
Namaku Dinta Syakira saat ini aku berumur 28,5 tahun. Baru sekitar enam bulan yang lalu aku menikah dan bersyukur Minggu lalu aku periksa ke dokter bahwa dalam perutku ada janin yang akan terus berkembang. Usianya baru 2 bulan kata dokter Niana Sahabatku.
Baru saja laki-laki yang sekarang sedang mengutak-atik laptopnya disampingku bertanya sesuatu.
"Din ngetik apa?" Tanyanya dan menyandarkan dagunya di pundak ku.
"Rahasia" jawabku dan kututup laptopku
"Pamali maen rahasia-rahasiaan sama suami. Nih debay nih ibu kamu maen rahasia2an nih" katanya lagi sambil mengusap perutku yang belum terlihat seperti orang hamil sama sekali.
"Aaaahhh awas aku mau ngetik. Udah sana selesaiin pekerjaanmu, terus cepat tidur" Kataku ketus.
"Heh yang harus istirahat cepet tuh yang lagi hamil. Apaan sih udah buruan tidur" katanya.
__ADS_1
"Ya tapi kan aku belum beres"
"Besok aja lanjutnya buruan tidur." Katanya lagi dan aku hanya menuruti nya.
Baiklah temen-temen. Disini aku mencantumkan kisahku hanya dimulai dari sejak SMA lebih tepatnya di pertengahan kelas XI alias kelas 2 dimana perasaan yang dinamakan cinta itu mulai sempurna kurasa.
Ya, seperti yang ku bilang Arkan adalah sahabatku, temanku, dan tetanggaku sejak SMP karena kami berada di komplek perumahan yang sama. Ibunya bernama Pratiwi dan ayahnya bernama Kusuma Mahendra. Arkan mempunyai kakak perempuan bernama Rahfa Mahendra yang 7 tahun lebih tua dari Arkan.
Arkan memanggil ibunya Bubu dan ayahnya Ayah. Tapi kak Rahfa manggil ibunya Bunda tidak aneh seperti Arkan.
Oh iya, aku sendiri adalah anak ke-2 dari dua bersaudara, aku punya satu kakak laki-laki bernama Deris Pratama. Ayahku bernama Wijaya Pratama dan ibuku bernama Nindi Yuanita.
Ayahku asli Yogyakarta dan ibuku asli Jakarta.
__ADS_1
Cerita ini berawal di bulan Februari 2009 dimana saat itu aku masih duduk di kelas 2 SMA semester 2. Dimana saat itu perasaan yang dinamakan cinta mulai datang perlahan dan membentuk sebuah rasa yang sulit untuk di ungkapkan.
Memang tidak ada yang salah dengan perasaan tapi aku yang salah dengan mencintai Sahabatku sendiri. Iya, saat itu aku mencintai Arkan dengan sepenuhnya. Walaupun saat itu aku sadar semuanya tidak akan berjalan sesuai dengan harapan.
Ada banyak sekali hal yang ku alami saat itu, bahagia dan sakit hati yang sebenarnya aku rasakan ditahun itu. Jika harus mengingat lagi rasanya memang masih menyesakan, mengingat bagaimana posisi dan keadaanku dulu, bukan hanya soal cinta dari lawan jenis tapi cinta dari yang seharusnya mencintaiku saat itu menghilang ditelan ego dan segalanya. Sungguh itu sangat menyesakkan bagiku, Yaaah walaupun sekarang sudah berbalik 90 drajat menjadi sebuah kebahagiaan yang sempurna.
Kisah ini mungkin terlalu sederhana jika dibaca oleh manusia-manusia tegar nan dewasa juga tidak pernah merasakan meja SMA, bahkan mungkin terkesan lebay. Tapi begitulah kisahnya bagaimana anak yang hidup di tahun 2007/2010 dengan segala lika liku hidupnya.
Aku tidak pernah memaksa orang untuk mengerti perasaanku saat itu ketika siapapun membaca ini. Disini aku hanya berbagi kisah dan semoga bisa di ambil hikmahnya.
Happy reading ❤
Tertanda
__ADS_1
Dinta Syakira