COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU

COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU
melamar


__ADS_3

Beberapa hari tania memberanikan diri untuk mulai menyamar dia menggunakan baju panjang dengan sedikit terbuka di bahunya dan rok seatas lutut.



"Nek nia mau cari kerja dulu ya" pamit tania, nek sutri memandangin tania dari ujung kaki hingga ujung rambut.


"Nak pakaianmu tidak salah" kata nek sutri


"Tidak nek"


"Kamu kerja dimana kenapa berpakaian seksi seperti itu?" Tanya nek sutri khawatir


"Nek kamu gak usah khawatir, nia pamit ya nanti kesiangan assalamualaikum nek" kata tania sambil menyalimi nek sutri lalu melesat pergi, untuk kekantor Tanoto wijaya cluster tania menaiki ojek pangkalan


"Pak kita ke perusahaan tanoto wijaya cluster yah" tuntun tania


"Baik neng"


__________


Saat sampai di gerbang perusahan papahnya tania turun dan ingin membayar tetapi tukang ojeknya menolak


"Kenapa di tolak pak" kata tania bingung


"Udah buat neng aja"


"Makasih pak" kata tukang ojek itu lalu melesat pergi


Setelah tukang ojek itu pergi tania bertanya kepada pak satpam yang bername tag udin.


"Permisi pak" sapa tania sopan


"Iya kenapa mbak, ada yang bisa saya bantu" kata pak udin


"Saya mau melamar kerja disini pak, tapi ijasah saya hilang karena bencana kebakaran. Saya bisa tidak berkerja disini" kata tania mohon ke pak udin


"Aduh mbak saya disini cuma satpam kalo masalah begini saya tidak mengerti, mbak tunggu pak tomi dulu disini sebentar lagi juga datang. Duduk dulu mbak" jelas pak udin, tania mengikuti perintah pak udin ia duduk menunggu tomi beberapa saat ada mobil yang masuk dan ternyata yang keluar dari mobil tersebut itu tomi, pak udin menceritakan semua dan akhirnya tomi menghampiri tania, ya tomi tidak tau karena ia memakai masker penutup mulut.


"Kamu ikut keruangan saya" kata tomi dingin tanpa menatap tania, tania mengangguk lalu berjalan mengikuti tomi dari belakang hingga sampai ruangan tomi.


Tomi mendudukan bokongnya dikursi kerjanya, diikuti tania duduk di kursi yang berhadapan dengan tomi


"Kamu mau melamar kerja disini, kamu bisa melakukan apa?" Tanya tomi dingin


"Saya bisa apa saja pak, saja juga pernah berkuliah sampai semester empat tapi sayangnya saya gak bisa melanjutinya lagi pak" kata tania


"Namamu siapa?" Tanya tomi


"Nama saya kia"


"Kalo kamu tidak ada ijazah kenapa kamu melamar kerja disini"


"Pak saya mohon dirumah saya dengan nenek saya butuh makan. Kalo saya tidak berkerja kasihan nenek saya. Masa pak tomi tega sama saya, saya hanya rakyat miskin yang gak punya apa apa. Saya menjadi tulang punggung keluarga." Kata tania memohon


'Kasihan juga nieh cewek, kalo gue jadiin karyawan aja kali ya' batin tomi

__ADS_1


"Kenapa kamu menggunakan masker begitu." Kata tomi membuat tania panik


"Hah S-saya...." belum menyelesaikan kata2nya tomi sudah berkata" kamu saya terima menjadi karyawan disini, tapi berkerjalah dengan baik jangan kecewakan saya" jelas tomi


'Huft syukurlah, tomi baik juga' batin tania


"Makasih pak" kata tania sambil berjabat tangan dengan tomi, setuhan itu membuat tomi semakin penasaran dengan kia sentuhan itu sepertinya bukan cuma sekali.


"Kamu boleh kerja sekarang" kata tomi dingin


"Dan kamu boleh keluar dari ruangan saya"


Tania keluar dan menuju kubikel yang kosong dia langsung menduduki.


"Mbak disini gak ada orang kan?" Tanya tania dengan seseorang yang ada di sebelah tania.


"Tidak ada, kamu karyawan baru ya? Kenalin mbak saya desti" kata desti sambil mengulurkan tanganya


"Saya Kia, mbak" katanya seraya menjabat tangan desti


"Semoga betah ya"


"Amin"


"Ini mas adam, mas dia kia karyawan baru" kata mbak desti memperkenalkan adam


"Adam" katanya sambil mengulurkan tanganya tania menjabat tanganya "kia" adam terus memandangi mata indah tania


'Dari matanya aja udh cantik' batin adam


"Mas adam stop genit banget" kata desti, adam pun kembali ke kubikelnya


"Mbak desti kenapa ngeliatin saya begitu" kata tania yang melihat desti sedang menatapnya


"Kenapa kamu menggunakan masker mbak?" Tanya desti ia berfikiran bahwa kia adalah mata2, daripada membuat desti penasaran tania membuka maskernya terkejut adam melihat wajah cantik tania ya adam dari tadi mendengarkan ucapan mbak desti


'Bidadari yang diturunkan dari surga untuk saya' batin adam seraya senyum menatap tania


"Kia kamu itu cantik kenapa harus ditutupin wajahnya, buka aja maskernya soalnya mas mau mandangin lebih lama lagi" goda adam karena tidak bisa menahan paras cantik tania


"Jangan mandangin kia, nanti suami kia marah" kata tania membuat adam cemberut, sedangkan mbak desti mengernyitkan keningnya. Secara dia yang udah memasuki umur 28 tahun tapi masih jomblo dan adam sudah menginjak umur 30 tahun masih jomblo dan harapanya adalah kia tapi kia ternyata telah menikah


"Kia udah nikah? Umur berapa sekarang? Kenapa kamu berkerja apa suamimu gak menafkahimu? Udah punya anak dong? Kalo mbak boleh tau suami kamu siapa? Baby kamu udah umur berapa?" Pertanyaan yang ditimpahkan desti.


"Banyak banget ngasih pertanyaan mbak?" Ujarnya lalu menghela nafas panjang dan menjawab


"Umur 21 tahun jalan 22 sih. Kia kangen sama suami kia mbak" lirih tania cairan bening lolos dari mata tania, melihat tania nangis desti langsung memeluk tania...


"Kangen kenapa?"


"Kia udah ditinggal dua bulan dengan suami kia, kia kangen sama dia mbak. Kia mau ketemu dia"


"Kamu sudah berpisah dengan dia" kata mbak desti, tiba2 saja adam mengenggam tangan tania


"Yang sabar ya kia, kalo kamu mau anggap mas suami mu juga nggak papa" kata adam sambil terkekeh

__ADS_1


"Itu mah mas adam yang mau" tuduh desti


"Hehe kalo kia mau nggak papa"


"Iya mas" kata tania seraya senyum


__________


Jam makan siang tiba, sedangkan tania sibuk dengan tugasnya yang menumpuk ya tuhan baru masuk sehari udah dapet tugas banyak kaya gini...


"Kia, mbak dari tadi mau ngomong sesuatu sama kamu?" Ucap desti membuat kia panik


"Ngomong apa mbak"


"Wajah kamu mirip sama foto yang pak tomi pengeng, sekilas mirip" kata desti


Flashback


Desti masuk ruangan tomi untuk membawa laporannya berkali2 ia mengetuk pintunya tapi tidak dapat jawaban dari tomi dan akhirnya desti masuk melihat tomi sedang menghadap jendela sambil memegang foto seorang wanita.


"Pak tomi" panggil desti, karena namanya dipanggil tomi terkejut dan foto yang ia genggam terlepas dari genggamanya dan terjatuh, dengan buru2 tomi mengambilnya, desti sempet melihat wajah wanita itu.



Foto yang tomi tadi pegang


"Buat apa kamu kesini" tanya tomi dingin


"Maaf pak saya mengganggu" kata desti ketakutan.


Flashback off


"Mbak yakin" tanya tania, keringatnya membasahi pelipisnya


"Mbak yakin, wajahnya mirip sekali, bahkan mbak tidak menemukan perbedaan sedikit pun dari kamu kia" kata desti lebih mbuat tania yakin


'Gawat dong, aturan tadi gue gak usah buka masker' batin tania menyesal


"Mbak, bisa aja mbak salah mana mungkin direktur perusahaan itu menyimpan foto saya" kata tania berusaha menyakinkan


"Iya juga bos tomi kan masih single" kata mbak desti sedikit lega dihati tania


Kalo ada typo coment.


Udah dipertemukan nieh?


Mangap kalo ceritanya gj, makasih yang udah mau baca...


Aku sempet2in up untuk kalian loh? Padahal tugas online ku menumpuk:(


Tapi nggak papa ini semua untuk kalian:)


YANG UDAH TAU ALURNYA KOMEN


ATAU SEPEMIKIRAN DENGAN AYE...

__ADS_1


PASTI ALURNYA KETEBAK BANGETKAN:)


SALAM MANIS QU:m


__ADS_2