COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU

COWO BRANDAL ITU TERNYATA SUAMIKU
kemarahan pak surya


__ADS_3

Mereka kembali ke ruangan bu endang


"Gimana mah, ibu udah siuman?" Tanya tomi saat sampai di depan ruangan bu endang


"Belum" balas bu sary


"Mending kita sholat" ajak tomi, semua mengangguk setuju, tomi mencari mushola rumah sakit.


Semua wudhu ditempat yang di sediakan, selesai ber-wudhu mereka melaksanakan sholat dzuhur berjamaah.


***


Disisi lain pak surya bingung mencari istrinya, ia ketempat tkp ternyata bu endang sudah tidak ada, dan lebih naas-nya orang yang nabrak bu endang tewas menabrak pembatas jalan, polisi menyangka ia sedang dalam keadaan mabuk?


"Maaf bu, lihat wanita yang korban tabrak lari tidak. Dibawa kemana?" Tanya pak surya ke ibu penjual bala-bala


"Kecelakaan tadi ya, dibawa kerumah sakit pak, tapi saya tidak tau rumah sakitnya dimana" jawab penjual itu


"Oh makasih" balas pak surya lalu meninggalakan ibu penjual bala-bala.


Pak surya mengambil ponselnya dari saku celana untuk menghubungi tania, sudah dua puluh lima kali pak surya telpon tania tapi tidak ada jawaban, yang ada hanya suara operator 'Maaf nomor yang anda tujuh sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi'


Lalu pak surya beralih ke tomi pasti tomi aktif, baru sekali percobaan. Suara operator lagi 'maaf nomor ini sedang berada dipanggilan lain'


"Kenapa suami istri ini kompak sekali, dia gak mikirin keadaan ibunya" pikir pak surya


&_&


Selesai sholat berjamaah mereka kembali ke ruangan bu endang


Tania melihat dibalik pintu bu endang sedang terbaring tak berdaya dengan selang yang berada di mana-mana, tiba-tiba pandangan tania gelap, kepala tania pusing, dan banyak burung-burung terbang dan selanjutnya...


Bruk!


Tania pingsan, untung tomi sergap menangkap tubuh tania.

__ADS_1


"Tan, sadar" tomi menepuk-nepuk pipi tania lembut


"Suster!"teriak tomi sambil mengangkat tubuh tania ala bridal syle


Untuk mencari keberadaan suster.


"Suster gita tolong istri saya dia tiba-tiba pingsan" suster yang tadinya membawa alat-alat langsung menaruh benda itu kesembarang tempat, dia mengambil kasur beroda itu lalu meminta pertolongan ke suster yang kebetulan ada didekatnya, tomi meletakan tubuh tania di brankar lalu suster gita mendorong hingga keruangan IGD.


"Biar kami yang nangani istri bapak, Bapak tunggu didepan saja sambil berdoa kepada tuhan" ucap dokter yang bername tag cristina mencegah tomi saat mau masuk keruangan tersebut, tomi menganguk pasrah dia mau istrinya cepet ditangani


Dokter itu masuk kedalam, tomi duduk dikursi tunggu,


Drttt drtttt


Handphone tomi bergetar tandanya ada telpon yang masuk, tomi meraih ponsel disaku celananya nama yang tertera disitu ' Velia' tomi ta pasti dia membahas perkerjaan, tomi menekan tombol hijau


"Halo"


"..."


"..."


Tomi langsung mematikan teleponnya dan dia terkejut saat nama pa surya tertera disana.


"Astagfilullah bapak" pekik tomi dalam hati, dengan sergap jari menelpon pa surya


"Halo assalamualaikum pah, maaf tomi baru balas" ucap tomi


"Kamu ini, bapak telpon kamu dari tadi. Kenapa suami istri susah sekali di telponnya" marah pak surya


"Maaf pah, handphone tania low"


"Dimana ibu?" Tanya pak surya datar


"Dirumah sakit nusantara" jawab tomi

__ADS_1


Pak surya mematikan telponya sepihak, pasti dia marah. Tiba-tiba bu sary dan pak tanoto menghampiri tomi yang sedang duduk dengan rambut berantakan


"Nak" panggil bu sary saat duduk disamping tomi sambil mengusap lembut punggung tomi


"Hm"


"Sabar" ucap bu sary


"Makasih mah" kata tomi sambi tersenyum lebar kearah bu sary


"Mah, pah jaga tania bentar ya, tomi mau ke ruangan bu endang" ucap tomi seraya bangkit


"Iya nak" balas pak tanoto, pak tanoto melihat punggung putranya yang hilang ditikungan rumah sakit, pak tanoto bisa merasakan betapa hancurnya tomi tapi berusaha tegar;(


Saat sampai di ICU, ternyata pak surya sudah ada depan pintu ruangan bu endang sambil mondar mandir, tomi menghampiri pak surya


Plak!


Satu tamparan mendarat dipipi tomi, pedes, pedih itu yang tomi rasakan.


"Kenapa pah" tanya tomi sambil memegang pipinya, andai ini bukan orang tua udah tomi balas secara bertubi-tubi.


"Kenapa? Kamu tanya kenapa? Ibu kamu didalam kamu baru datang, sekarang udah sok sibuk kamu, durhaka kamu sama tania. Memang kamu bukan anak kandung ibu bukan terlahir dari rahim ibu tapi inget kami yang membesarkan kamu hingga sekarang, tapi apa balasan kamu semenjak jadi orang kaya kamu sombong kamu lupa dulu hanya seorang anak pedagang biasa? Bilang sama istri kamu, kalo masih ngaku ibu adalah ibu kandungnya datang kesini" cerocos pak surya mengeluarkan emosinya


"Harta gak menjadi tanggung jawab untuk meninggal, bapak tanya kamu meninggal bawa harta mu tidak kan!, boleh kamu mengejar dunia tapi jangan lupakan akhirat? Bapak kecewa sama kamu,sekarang kamu sudah gila harta sombong, bukan tomi yang dulu" lanjut pak surya


"Aku tau aku bukan darah daging bapak dan ibu tapi pah aku sayang sama kalian melebihi apa-pun ak-" kata tomi dipotong pak surya


"Durhaka kamu!! Bapak kecewa sama kalian berdua" ucap pak surya lalu menghindar dari tomi 1 atau 2 meter jarak mereka


"Tania pingsan saat mendonorkan darahnya kepada ibu pah, tomi lupa ngabrin papah, pikiran tomi saat itu kelut pah, pikiran tomi dipenuhi keselamatan ibu. Ibu dan ibu pah, terserah bapak marah dan kecewa sama tomi, tomi mohon jangan marah sama tania. Tomi emang anak durhaka gak tau diri dan gak becus jaga orang yang tomi sayang, tania ada di IGD." Setelah mengucapkan itu tomi langsung menuju pakiran mobil dan menghidupkan mobil tersebut, entah dia mau kemana. Saat ini dia tidak mau diganggu siapa pun perkataan pak surya terus teriyang-iyang dibenak nya.


Bersambung...


__ADS_1


〰️Bonus pict si polos ara〰️


__ADS_2