COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU

COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU
Tidak sengaja.


__ADS_3

Tania baru saja keluar dari toilet karyawan dan saat keluar dia berjalan tidak hati hati karena buru2 untuk menyelesaikan tugas hari ini menumpuk yang diberikan direktur utama perusahaan Tanoto wijaya cluster, ya siapa lagi kalo bukan tomi sanjaya


Bruk!


Tania menabrak 'OB' yang sedang berjalan membawa segelas kopi, dan kopi itu melayang ke tubuh seseorang yang keker dengan kemeja dan jasnya, tania melihat kejadian itu hanya melongo


"Kalo jalan bisa liat-liat tidak" suara dingin itu membuat OB tergidik ngeri tubuhnya gemeteran ia membongkongkan tubuhnya dan menundukan wajahnya dalam2. Oh no tania yang udah menyebabkan ini. Kenapa dia ceroboh sekali.


"T-tadi sssaa-saya juga ditabrak oleh mbak itu pak" gugup OB tersebut sambil menunjuk kia yang sedang mematung, tania yang ditunjuk langsung menghampiri tomi, ya cowok yang tadi tomi.


"Maaf pak saya ti-dak sengaja pa-pak" gugup tania


"Kamu tau ini panas? Ikut keruangan saya?" Kata tomi geram, ia berjalan terlebih dahulu jalan lalu diikuti tania dari belakangnya, di sepanjang jalan tania terus aja nyerocos ngomong tapi tidak dihiraukan oleh tomi.


"Pak jangan pecat saya, saya tulang punggung keluarga pak? Kasihanilah saya. Saya sudah ditinggal dengan suami dua bulan yang lalu pak. Saya mohon jangan pecat saya?" Cerocos tania langkah kaki tomi berhenti.


"Saya tidak akan memecatmu? Kalo punya suami suruh suamimu menafkahimu jangan biarkan istrinya mengemis2 seperti ini. dia sudah meninggalkanmu jangan memanggil suami tidak pantas tahu?" Cibir dan ejekan yang diberikan tomi membuat tania terkekeh pelan


"Ada yang lucu kamu tertawa seperti itu, saya ngomong benarkan suami kaya itu gak pantes kamu sebut suami, harusnya ia yang berkerja dan menjadi tulang punggung keluarga bukan istrinya" ejek tomi lagi, betapa bodohnya ia mencela dirinya sendiri dan mengundang tawa terbahak2 dari tania, tomi memasukan tanganya kekantung saku celananya dan mengangkat bahu acuh lalu melanjutkan jalannya


'Suami gue bodoh atau lemot sih? Dia ngejek dirinya sendiri' batin tania yang masih mempertahankan tawanya


'Dia yang bodoh atau gue, gue kan pake masker mana bisa dia tau ****** banget sih nia' tania bermonolog. Lalu melesat pergi keruangan tomi.


Tania masuk keruangan tomi dengan perasaan kikuk...


"Duduk" suara dingin itu membuat tania mengidik ngeri dan mengikuti perintah tomi, tomi pun menatap tania tajam membuat tania menundukan wajahnya


"Kamu ditinggal sama suami kamu kenapa?" Tanya tomi entah kenapa sifat keponya itu masih ada.


"Karena saya terlalu cantik, dan terlalu membahenol" puji tania pada dirinya sendiri


"Bahenol?!!" ucap tomi sambil terkekeh


"Kenapa ketawa hah! Cowok nyebelin" kalimat terakhir hampir seperti gumaman hingga tak terdengar tomi


"Kamu sayang sama suamimu?" Tanya tomi memasang wajah serius


"Pak tomi saya sayang banget sama dia, jadi pertanyaan itu mudah saya jawab" kata tania santai


"Kalo kamu sayang kenapa berpakaian seperti itu? Apa suami kamu tidak memberi tahu kamu" ucap tomi, terdengar menyindir


"Kan suami saya tidak melihat saya, kenapa pak tomi tergoda dengan kebohai-an tubuh saya ya" goda tania menaikan satu alis kanannya


"Walaupun suamimu tidak melihat sebaikan kamu menjaga penampilanmu"

__ADS_1


"Disini banyak kok pak yang berpenampilan seperti saya, seperti bu velia sekretaris pak tomi sendiri, dia ganjen kegenitan sama pak tomi, saya beberapa hari memperhatikan bu velia berbeda saat berjalan di depan pak tomi, bahkan lekuk tubuhnya begitu keliatan seksi. Pak tomi gak inget istri dirumah" cerocos tania karena dia geram sekali melihat velia berjalan seperti itu didepan suami sah nya. Ya walaupun tomi mengalihkan pandanganya tapi tetap saja velia sudah lancang dengan tomi


"Kamu tau saya sudah menikah dari siapa?" Tanya tomi pasalnya status tomi tidak ada yang tahu dikantor ini


"Hmmm, S-saya cuma nebak2 aja pak" kata tania kikuk


'Ada yang aneh dengan wanita ini? Siapa sebenarnya dia. Mana mungkin ia cuma nebak-nebak dan tebakannya tepat' batin tomi sambil menatap tania


'Tania kok lu gak bisa jaga emosi sih, harusnya jangan sampe keceplosan, jangan-jangan tomi curiga' batinya karena ia merasa tomi mencurigakanya


"Hmm pak tadi saya dipanggil kesini untuk apa ya" tanya tania mengalihkan pembicaraan


"Jangan coba-coba untuk mengalihkan pembicaraan...


Saya tanya kamu tahu saya telah menikah dari siapa? Dan kenapa kamu begitu emosi kepada velia saat berjalan seperti itu? Kamu siapa? Mata-mata kah, atau__" belum saja tomi menyelesaikan omongan handphone nya berbunyi dan nama yang tercantum disitu adalah velia


"Maaf Pak, hari ini bapak ada meeting bersama klien penting" kata velia dari sebrang sana


"Oke, Saya segera kesana" kata tomi lalu mematikan telponya sepihak


Flashback


Di basecamp kebiasan tomi ngumpul2. Sebelum ia kembali berkerja


Hp tomi hilang?


Tomi mengambil satu putung rokok dan menyalahkannya dengan korek api setelah itu mengisapnya.


"Tom nieh, ponsel lu" kata baron seraya memberikan handphone-nya, tomi mengernyit heran lalu meraih handphone-nya


"Kenapa bisa di lu? Koplak gue cariin *****!" Ujarnya yang dapat nyengiran dari baron


"Hehe, gue minjem buat nonton vidio, eh malah mati? Lagi asik2 gue nontonya malah mati" jawabnya cengengesan


"Vidio apa?" Tanya tomi heran


"Vidio bokep lah tomi, baron kan rajanya bokep, handphone gue aja suka dia ambil2" jawab kurnia santai


"Tobat *****? Handphone gue ternodai ****! Dari kemarin gue cariin kampang, udah lu hapus belum. Kalo nanti istri gue liat dikira gue lagi yang nonton, bisa dicela abis2 gue sama dia" ucap tomi seraya memeriksa ponselnya


"Udah gue hapusin tom, tenang aja! Udah gue benerin juga, gue servis tuh handphone lu" ujar baron


Flashblack off


Setelah mematikan telponya tomi menatap tajam tania.

__ADS_1


"Baju saya begini gara-gara kamu" geram tomi


"Ma-af pak"


"Kamu keluar dari ruangan saya sebelum saya berubah pikiran" ucap dingin, tania langsung saja melesat pergi tanpa berpamit walaupun tomi suaminya tapi dia jadi bos nyebelin


Sedangkan tomi yang ketumpahan kopi hanya pasrah, dan sekarang yang dia pikirkan adalah kia? Bagaimana ia tau status tomi, dan kenapa marahnya ia melihat velia berjalan seperti itu? Tomi keluar diikuti dibelakangnya velia.


"Mbak kia tadi kenapa dipanggil pak tomi" tanya desti penasaran


"Kia gak sengaja buat kemeja pak tomi bernoda tadi" jawab tania


"Mas adam kemana mbak?" Sambung tania pasalnya ia tidak melihat adam, karena tomi sedang meeting tania membuka maskernya karena ngap


"Mas ada disini, kia" suara itu membuat kia kaget


"Mas ngagetin aja" ucap tania lalu beralih kekomputernya dan mulai mengetik sesuatu disana ya tentang kerjaan


Beberapa jam bergelut di komputer akhirnya tugasnya pun selesai, kia tidak menemukan tomi sudah tiga jam lebih padahal, daripada nanti ketahuan tania memakai maskernya lagi.


"Selesai, mbak desti sama mas adam udah kelar belum?" Tanya tania di melihat desti dengan adam masih sibuk di depan komputernya


"Mas belum selesai" ucap adam pandanganya masih fokus dengan komputernya


"Mbak juga belum"


"Semangat ya mbak, mas"


Typo bertebaran


Jangan lupa vote napa, sama koment juga


Thank you yang udah baca...


ILYM%


Gak kerasa udah sampai 50 part.


Bentar lagi tamat? Eh gak tau juga deh😂.


Tapi masih ada beberapa konflik sih, jadi tinggal beberapa part lagi🤔


Jan bosen2 baca ya


Ketemu aja belum...

__ADS_1


Bhayy😘


__ADS_2