
Malam ini aku masih mengompres pipiku dengan es batu rasanya pipiku benar-benar masih terasa panas padahal satu jam pelajaran disekolah setelah kejadian aku hanya diam di UKS bersama Niana.
Niana sudah mengetahui semuanya, dan dia juga ikut emosi mendengar semuanya.
"Neng Dinta, ayo makan dulu" kata Bi Nani dari luar kamarku.
"Iya Bi sebentar" jawabku memang lumayan lapar perutku. Dan aku langsung saja keluar menuju meja makan.
"Neng, itu pipi kenapa merah gitu?" Tanya Bi Nani.
"Emang iya Bi?" Tanyaku sambil mengambil nasi.
"Iya. Neng di tampar yah?"
"Ko tau Bi?" Tanyaku masih santai.
"Jadi bener? Sama siapa? Ko bisa?" Tanya Bi Nani setengah panik.
"Biasa lah Bi, gak sengaja juga" jawabku asal.
"Aduh neng jangan punya masalah-masalah yah disekolah" katanya dan aku mengangguk lalu dia kembali ke dapur.
Malam itu orangtuaku belum juga pulang mungkin masih sibuk dengan kerjaannya di luar kota dan saking sibuknya tidak ada kabar sama sekali. Tapi sudahlah saat itu aku benar-benar tidak peduli memang lebih enak karena tidak ada yang bertengkar.
Setelah selesai makan aku kembali ke kamar lalu mengecek handphoneku.
Ada 3 pesan masuk, ada dari Niana yang menanyakan kabarku dan pipiku, bang Deris juga menanyakan keadaan rumah seperti biasa juga dan satu pesan lagi dari orang yang aku tunggu kabarnya itu dari Arkan.
📩 Arkanmopq
Din, lagi apa?
"Gak lagi ngapa-ngapain. Udah pulang?"
📩 Arkanmopq
Udah dari tadi sekitar pukul 6
"Oh iya, gimana? Lancar?"
📩 Arkanmopq
Lancar lancar
"Bilangin selamat dari aku buat ka Rahfa atas wisudanya"
📩 Arkanmopq
Oke deh
"Oh iya, besok berangkat aja, keknya aku gak sekolah"
📩 Arkanmopq
__ADS_1
Lah? Kenapa? Mau kemana?
"Gak kemana-mana"
📩 Arkanmopq
Kamu sakit?
"Nggak, mau bolos aja sehari besok"
📩 Arkanmopq
Aneh banget si, yaudah iya.
"Hehe iya gitu"
📩 Arkanmopq
Yaudah aku mau ngerjain tugas buat besok.
"Iya. Semangat 💪"
📩 Arkanmopq
Semangat kembali Din 😊
Aku menyimpan handphoneku dan memutuskan untuk tidak sekolah besok, bukan karena masih panas tapi pipiku lumayan putih dan bekas tamparan itu masih merah terlihat jelas.
🍁🍁🍁
Saat itu aku memakai masker agar pipiku tidak terlihat, lagian aku juga tidak ingin Arkan tau saat itu karena ya karena banyak hal. Rasanya aku kapok saja, dan tidak mau punya urusan lagi dengan Andi saat itu. Karena kalo sampai Arkan tau setidaknya Arkan pasti akan mendatangi Andi dan aku tidak mau itu semua terjadi.
"Lah? Katanya gak akan sekolah?" Tanya Arkan yang memberhentikan motornya di depanku.
"Gak jadi" jawabku sambil senyum di balik masker "tadinya iya gak akan sekolah tapi ada ulangan matematika gak bisa kalau aku harus nyusul sendiri belakangan" jelasku.
"Oh gitu. kamu sakit?" Tanyanya sambil mengecek suhu tubuhku dengan punggung tangannya yang diletakkan di dahi kemudian pindah ke leherku. Membuatku spot jantung saja heuuurrggghh. "Tapi normal, sakit apa? Sampe pake masker gitu?" Tanyanya lagi.
"Emmmmh cuma flu aja ko bisa, ini pake masker takut nular kan bahaya virusnya" jawabku dengan gelagapan karena pengaruh detak jantung yang tidak stabil.
"Udah minum obat?" Tanyanya dan aku mengangguk "yaudah ayo naik" katanya dan aku menurut lalu motor melaju.
Sampai disekolah seperti biasa aku ikut ke parkiran bersama Arkan dan motornya. Saat aku turun banyak orang yang melihat ke arahku lalu saling bisik mungkin karena beritanya sudah menyebar sejak kejadian kemarinnya, di tambah hari itu aku memakai masker karena memang pipiku merah.
"Ini ko berasa orang liatin kita terus yah" kata Arkan.
"Ah udah acuh aja lah, lagian bukan ke kita kali" jawabku dan Arkan mulai berjalan bersamaku.
Sepanjang aku berjalan ke koridor banyak orang yang juga ikut melihatku.
"Din" suara Niana dibelakangku.
"Pagi Din, Ar" sapanya setelah Niana didampingku.
__ADS_1
"Ann" sapa Arkan dan aku hanya mengacungkan tanganku pada Niana.
"Lo udah gakpp Din? Masih panas gak? Masih sakit gak? Itu jadi merah yah? Katanya Lo gak akan sekolah kenapa sekolah? Padahal Lo istirahat aja dulu" kata Niana panjang lebar membuatku nyengir karena Arkan jelas ada di sampingku.
"Kamu sakit apa si Din sebenarnya?" Tanya Arkan.
"O-oh gakpp, jadi emang semalem aga demam terus merah2 juga di pipi agak sedikit sakit juga terus flu juga lagi. Emmh yaudah Ar aku duluan yah sama Niana ko. Daaaah sampai ketemu jam istirahat" kataku lalu buru-buru pergi membawa Niana tanpa mempedulikan Arkan yang kebingungan memang.
"Lo gak cerita ke Arkan?" Tanya Niana.
"Aduuuhhhh Niana udah sssattt" kataku dan berjalan semakin cepat menuju kelas.
Sesampainya dikelas teman-teman kelasku menanyakan bagaimana kabarku dan kujawab tidak apa-apa.
🍁🍁🍁
Jam istirahat tiba semuanya pergi ke kantin kecuali aku yang hanya menitip makanan kepada Niana.
"Udah itu aja?" Tanya Niana sesaat setelah aku menyebutkan pesanan ku.
"Iya. Dan Ann kalo ada Arkan terus nanyain aku, bilangin aja aku masih harus mencatat atau ke perpus atau apa lah yang pasti jangan sampe dia curiga." Kataku
"Oke. Tapi percuma Dinta semua siswa di sekolah ini udah pada tau, Reno juga temen deketnya itu udah pasti tau."
"Ya juga si, tapi ah yasudahlah pokonya gitu saja yah kalo ketemu dia" kataku.
"Iya iya" jawab Niana lalu pergi.
Aku hanya diam dan memainkan permainan di handphoneku.
"Siang" kata seseorang didekat pintu kelasku. Itu Yoan.
"Iya?" Tanyaku.
"Boleh saya masuk kak?" Tanyanya dan aku mengangguk.
"Ada apa? Taekwondo?" Tanyaku.
"Oh bukan kak, saya mau minta maaf atas nama Andi atas kejadian kemarin. Saya juga benar-benar minta maaf karena walaupun begitu ini semua gara-gara saya" katanya sambil menunduk dengan suara bergetar.
"Santai aja Yoan, aku gakpp ko. Iya aku maafin" jawabku langsung.
"Pipi kakak gimana sekarang?"
"Udah gakpp dari kemarin juga cuma agak merah aja makanya ini pake masker, udah gakpp ko, lagian ini bukan salah kamu Yoan, dan aku ngelakuin ini bukan cuma karena kamu tapi karena keinginan aku sendiri, karena aku gak suka ada orang seperti Andi disekolah ini" kataku.
"Iya kak, intinya saya benar-benar minta maaf atas semua yang terjadi pada kakak karena ulah Andi saya juga berjan..."
"Dintaaa" tiba-tiba Niana datang dengan nafas tersengal-sengal.
"Ada apa si Ann? Kenapa sampe ngos ngosan gitu?" Tanyaku heran
"Itu Din hah hah Arkan berantem sama Andi di kantin gara-gara kejadian kamu kemarin" kata Dinta dan dengan cepat Yoan pergi kemudian disusul aku yang juga ikut berlari menuju kantin diikuti Niana dibelakang.
__ADS_1
🍁🍁🍁