
Setelah tania ganti pakaian, tania naik ke atas dan masuk ke kamar melihat kamarnya yang udah bersih dan wangi tania sangat senang tetapi tomi malah tidur.
"tomi bangun" teriak tania di telinga tomi
"berisik" bentak tomi
"huh lu kok malah bentak gue" kata tania cemberut.
"ulu ulu maaf" kata tomi sambil mencubit pipi tania
"lu udah mandi belum" kata tania
"belum" kata tomi
"emang udah jam berapa sih" sambung tomi
"jam 18.25" kata tania yang melihat jam tangannya
"serius" kata tomi yang meraih jam tangan tania
"udah sholat blm" kata tomi
"mandi dulu cepet gak pake lama" kata tania, tomi pun masuk kamar mandi, beberapa jam tomi baru keluar kamar mandi,tania cemberut
"kenapa sih manyun mulu" kata tomi
"nieh lihat" kata tania yang menunjukkan jam tangan nya pas di wajah tomi
"oh telat sholat doang" kata tomi
"tapi gue pengen sholat bareng lu" kata tania
"iya nanti isya sholatnya bareng gue" kata tomi
"tapi perasaan udh pernah berjamaah berdua deh" sambung tomi
"iy udh waktu di rumah lu" jawab tania
Azan isya berkumandang tomi dan tania berwudhu selesai wudhu mereka sholat ber jamaah dan setelah selesai mereka mengaji, tania seneng punya imam yang sholeh
'tomi ngaji bikin nenangin hati gue' batin tania
'merdu banget suaranya,udh ganteng,soleh,rajin ngaji lagi, omg ini cowo idaman banget' batin tania yang memandangi wajah tomi yg sedang mengaji,tomi sadar ada yang memperhatikan
"woy" kata tomi sambil mencubit hidung tania
"aw.." rintih tania
"ngelamun aja, nanti kesambet lu" kata tomi
__ADS_1
"ara kok gak keluar kamar ya dari tadi" kata tania ngalihin pembicaraan
"tadi dulu ganti baju di kamar araa kan" kata tomi
"iya tapi dia masih tidur" kata tania
"kita cek yuk" sambung tania
"beresin dulu" kata tomi
Tania melipat mukenanya dan menaruh al quran di rak buku setelah itu tania dan tomi turun kekamar ara dengan berjalan jongkok agar ara gak mendengarnya
"kenapa harus begini sih" kata tomi
"sttt...jangan berisik, gue curiga aja sama ara" kata tania yang membekap mulut tomi
"gak baik soujon sama adek sendiri,emang apa sih yang ngecurigain" kata tomi, tania hanya mengisaratkan tomi agar tidak berisik dengan menaruh jari telunjuknya dibibir tomi, membuat jantung tomi berdetuk kencang.
'aduh perasaan apa ini' kata tomi
Tania dan tomi pun mengintip kamar ara dengan membuka pintu secara pelahan lahan, dan melihat ara sedang main hp sambil senyum senyum sendiri, tania langsung masuk begitu dengan tomi mereka seperti polisi yang sedang mengerebek, ara yang panik dan langsung mengumpetkan hpnya di balik bantal
"kak nia bang tomi ngapaain sih kaya gini" kata ara dengan nada kesal
"apa yang ara umpetin dari kak nia" kata tania dengan serius
"tania gak usah kaya begitu banget sih ara kan udah dewasa" kata tomi
"buat apa kak" kata ara
" mana " kata tania
"kasih aja ara, kakak kamu sewot banget" kata tomi
Ara pun memberikan hpnya kepada tania, dan sifat jahil tomi muncul.
"tania coba deh balik badan" kata tomi
"apa kenapa" kata tania
"kayanya ada hewan deh" kata tomi
"hewan apa tom usirin" kata tania yang mulai panik dan balik badan
"kee....coooaa...kkkkk" teriak tomi membuat tania tambah panik dan melempar hp ara di kasur.
Tania yang ketakutan sepontan langsung memeluk tomi,
"tom, kecoaknya udah pergi belom aku takut banget" kata tania
__ADS_1
"kecoak nya udah dari tadi pergi aku cuma ngerjaiin kamu" kata tomi
"aku kamu ih jijik banget sih" kata tania membuat ara heran
"kak nia kalo jijik sama sebutan itu kenapa kak nia selalu pake kata itu kalo di depan gue" kata araa
"araa gak blh ngomong gitu" kata tania
"kak nia kan jijik sama sebutan itu" kata ara
"mampuss makanya klo ngomong itu 1 suku kata aja kalo 'lu gue' ya lu gue kalo ' aku kamu' ya aku kamu" kata tomi yang langsung pergi dari kamar ara
"seterah ara deh mau pake gue lu kak nia gak perduli" kata tania yang meranjak pergi
"yeh gitu aja marah" kata ara
tania langsung kedapur untuk masak karena laper, di dapur cuma ada telur tania pun mandadar telur. saat selesai masak tania bawa telurnya ke ruang makan, tomi memanggil ara untuk makan bersama. mereka pun makan selesai makan tania membersihkan piring di meja makan dan membawa ke dapur untuk di cuci selesai itu tania langsung duduk di sofa ruang tv bersama tomi,
"tom gue capek" kata tania yang nenyenderkan kepalanya di pundak tomi
"terus gue harus gimana" kata tomi
"araa tolong ambil laptop kak nia di kamar" kata tania
"iya kak" kata ara, dan langsung masuk kekamar ara dan turun memberikan laptop ke tania
"mau ngapaain" kata tomi
"pijitin gue dong" kata tania
"kalo gue gak mau gimana dong" kata tomi
"please" kata tania yang memohon dan membuka laptop
"ck....ck...ck ribet gue juga capek pegel lu gak mau pijitin gue" kata tomi
"iya gue mau mijitin lu tapi lu mijitin gue, ya sambil nonton drakor ya" kata tania yang mencari film drakor yang romantis
Tomi dengan berat hati memijit tania dan menonton film drakor, beberapa menit kemudian tomi udh capek mijitin tania dan berhenti.
"kok berhenti" kata tania
"capek tania dwi sarah,nonton ky gini boring tau" kata tomi
"pijitan lu enak tau" kata tania
"gantian" kata tomi yang menjulurkan tanganya ke hadapan tania
Tania pun langsung memijit tangan tomi
__ADS_1
"tan, udh malam lebih baik tidur" kata tomi
Tania pun mengangguk mengerti dan langsung masuk kekamar tapi terlebih dahulu mengecek ara sudah tidur atau belum.