
'Berusaha aku menjauh,
Tapi aku hatiku tidak bisa.
Aku sudah mencintaimu, bang'
~Ara
•••••••••••••
Tomi sudah ada dirumah bu sary, sedang bersiap-siap untuk dinner bareng tania. Tomi menggunakan kemeja putih, celana panjang hitam dan juga jas yang bertengger di tubuh tomi. Tidak lupa rambutnya dijambul memberi kesan aura ketampananya
Didekat sudut bibirnya sedikit lebam karena efek tomi berkelahi.
"Nak mau kemana udah rapi banget?" Tanya bu sary
"Mau? Pokonya mamah sama papah ikut ya" kata tomi penuh semangat
"Iya mamah sama papah ikut.
Mamah nanya bibir kamu kenapa lebam begitu" tanya bu sary penasaran
"Nggak papa namanya juga laki-laki mah" jawabnya dengan sedikit sombong
"Ya udah mamah siap-siap gih sama papah? Tomi tunggu jangan lama-lama tapi" ucap tomi bu sary dan pak tanoto heran dengan sikap tomi, jelas saja heran karena pria itu gak pernah bersemangat itu saat tania tiada.
Setelah bu sary masuk bersama pak tanoto, tiba2 ada suara gaduh di depan rumah, tomi pun mengecek ternyata kurnia dan ara sedang bertawa ria saat mereka sampai depan pintu yang melihat tomi sedang berdecak pinggang membuat ara takut dan menundukan wajahnya
"Bagus udah jam enam baru balik!! Abis bawa adik gue kemana aja" celetuk tomi sambil melunturkan berdecak pinggangnya
"Anu...t-tom..itu a-apa ii...ni-"
"*** **** lo kok gugup gini, demen ya ama gue" selidik ara, jari telunjuknya bermain didepan wajah kurnia
"Enak aja, mata abang elu tuh"
"Balik gak" ucap tomi kepada kurnia dia nada mengusir, kurnia langsung mengacir pergi dari rumah tomi.
"Bang, udah rapi mau kemana kak ni-" tomi membungkam mulut ara, jantung ara berdebar entah cewek satu ini labil tingkat dewa. Cewek ini suka sama tomi kakak sepupunya sendiri? Mungkin karena tomi ini ganteng, bukan cuma saat ini saja tapi sebelum tomi menikah dengan tania ara juga udah mulai punya rasa? Tapi apakah perasaannya salah?
Ara menatap manik indah tomi, mereka bertemu pandang. wajahnya sangat lah dekat cuma beberapa centi yang memisahkan.
Dan akhirnya tomi yang memutuskan pandangan itu, bukan karena tomi mempunyai perasaan yang sama namun pria itu melihat ada yang berbeda dari mata adiknya ini.
"Sttt jangan berisik! Mending kamu mandi terus ikut sama abang" ucap tomi melepaskan bungkamannya
Ara masih mematung ditempatnya, jantungnya terus berdebar tidak karuan, tiba-tiba lamunany terhenti karena ada yang menyenggol lenganya, pelakunya tomi
"Ah...oh tadi abang ngomong ap?" Gugup ara
"Kamu mandi mau ikut gak"
Ara langsung melesat pergi untuk mandi mengikuti perintah tomi
Tak butuh waktu lama mereka keluar menghampiri tomi.
"Tom, mau kemana kita?" Tanya pak tanoto
"Mamah sama papah jangan banyak nanya, nanti juga kalian tau sendiri"
Pria itu langsung masuk kedalam mobil diikuti ibu sary, pak tanoto, dan ara, dan selanjutnya tomi pergi kerumah bu endang. Tidak butuh waktu lama sampai didepan rumah bu endang
"Pah, mah tunggu sini dulu ya" ucap tomi sambil melepas seatbell
Lalu tomi melesat pergi dari mobilnya
"Ara sebenernya abang kamu mau kemana?" Tanya pak tanoto karna penasaran dibuatnya
"Pakle nggak tau kalo bang tomi mau bawa cewek, pakle" ucap ara sambil menghadap belakang kerena wanita itu duduk di jok depan bersama tomi
"Cewek? Siapa?" Kata bu sari antusias
"Pokonya ada bukle pakle." Kata ara lalu mengembalikan tubuh badannya
"Tomi udah move on mah" kata pak tanoto kepada bu sary
"Alhamdulillah pah" ucap bu sary
Tiba2 bu endang dan pak surya sudah berada di mobil tomi, tomi menata duduk.
"Ara kamu ditengah bukle sama pakle ya" ucap tomi yang sudah memasuki mobil dan sedang memasang seatbell
Ara pun menurutin ucapan tomi, walaupun hati enggan untuk beranjak. Setelah berjalan sudah agak jauh dari rumah bu endang tomi berhenti di dekat halte bus melihat seseorang wanita yang sedang duduk menunggu kendaraan, tomi langsung turun dan menghampiri wanita tersebut.
"Tania" panggilnya sambil tersenyum canggung
__ADS_1
"Ih kamu nyebelin aku udah lama nunggu tau." Ujar tania melengkungkan bibir bawahnya dan memukul lengan tomi
"Kamu cantik" kata tomi membelai rambut tania secara lembut, membuat pipi tania panas dan merona merah
Tania menggunakan Dress selutut di tanganya sedikit terbuka berwarna hitam putih dan bermotif bunga
Dan sedikit make up yang amat natural tapi tanpa elegan
"Nih kamu pake" ucap tomi memberikan benda tipis itu kepada tania.
"Masker?" Tania mengerutkan keningnya, dan akhirnya tomi yang memasangkan masker itu kemulut tania.
"Mulai sekarang kosa kata nya jadi aku kamu ya" kata tomi, tania mengangguk lalu berjalan menuju mobil. Tomi membukakan pintu mobil tania, setelah itu tomi masuk dan memasangkan seatbell tania, sialan! Sekarang deru nafas tomi terasa diwajah tania hidung mancung tomi mengenai hidung mungil tania, melihat tania menutup matanya tomi hanya tersenyum tipis, lalu menyalahkan mesin mobilnya
"Udah sayang" ucap tomi lalu menancap gas
Karena tania menutup muka karena malu
"Tom, dia siapa?" Tanya pak tanoto
"Nanti juga kalian semua tau? Tapi jangan kaget kalo jantungan kan gak lucu" balas tomi tatapannan fokus menyetir.
Didalam mobil tomi dan tania saling diam membisu, dan mengalih pandangan melihat bangunan pencakar langit.
Saat sampai didepan restoran yang sudah diboking oleh tomi untuk dinner mereka.
"Kalian duluan aja, tempatnya udah tomi boking untuk kita." Perintah tomi
"Kalian berdua dimobil" tanya bu endang pasalnya mereka khawatir terjadi sesuatu antara cewek dan cowok
"Emang gak boleh? Kalo terjadi apa-apa tomi pasti tanggung jawab kok" ucap tomi polos
"Bukan gitu ibu cuma gak mau kalian ngelakukan yang aneh-aneh, inget tom kamu masih suami tania" ucap bu endang
"Iya tomi masih inget itu" mereka pun masuk kedalam restoran.
Setelah meraka masuk, tomi membangunkan tania. Tapi tetap saja tania tidak bangun? Kebonya masih ada.
"Sayang bangun"
'Sumpah ini orang kebo banget sih? Kita mau dinner bukan latihan tidur' batin tomi
"Tan, hei bangun ada kecoak" teriak tomi didalam mobil tersebut, tania yang terlonjak kedepan dan kepalanya kebentur.
"Udah bangun" ucap tomi lalu keluar dari mobil dan membukai pintu tania
Tania memeluk lengan tomi saat masuk, hingga menemukan orang tuanya dan menghampiri. Tomi menarik kursi tania, setelah itu ia duduk disamping tania.
"Loh itu kenapa kening kamu nak" tanya bu sary
"Oh ini mah kejedot di mobil? Mobilnya terlalu sempit" ucap tania polos, membuat semua mengernyit
"Maaf sayang lagian aku udah lembutin kok"
"Nggak papa" ucap tania menatap tajam tomi
"Buset!!dah marah lagi sih masa" gumam tomi
"Pah, mah, bu, pak tomi mohon kalian jangan kaget ya" kata tomi membuat semua heran
"Buka?!" Singkat tomi melihat tania
"Apanya" bingung tania
"Bajunya" balas tomi membuat semua mengernyit heran
"Mesum" teriak tania tanganya diletakan diatas dadanya
"Aku bukain aja" ucap tomi, jelas itu membuat semua orang heran, tentu tania juga takut saat tomi mendekat
"Jangan" Cegah tania
"Istriku sejak kapan jadi lemot sih, itu maskernya buka" ucap tomi, tania tersenyum tipis karena malu. Tania membalas ber'oh' ria, tangan tania pun membuka maskernya membuat semuanya terkejut dan langsung menghampiri tania dan memeluknya
"Tomi, kamu sejak kapan ketemu tania? Dasar ya kamu, malah nutup2 pin" ucap ibu sary sambil memukul lengan tomi dengan kuat
"Mah, udah untung tomi ketemuin kalo kgak" ucapku santuy, karena jawaban tomi kurang memuaskan bu sary mencubit lengan tomi dengan amat kuat membuat tomi berteriak aduh aduhan, dan tentu bu endang pun mencubit paha tomi karena tidak bisa dicubit bu endang memukuli lengan tomi secara bertubi-tubi dan berkali-kali.
"Mah, bu stop kasihan tominya" kata tania memisahkan kedua perkelahian antara ibu dan anak
"Gini salah? Semua salah! Dimana-mana salah? Semuanya aja salah!! Salah dahlah tomi bete? Mau minggat aja? Udah ada tania kan!! Nyebelin? Tomi minta adik ditolak" jelas tomi kalimat terakir dibuat tomi dengan nada sendu
"Tomi mau adik lagi?" Tanya pak surya dengan lembut
"Iya tadinya? Eh malah ditolak mentah-mentah" ucap tomi sambil cemberut seperti anak kecil
__ADS_1
"Inget umur?" Sindir tania
"Bodo aku masih muda" sergah tomi
"Tomi mending yang bikin sama tania, biar bisa cepet-cepet dapet momongan? Kan kami maunya cucu, bukan mau anak lagi" ucap pak surya
"Emang bikin gampang apa? Main bikin bikin aja! Kayak bikin adonan aja? Diaduk terus jadi" ketus tomi
"Nah kamu tau susah kenapa kamu minta" jawab bu endang dengan datar
"Yah diaduk teruslah sampe berbusa biar cepet jadi?!" Ucap pak tanoto sambil tersenyum menatap tania yang sedang menundukan kepalanya
"Cukup" Sergah tania karena udah malas mendengar ucapan yang keluar dari tomi
"Tau nih masih ada ara" ucap ara yang kini membuka mulut, karena dari tadi ia hanya menyimak saja.
●●●●●●●●●Warning●●●●●●●●●
Hora!Hore!
Uwaaa kembali lagi:)
Huft capek juga ngetiknya udah malam nih aku nulis nya:)⛼
Ambyar part ini Ambyar bener dah:(
Pusing bet...kehabisan imajinasi😭
Pegel juga yah jari-jari ay
*warning*
Komen yang puanjang kaya kereta:)😁jangan pendek kayak toge!!👹
Kalo ada yang mw promosi komen_^ aku pasti buka lapak kalian and baca.
Kalo ada cerita yang bagus kasih tau judulnya:) Cerita apa saja yang kalian baca di ApK ini🍀
NotForget: JanganLupaLikeAndKomenDanJugaVoteMasaKalianTegaKgakMauVote😨KalianVoteAgarLapakKuIniBisaBerkembangNjirBerkembangUdahKayaApaanAja:v✨
Mau nanya?
Sifat Tania dalam dalam cerita ini gimana?
Pernah berkhayal punya suami kaya tomi gak?
JAWAB\=....
JanganJadiPembacaGelap!?😾
Jawab dikolam komentar ya, kuis?
**** kuis udah kaya apaan aja.
Jawab baru ay lanjut!?
Dan kalo habis part ini aku up nya setiap seminggu sekali dan jatuh pada hari kamis ada yang setuju gak:)
Komen????
Udah up 2 part gimana kalian senang?...
Ay kasih langsung 2 part untuk beberapa hari diirit bacanya, wkwk bercanda.
Author kan kalo up bisa bebetapa part.
Karena sekarang ada gegara corona tugas buanyak bangat!!? Tapi ay senang belajarnya di tv jadi gak terlalu numpuk😁
Ya udah selamat malam untuk baca yang malam☻
Selamat pagi untuk baca yang pagi🌄
Selamat siang menjelang sore untuk yang baca siang menjelang sore anjaiii😁
__ADS_1