
Pagi ini aku berangkat naik angkot, karena pagi-pagi sekali aku sudah mendapat pesan dari Arkan katanya tidak bisa berangkat bareng karena harus mengantar kak Rahfa ke kampusnya untuk bertemu teman-temannya dan mempersiapkan acara wisudanya karena saat itu aku tau Kak Rahfa akan segera Wisuda.
Setelah sampai disekolah aku berjalan melewati koridor dan bertemu segerombolan anak laki-laki yang ku tau itu anak laki-laki kelas XI IPS 4 dan jelas aku mengenal salah satu dari mereka ada Andi disana yang dua hari sebelumnya aku temui di toilet sedang mengancam seorang wanita.
Aku menatap dia dari atas sampai kaki diam-diam, memang agak berantakan si ni anak keliatan dari penampilannya fikirku saat itu. Lalu aku hanya acuh dan berjalan menuju kelas.
Sampai dikelas aku menemukan Arkan yang nangkring di depan kelasku. aku berhenti berjalan dan tersenyum melihat wajah lama yang berdiri di depan kelasku.
"Hey" sapanya setelah melihatku.
"Ngapain?" Tanyaku.
"Cek kamu sampe apa belum, ternyata baru sampe sekarang. Sama siapa kesini?" Tanyanya dan bukan menjawab aku hanya diam dengan perasaan yang melting parah. semanis itu Arkan dulu.
"Emh naik angkot" kataku cepat.
"Oh syukur deh, gak nangis kan?" Tanyanya.
"Enggak lah" jawabku.
"Oke deh, aku ke kelas. Semangat belajar Dinta" katanya dengan senyum manisnya.
"Kamu juga" jawabku dan dia pergi lalu aku masuk sambil senyum-senyum sendiri.
"Heh gila apa ini senyum-senyum sendiri." Kata Niana
"Oh Anna aku meleleh setengah mati" jawabku.
"Gara-gara Arkan?" Tanyanya.
Ah aku merasa **** saat itu, kenapa juga harus bilang meleleh padahal semua tau aku baru saja bertemu dengan Arkan barusan. Ngapain aku sembunyi-sembunyi soal perasaan aku sama Arkan kalo aku sendiri yang bongkar sama aja aku ini bunuh diri. Fikirku.
"Hah? Nggak lah bukan" jawabku.
"Terus kenapa?"
"Ditanya Pak Fathan" jawabku asal.
"Hah? Kamu ikut-ikutan alay juga kek anak-anak yang lain? Ya ampun Dinta sejak kapan? Jangan alay meskipun ganteng dia punya istri, jangan gitu pamali itu suami orang Din" cerocos Niana.
__ADS_1
"Ya ampun gue khilaf Ann, thanks udah ngingetin" jawabku datar.
"Iya sama-sama" jawab Niana dan aku hanya tersenyum samar.
Semua orang tau pak Fathan guru kimia itu ganteng masih muda dan memang idaman lah, tapi sayang udah punya istri dan aku menjawab itu bukan karena aku suka pak Fathan seperti anak-anak cewek yang lain itu hanya jawaban asalku, karena tau sendiri aku malah bertemu Andi and the gank tadi di koridor. Kalau bukan melontarkan alasan itu masa aku jawab gara-gara Arkan kan.
🍁🍁🍁
Sore ini aku ekskul taekwondo ku seperti biasanya. Sudah ada Arkan disana yang mengangkat tangannya ke arahku. Semuanya mulai pemanasan dengan sit up, peregangan kaki dan sebagainya.
"Din sini" kata Arkan.
"Apaan?"
"Pegangin kaki gue, mau sit up"
"Aelah masa harus di pegangin"
"Aturannya juga emang gitu ding dong udah buruan" katanya dan aku mulai memegang kakinya dan dengan berhitung dia mulai sit up.
Semua orang tau bagaimana gerakan sit up dan saat dia up secara tidak langsung wajahnya menghadapku yang berada dihadapannya memegangi kakinya.
Jantungku berdetak tidak normal lagi sekarang ditambah setiap dia up dia pasti akan tersenyum dengan manisnya. Hitungan baru sampai 15 masih ada 5 lagi dan itu terasa berat bagiku dan akhirnya sampai di hitungan 20.
"Kenapa? Kek kamu yang cape padahal aku yang sit up" katanya.
"Ya ya cape aku kan harus kuat pegang kaki kamu, kalo nggak kaki kamu bakalan gerak, kamu pikir itu gak pake tenaga" jawabku.
"Ah cuma segitu" cibirnya "ayo mau sit up gak? Aku yang pegangin"
"Ah nggak ah gak usah" jawabku dan langsung pergi menghampiri teman-teman wanitaku tidak kuat harus dekat-dekat bersama Arkan seperti itu, bahaya untuk kesehatan jantung aku sendiri.
Diakhir ekskul hari ini ada satu orang anggota yang pingsan dan kebetulan orang yang pingsan ada di sebelahku saat itu cewek tentunya. Aku ikut membawa dia ke UKS dan ku lihat-lihat sepertinya wanita yang pingsan ini wanita yang di ancam Andi di toilet, iya aku sangat yakin kalau dia adalah wanita yang sama pikirku saat itu.
Setelah aku membawa dia dan teman-teman yang lain ke UKS aku langsung pulang karena memang ada teman sekelasnya yang menemaninya.
"Din ayo" kata Arkan melihatku berjalan perlahan karena mengingat siapa nama anak itu.
"Iya bawel" kataku dan naik ke motor.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Pagi ini aku berjalan bersama Niana dari koridor menuju kelas. Aku berangkat bersama Arkan tapi setelah mengantarku sampai gerbang dia harus pergi lagi untuk menjemput Reno yang katanya motornya mogok di tengah jalan saat itu.
Aku berpapasan dengan beberapa siswi kelas X dan ada wanita yang pingsan kemarin saat ekskul taekwondo.
"Hey kamu" kataku spontan.
"Eh iya kak?"
"Kamu udah gakpp? Kemarin kamu pingsan kan?" Tanyaku karena sudah terlanjur menyapanya.
"Oh iya kak saya sudah baikan, saya memang sudah biasa seperti itu. Makasih kak katanya kakak ikut bawa saya ke UKS" katanya sopan
" Syukur deh, iya sama-sama" jawabku.
"Yasudah, duluan yah kak" katanya dan aku mengangguk.
"Kamu kenal dia juga?" Tanya Niana.
"Nggak, tapi dia memang junior di taekwondo, dan kemarin pingsan. Kenapa emang?" Tanyaku.
"Gakpp si, tapi emang rata-rata pada ngenal dia soalnya katanya dia pacarnya si Andi."
"Andi? XI IPS 4? Nama dia siapa?" Tanyaku pada Niana
"Iya, Yoan namanya anak X IPS 5. Btw kenapa antusias banget?"
"Emang kedengarannya gitu? Ah nggak B aja cuma kasian aja baik gitu mau ke si Andi-Andi itu soalnya aku juga tau si Andi yang mana" jawabku. Padahal memang benar aku antusias karena menyangkut apa yang aku lihat saat di toilet.
"Emang iya, anak-anak yang lain juga mikirnya gitu, bukan cuma kurang cakep si Andi tuh katanya pemake sekaligus pengedar" kata Niana.
"Oh yah? Narkoba maksudnya? Ko kamu tau Ann?" Tanyaku.
"Kamu aja yang kudet Dinta" jawabnya.
"Aku salut sama kamu Ann walaupun keliatannya kamu anak pendiam dan kutu buku tapi uptodate juga yah kamu sama gosip" kataku.
"Pujian apa hinaan tuh?" Tanya Niana.
__ADS_1
"Dua-duanya" jawabku nyengir dan dia hanya menyikut lenganku pelan lalu berjalan terlebih dahulu di ikuti aku yang tersenyum kemudian berfikir tentang kejadian di toilet dan kenyataan tentang Andi dan pacarnya yang bernama Yoan itu.
🍁🍁🍁