
tania berlarian di lorong kampus untuk masuk kekelas agar tidak telat, saat masuk tania tidak melihat ada dosen tapi mahasiswa sudah duduk dengan rapi seperti siap mau kuis, tania langsung duduk di kursi samping alika.
"Udah mulai ka" tanya tania
"dosen aja belum dateng" jawab alika
tiba2 gabriel menghampiri tania dengan menatap sinis.
"eh lu tan jangan ke ganjenan deh jadi cewe centil sekali" kata gabriel dengan meninggikan suara.
"kenapa tan, kok riel bisa ngomong gitu" kata alika pelan
"mana gue tau" kata tania
"lu kenapa gabi kok ngomong gitu" kata tania lembut karena gk mau buat heboh
"lu tuh udh salah pura2 gK punya salah muna lu" kata gabriel kembali
"lu ngomong gak bener gue gak ngerti" ujar
tania keki
"lu ngaku2 pacar tomi, padahal lu itu gk dianggap sama dia" kata gabriel
"dasar cewe genit ke gatelan lu jadi cewe" ketus gabriel.
"lu yang jadi cewe kegatelan gue udah suruh jangan deket2 sama tomi tapi masih aja lu deket2" kata tania meninggikan suaranya lebih dari gabriel tadi
"sabar tan sabar gak usah emosi gitu" kata alika menenangkan tania
"riel lu tau gak tomi itu siapanya tania" kata alika, tania hanya geleng2 agar alika tdk memberitahu gabriel
"siapa emang hah" kata gabriel penasaran
"liat aja cincin yang melingkar di jari manis tania, itu jawabanya" kata alika membuat gabriel makin bingung.
"terus kenapa" tanya gabriel
"ya tania istri sah tomi" kata alika, tania kini pasrah to sekarang mereka saling cinta. gabriel sangat terkejud mendengarnya.
__ADS_1
"gak gak gue gak percaya" kata gabriel tidak menerima kenyataan ini.
"gak percaya,seterah tanya aja sama tomi secara langsung" kata alika
gabriel kembali ketempat duduknya dengan menyembunyikan kesedihanya
"kasihan tau gabriel sedih gitu" kata tania iba
"gak usah kasihan tadi dia hina2 lu, apa lu mau rumah tangga lu goyah karena ada orang ketiga" kata alika
"bukanya lu juga suka sama tomi hah, gak usah so bijak deh lu." kata tania
"iya gue suka sama tomi tapi, gue harus ngerelain dia lah" kata alika
"assalamualaikum semua sekarang kita mulai kuisnya saja" kata pak dosen
"baik pak" jawab semua mahasiswa.
dosen membagikan lembaran kerjanya ke semua mahasiswa, semua mengerjakan tugasnya masing masing, beberapa jam kemudian.
"waktu sudah habis semua kumpulkan" kata pak dosen.
*********
Wulan yang ingin sekali pura2 berdamai sama tania, agar rencananya berjalan mulus, wulan bersiap2 agar cepat sampai dikampus terlebih dahulu.
saat wulan sampai didekat kampus tania, wulan melihat tania sedang menunggu tomi.
wulan langsung menghampiri tania.
"hai tania"sapa wulan
"hai"
"tan ikut aku sebentar ya" kata wulan sambil menarik lengan tania
"bisa gak usah narik2 gue bisa jalan sendiri" jawab ketus tania
"ya udah"
__ADS_1
wulan mengajak tania ke taman dekat kampus
"tan, aku di sini mau berdamai sama kamu" kata wulan memajang muka sedih.
"damai kenapa hah" jawab tania sinis
"damai aja tan, masa iya kita musuhan gini, aku jadi merasa bersalah" kata wulan
'benar juga sih dari pada musuhan' batin tania
"tan please kita berdamai" kata wulan
"ya udah gue mau berdamai sama lu" kata tania, wulan langsung memeluk tania, mengucapkan makasih banyak ke tania
'masuk juga lu ke perangkap gue'batin wulan
"ya udah kita ke sana lagi yuk, takutnya tomi jemput kamu" kata wulan sambil menunjuk tempat tadi mereka bertemu, tania mengangguk
^\-^
tomi heran melihat wulan dan tania damai seperti itu.
"udah lama" kata tania
"lu ngapain sama ini cewe" kata tomi menatap sinis wulan, sambil turun dari motornya
"gue sama wulan sekarang temenan" kata tania
"tan ya allah lu ngapain temenan sama ini cewe sih" kata tomi
"gpp lah knp sih tom" kata tania
"sekarang gini aja deh lu pilih gue ato nieh cewe" kata tomi
"lo kok suruh pilih sih gue gak bisa" kata tania
"dia cuma mau nyakitin lu doang tan, udah lah capek gue" kata tomi marah besar kepda tania
"udah naik sekarang atau gue tinggal" kata tomi
__ADS_1
bersambung....