
Hampir pukul 5 sore semuanya bubar untuk pulang, aku segera menelpon ojeg langganan Bi Nani untuk menjemputku karena aku tau betul Arkan akan pulang bersama Shanum.
"Din?" Kata Arkan di belakangku dan berjalan menghampiriku yang sedang mencari no telpon ojeg. "Ayo pulang" katanya merangkul Pundak ku.
"Iya ini aku nelpon dulu ojeg langganan Bi Nani" jawabku.
"Sama Aku bukan sama ojeg" katanya.
"Tumben pulang sendiri, Shanum?" Tanyaku.
"Hari ini dia pulang duluan, tadi yang nemuin aku pas latihan karate tuh dia, bilang mau pulang duluan sama ayahnya dan handphone nya mati makanya langsung bilang" jelasnya.
"Oh gitu, yaudah" jawabku dan mulai berjalan dengan tangannya yang masih merangkul pundakku.
Hari itu jalanan Jakarta sore hari menuju rumahku terasa mempesona entah karena suasana hatiku yang sedang baik yang pasti rasanya berbeda sekali dan aku senang karena sudah cukup lama aku tidak bersama dengan Arkan.
Sepanjang jalan aku dan Arkan tidak henti-hentinya mengobrol bersama bahkan sesekali tertawa dengan motor Arkan melaju pelan sekali.
Akhirnya kami sampai di depan rumahku.
"Thanks Ar" jawabku.
"Oke, mandi makan terusan istirahat" katanya.
"Makan mulu. Tapi iya deh" jawabku.
"Sampai jumpa besok" katanya dan aku mengangguk lalu dia pergi dengan senyumannya.
Aku masuk ke rumah Dengan ceria sore itu. Ya itulah aku yang masih bisa goyah hatinya hanya dengan perlakuan seperti itu saja dari Arkan Mahendra. Memang lemah.
๐๐๐
Siang ini aku sudah berada di kantin bersama Niana, Shanum, Arkan juga Reno. Menikmati makan siang di jam istirahat ke dua.
"IPA 3 tugas Fisika yang praktik udah?" Tanya Arkan
"Udah yah Ann, Din?" Tanya Shanum dan aku juga Anna mengangguk.
"Bagus deh" jawab Arkan lagi.
"Bagusnya?" Tanya Shanum
"Aku bisa pinjem buku laporannya Dinta" jawab Arkan.
"Dasar malas" cercaku dan Arkan hanya menjulurkan lidahnya.
"Tapikan Minggu depan libur ada serangkaian kegiatan ujian kelas XII itu, kelas kita gak mungkin kebagian praktik bro" kata Reno
"Oh iya, waw amazing" kata Arkan.
"Jadi liburnya jadi?" Tanyaku
"Bener Shanum?" Tanya Niana karena keakuratan Info ada di Shanum yang merupakan anak kepala sekolahku sendiri.
"Iya Libur" jawab Shanum.
"Yes!" Jawabku
"Seneng amat, mau kemana emang kalo libur?" Tanya Arkan.
"Gak kemana-mana. Eh oh iya Ann, kemarin Kevin telpon aku"
__ADS_1
"Kevin? Kevin mana?"
"Kevin Aprilio. Ya Kevin yang temanmu yang di Bandung itu yang pernah kamu kenalin"
"Oooh, oh yah? Dia nelpon mau apa?" Tanya Niana.
"Dia bilang mau ke Jakarta Minggu depan, terus ngajakin ketemu, soalnya katanya dia juga libur gitu buat satu Minggu, dan satu Minggu itu katanya mau diem di omahnya" jelasku.
"Serius?" Tanya Niana dan aku mengangguk "baguslah seenggaknya kamu bisa main nanti pas libur, soalnya aku juga satu Minggu libur mau di Bogor" kata Niana.
"Lah? Ko gitu? Mau liburan di Bogor?" Tanyaku.
"Iya, soalnya kan nenek aku belum pulih banget gitu jadi Ibu juga dari Bandung mau kesana juga mumpung aku libur"
"Iewwwww apaan gak seru gitu" kataku.
"Kevin siapa sih? Heboh banget?" Tanya Arkan.
"Temen SMP Niana, tapi SMA nya di Bandung." Jawabku.
"Terus? Kamu ko kenal?" Tanya Arkan lagi.
"Pernah ketemu di kenalin Niana pas beberapa Minggu yang lalu"
"Ko kamu gak cerita ke aku?" Tanyanya membuat ku langsung fokus menatapnya sedangkan saat ku lirik Shanum dia berhenti mengunyah sejenak.
"Lah? Cuma kek gitu masa harus di ceritain Ar? Lagian pas itu kamu juga lagi sibuk"
"Sibuk apaan, nggak ah, aku gak pernah punya kesibukan" jawab Arkan.
Main sama Shanum kan itu kesibukanmu sekarang. Batinku
"Yaudah si kan ini aku lagi cerita" jawabku.
"Shanum pulang sama Ayah kamu kan nanti?" Tanya Arkan.
"Hemh? Oh iya" jawab Shanum.
"Dinta nanti aku tunggu di gerbang" kata Arkan.
"Oke" jawabku dan mulai memakan bakso ku dengan pikiran paling GR yang ada di fikiranku adalah apa Arkan cemburu saat itu saat aku membahas Kevin di depannya.
๐๐๐
Semua orang berhamburan untuk pulang begitupun dengan ku yang dengan semangat membereskan buku ku dan memasukannya kedalam tas untuk segera pulang bersama Arkan sore ini.
Dreeeddd. Satu pesan masuk.
๐ฉKevin
"Din ini saya, Kevin. Udah pulang?"
Dengan segera aku membalasnya.
Iya Kevin aku tau udah aku save ko no nya. Ini aku baru mau pulang.
Aku kembali membereskan buku-buku ku.
"Dinta pulang sama Arkan kan?" Tanya Niana.
"Iya Ann"
__ADS_1
"Yaudah hati-hati yah, aku duluan mau ke rumah Witri dulu ngerjain tugas kelompok sejarah buat besok"
"Oke deh" jawabku
"Duluan Din" kata Witri. Dan aku mengacungkan jempolku lalu saling melambaikan tangan.
Dreeeddd. Satu pesan kembali masuk.
๐ฉKevin
"Hehe oke. Oh iya hati-hati kalau gitu. Pulang sama siapa? Niana?"
"Sama temen, Niana harus ngerjain tugas kelompok dulu di rumah temen"
Aku berjalan keluar menuju gerbang.
๐ฉKevin
"Oh gitu. Gak sekelompok?"
Nggak. Biasanya si sekelompok.
Kulihat Arkan sudah duduk di atas motornya sambil mengobrol dengan beberapa temannya.
๐ฉKevin
"Oh gitu. Yaudah gih pulang"
Oke oke. Emang belum pulang yah?
๐ฉKevin
"Belum, saya ikut ekskul Futsal jadi hari ini jadwal latihannya"
Aku berhenti melangkah untuk membalas pesannya.
Oh yah? Ko sama yah jadwalnya disini juga hari ini lho jadwal latihannya.
๐ฉKevin
Oh yah? Hahaha jangan-jangan sekolah kita jodoh :D
Aku tersenyum membaca pesan ini. Kevin ini cukup seru padahal kami tidak bergitu kenal. Aku menekan pilihan balas.
"Woy Din, Buruan. Mau pulang nggak?" Tanya Arkan setengah teriak.
"Iyaa iyaa" jawabku dan mempercepat langkahku.
"Lagi apa si liat ke hp terus, pake senyum-senyum segala lagi katanya." Dengan nada sedikit kesal.
"Ini Mas nya kenapa, lagi dapet?" Tanyaku heran.
"Udah buruan" katanya sambil menyodorkan helm kepadaku tapi aku tidak menerimanya dan hanya melihat wajah kesalnya. "Ck malah liatin, iya aku tau aku emang ganteng" katanya sambil memasangkan helmnya ke kepalaku.
"Diiiiih, Pd banget ini Mas nya" jawabku sambil mencubit pelan pinggangnya.
"Adududuh aduh Stop geli Din, ayo buruan pulang udah sore" katanya dengan senyumannya.
"Iya ayooo, dari tadi juga aku udah ayo" jawabku dan naik terlebih dahulu dan tersenyum, dan dia tersenyum juga sangat manis sekali lalu mulai menstater motornya.
Rasanya dadaku akan meledak sekarang benar-benar di buat melayang oleh sikap manisnya Arkan sekarang.
__ADS_1
๐๐๐