat jalan menuju toilet ada seseorang wanita yang menabrak tania.
"woy kalo jalan liat-liat___------ wulan bukan" kata tomi yang tadinya ngegas jadi halus
"tomi ya" singkat wulan, dan langsung memeluk tomi, tomi membalas pelukan wulan.
"tom gue kangen banget sama lu" kata wulan yang masih tetap memeluk tomi
"gue juga apa kabar sekarang" kata tomi sambil melepaskan pelukanya
"baik?dia siapa" kata wulan sambil menunjuk tania
"oh dia istri gue lan," kata tomi
"oh ya, minta nomor hp lu dong" sambung wulan
"hp gue hilang jadi sory banget ya" kata tomi
"ayo lah tom pergi lagi" kata tania sambil menarik tomi menjauh dari wanita itu dan langsung ke meja yang tadi
"kak kita dansa yuk" kata ara
"dansa aja sendiri" kata tania
"arakan gak punya pasangan" kata ara
"iya nieh kita dansa2 yuk, ara makan aja" kata ibu sary
"kita kan udah berpasangan, ara doang jomblo" kata ibu endang sambil tertawa
"terima ya tania" kata om yudha
__ADS_1
"gak mau, aku gak mau dansa sama tomi" ketus tania.
"jeh emang gue mau dansa ama lu apa" jawab ketus tomi
Tiba2 teman tomi datang di caffe itu dan melewati meja tersebut
"broo" kata kurnia sambil tosan
"ada apa lu kesini" tanya tomi
"sengaja aja, eh ketemu lu" kata joshua
"lu masih simpen kalung rantai gue kan" kata tomi kpd joshua
"masih nieh gue bawa" kata joshua sambil mengeluarkan kalung tersebut.
"anting gue kur" kata tomi kepada kurnia
"nieh gue juga bawa, gue selalu bawa buat lu bradher" kata kurnia memberikan anting itu ke tomi, tomi mengubah penampilanya yang tadinya rapi menjadi acak2an
"tomi setiap hari emang gini" kata pak tanoto membisik.
"gak tau pah, nia aja baru liat tomi begini" kata tania bingung.
"lu bisa pergi gak,lu gak usah ngubah tomi begini" bentak tania, mereka berdua pun pergi.
"benerin gak penampilan lu sekarang, lu kaya gini tuh malah jelek" kata tania
"gpp biar lu gk cemburuan sama gue, masa gue deket sama cewe lain lu curiga" kata tomi.
"eh mana ada cewe yg gak cemburu kalo suaminya pelukan sama cewe lain" kata tania
"itu spontan tania, gue gak mungkin ngeduain lu" kata tomi
"gak gue gak percaya" kata tania
"seterah lu, udah gue males debat sama lu, gue mau pergi" kata tomi
"kemana" tanya tania
__ADS_1
"mau pergi lu mau ikut" kata tomi