
Sore itu hari Sabtu masih di bulan April aku segera membereskan buku pelajaran ku karena Arkan sudah bilang akan pulang bersamaku itupun karena Shanum hari itu tidak sekolah.
"Pulang sama Arkan?" Tanya Niana dan aku mengangguk. "Bagus deh. Btw sebenernya aku mau sesuatu sama kamu Din" kata Niana.
"Soal?"
"Soal kamu"
"Lah? Yaudah jadi mau nanya apa?"
"Enggak sekarang deh, aku harus cari-cari bukti yang valid dulu." Katanya.
"Diiiiih,ko aku kayak tersangka dan kamu penyidik nya yah, ada apa sih?"
"Hahaha nanti aja Minggu depan. Oh iya besok Lo jadi ikut sama keluarga Arkan?" Tanya Niana yang sudah tau tentang hal itu.
"Kek nya iya, soalnya agak Bt juga kalau harus diem aja di rumah. Kamu kan mau ke Bogor juga kan besok?"
"Iya sih, yaudah have fun yah di Bandung nya kalau gak mau pulang kamu tinggal ke bang Deris aja kan gampang"
"Ah enggak, kalau keluarga Arkan balik, aku juga ikut aja udah"
"Terserah deh, eh btw si Kevin malem telpon katanya emang bener mau ke Jakarta tapi aku bilang aku mau ke Bogor, dan dia bilang enggak apa-apa kan ada Dinta katanya" kata Niana sambil tersenyum penuh arti padaku.
"Oh iya, tapi apaan senyum-senyum gitu?"
"Hahaha enggak, tapi nanti kalau kamu sms-an sama dia bilang aja kamu mau ke Bandung, terus kalau udah pulang dari Bandung ya sempetin sehari lah buat sama dia, itung-itung ngewakilin gue, kasian soalnya"
"Gak janji gue, tapi kalau ada waktu si bisa-bisa aja." Jawabku.
"Ashhh Dinta mau pulang gak sih?" Tanya Arkan yang tiba-tiba ada dan berdiri di depan pintu.
"Eh, iya mau" jawabku.
"Ayo lama banget aku tungguin dari tadi juga."
"Iya iya" jawabku dan langsung membawa tas ku.
"Ann, duluan kita"
"Yooook, Ar" jawab Niana.
"Ann duluan, see you last week muach" kataku dan kami saling berpelukan dan saling melambaikan tangan.
"Dasar cewek" celoteh Arkan dan aku keluar berjalan bersama dengan Arkan menuju gerbang untuk pulang.
🍂🍂🍂
Malam itu sepertinya ayahku tidak pulang, tapi ibuku ada di kamarnya. Aku sudah meminta izin kepada Ayah soal ikut bersama keluarga Arkan dan Ayah mengizinkanku. Aku keluar dari kamar untuk meminta izin untuk keberangkatanku besok kepada ibu malam itu.
"Maaaah"panggilku dari depan pintu.
"Apa sayang? Masuk aja" katanya dan aku langsung masuk dan kudapati ibuku yang sedang berhadapan dengan laptopnya. "Ada apa?" Tanyanya tanpa melihat ke arahku.
"Dinta mau izin ke mamah" jawabku.
"Izin apa?"
"Mau ikut sama keluarga Arkan ke Bandung?" Kataku dan seketika dia langsung melihat ke arahku.
"Mau ngapain, jangan ah" katanya langsung dan itu membuat mood ku benar-benar hancur seketika.
"Yaudah terserah mamah" jawabku dan keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Aku berjalan dengan malas ke kamar lalu mengambil handphoneku dan ada 2 pesan masuk.
📩Kevin
Selamat malam Dinta :-)
Iya Kevin
📩 Kevin
Oh iya Din, besok saya jadi ke Jakarta.
Oh iya Vin, tapi maaf aku kayanya gak ada di Jakarta besok.
📩Kevin
Lah? Mau kemana?
Ke Bandung. Tapi senin aku pulang lagi si.
📩Kevin
Oh gitu. Yaaaah padahal saya ke Jakarta ini Dinta malah ke Bandung mana Niana malah ke Bogor juga lagi.
Senin juga pulang kali Vin.
📩Kevin
Hehe iya si.
Aku tidak ada niat untuk membalas pesan terakhir Kevin itu, aku jadi malas ikut kemana-mana setelah jawaban ibuku.
Dreeeddd.
Malem Ding dong, jangan lupa packing buat besok.
Malam kembali yah Arkan. Aku gak jadi ikut.
📩 Arkanmopq
Kenapa? Ibu kamu gak ngebolehin?
Iya_-
📩Arkanmopq
Yaudah biar aku yang izin. Tapi om gimana?
Gak usah lah Ar, aku juga jadi males. Kalo ayah si ngizinin
📩Arkanmopq
Yaaaaahhhhhh_-
Aku tidur yah.
📩Arkanmopq
Yaudah, selamat tidur Din.
Aku menyimpan handphone ku dan segera mengambil beberapa baju dan memasukannya ke tas, aku tidak peduli ibuku mengizinkan atau tidak toh aku tau jadwal Ibu besoknya adalah pergi ke solo.
Setelah selesai semua aku segera merebahkan tubuhku lalu tidur.
__ADS_1
Besoknya aku sudah bangun subuh-subuh dan membawa tas berisi pakaianku ke dapur.
"Neng Dinta mau kemana?" Tanya Bi Nani kebingungan.
"Bi Dinta mau ke Bandung sama keluarga Arkan. Mau nginep dua malem ayah udah ngizinin tapi mamah nggak, tapi nanti mamah bakal ke Solo urusan kerjaan. Bilangin Dinta joging atau apapun, dan hari berikutnya bilangin aja ke Niana atau gimana kek. Senin Dinta pulang" kataku nyerocos membuat Bi Nani hanya menganga melihatku.
"Ya ampun Neng, panjang banget, bibi sampe pusing dengernya"
"Hehe sorry Bi, jadi gimana? Bisa kan bantuin Dinta gitu?"
"Iya bisaaaa. Hati-hati yah"
"Iya Bi, makasih yah, ini Dinta mau ke rumah Arkan."
"Mau bibi bantuin gak?"
"Gak usah gak apa-apa, gak berat ko. Yaudah Dinta pamit yah Bi, dadaaah"
"Daaahh" jawab Bi Nani sambil mengikutiku keluar "hati-hati" katanya pelan dan aku mengacungkan jempolku.
Aku berjalan setengah berlari bukan karena takut tapi ingin cepat sampai saja. Sesampainya didepan rumah Arkan aku segera mengetuk pintu dan Kak Rahfa yang datang.
"Lah? Dinta?"
"Boleh masuk dulu nggak? Nanti Dinta jelasin ke kakak, tapi kakak jangan berisik." Kataku.
"Ni anak kenapa coba, yaudah ayo masuk" kata Kak Rahfa.
Aku tersenyum dan segera masuk Lulu duduk dan Kak Rahfa ikut duduk lalu aku mulai bercerita tentang aku yang tidak di izinkan.
"Ya ampun Dinta, ada-ada aja deh. Padahal Arkan tau kamu gak akan ikut tapi dia gak bilang tuh sama kakak" katanya.
"Gak tau deh pokonya" jawabku dengan senyum.
"Yaudah, kita kan brangkat jam 7 dan ini baru jam 5, jadi kamu ke kamar kakak aja dulu" katanya.
"Iya. Eh Tante mana?"
"Oh iya sampe lupa, ibu sama Ayah semalem pergi ke rumah temennya gitu, terus nginep tapi sekarang pulang katanya lagi di jalan juga"
"Oh gitu, yaudah" kataku.
"Ayo" ajak Kak Rahfa. Dan aku segera mengikuti kak Rahfa dan masuk ke kamarnya.
"Maaf yah Kak jam segini malah masuk ke rumah orang gini" kata Dinta.
"Santai aja kali Din." jawab Rahfa. "Oh iya Din, Shanum pacar Arkan?" tanya Rahfa tiba-tiba.
"hemh? emmh gak tau tuh kak" jawabku dengan senyuman.
"lho? kenapa gak tahu. kamu kan sahabat nya" jawab Rahfa.
"gak semuanya tahu juga kali Kak. Arkan juga punya privasi. tapi yang aku tahu Arkan suka sama Shanum. kenapa Kakak gak tanya aja langsung sama Arkan."
"Emmmh oh yah? tapi kayaknya enggak deh"
"Enggak apa?"
"Ah enggak enggak" jawab Kak Rahfa.
"eiyyy Kakak" jawabku.
🍂🍂🍂
__ADS_1