Dari Dinta

Dari Dinta
35


__ADS_3

Setelah waktunya tiba aku segera pergi ke Aula untuk menyaksikan acara Debat kelasku dengan kelas IPS untuk babak penyisihan pertama.


"Mau kemana mbak? Perlu di temani?" Tanya seseorang yang kulihat itu Arkan.


"Gak usah Mas saya bisa sendiri" jawabku.


"Mau nonton"


"Iya kan kelasku" jawabku.


"Siapa aja? Dari kelasmu?"


"Anna, Malik sama Shanum" jawabku.


"Oh yaudah aku juga mau nonton aja" katanya


"Gak latihan?" Tanyaku


"Udah ah bosen, debat tuh cuma soal pinter-pinter nya ngomong aja dan asal tau intinya." Jawabnya dan aku hanya mengangguk.


"Giliran kelasmu kapan?"


"Selang satu setelah kelas mu. Nonton yah"


"Berani bayar berapa?" Tanyaku dan dia hanya terkekeh.


"Mata duitan amat ni anak" katanya.


"Semangat yah" kataku dan dia mengangguk dengan senyumannya seperti biasa.


Kami terus berjalan lalu masuk dan duduk di tempat yang sudah di sediakan, sudah banyak orang di dalam yang sama-sama menyaksikan acara.


Acara di mulai dan tim dari kelasku memukau dengan sempurna. Dan penampilan Shanum sangat luar biasa karena memang tidak aneh dia lama tinggal di luar negeri


"Huuuuuhhhh kereeeeen" aku bertepuk tangan setelah pernyataan dari tim kelasku yang menurut logika ku benar.


"Ini teriak-teriak terus gak cape apa?" Kata Arkan.


"Nggk" jawabku.


"Giliran gini bisa teriak kenceng giliran di kasarin cowok diem aja. Katanya aja anak taekwondo tapi giliran ada yang macem-macem gak bisa lawan"


"Apaan si Ar, udah deh, lagian pas itu aku takut kan gak usah di bahas lah" ketusku.


"Yaudah yaudah iya maaf aku gak maksud bikin kamu inget lagi ko, aku minta maaf" katanya seperti merasa bersalah sekali padahal aku biasa saja saat itu.


"Iya" jawabku.


"Senyum dulu ke aku baru itu artinya di maafin" katanya dan aku senyum dengan tulus padanya juga dia membalas senyuman ku dengan manis.


Acara hampir selesai dan kelasku di nyatakan lolos ke babak selanjutnya. Aku ikut senang memeluk Anna dan Shanum sekaligus.


"Kalian luarrrrr biasa. Ice Malik good job" kataku dan semuanya tersenyum.


"Selamat yah kelasnya lanjut" kata Arkan.


"Thanks Ar, kelasmu kapan?" Tanya Niana


"Setelah tim ini selesai" kata Arkan.

__ADS_1


"Semangat yah" Shanum dan Arkan mengangguk dengan senyumannya.


Lalu semuanya berjalan pergi menuju kelasnya masing-masing.


"Eh Din, Ann gue mau kesana dulu. Ada urusan" kata Shanum


"Oh oke" jawab Niana dan kami saling melambaikan tangan.


Sampai akhirnya tiba giliran tim Arkan yang tanding. Aku, Niana dan Shanum hadir menonton dan seperti yang di harapkan Arkan tampil memukau layaknya Arkan yang biasanya, di sampingku Shanum dengan penuh semangat mendukung Arkan dan Arkan selalu melihat ke arahku tapi bukan ke arahku si sepertinya memang ke arah Shanum mungkin karena kami duduk berdampingan saat itu.


Acara selesai dan tim Arkan menang dari tim lawannya. Dan itu membuatku senang lalu setelah selama aku Shanum dan Niana memberikan ucapan selamat pada tim Arkan.


"Ann satu kata buat gue?" Tanya Arkan entah bertanya pada siapa.


"Good job Arkan Mahendra" kata Anma.


"Shanum?" Tanyanya


"Luar biasa" jawab Shanum


"Thanks you" jawab Arkan


"Dinta?" Tanyanya padaku dan aku hanya mengacungkan dua jempol tanganku dengan senyum yang ku anggap paling manis yang aku tunjukan pada Arkan.


"Iya aku udah tau" jawabnya sambil merekatkan lengannya ke leherku seperti mencekikku sebentar lalu melepaskannya dan kami tersenyum.


🍃🍃🍃


Hari kedua di acara debat kelasku kembali menang dan maju ke babak final melawan kelas Arkan.


"Waaaahhh gila kita harus ngelawan Arkan" kata Niana.


"Pasti bisa santai aja" kata Malik.


"Pokonya kita harus berusaha yang terbaik dan jadi juara" kata Shanum .


"Fightiiiiiinggg" kataku


"Fighting" jawab semuanya kecuali ice Malik itu.


Aku sudah sampai di aula bersama Witri dan rupanya karena ini Final banyak sekali yang menonton sampai rasanya sesak berada di Aula.


kulihat kedua tim sudah duduk di tempatnya masing-masing. Aku melihat tim Arkan dan tim kelasku. Beberapa kali Arkan dan Shanum saling senyum lalu mengangkat tangannya masing-masing tanda memberi semangat. Lalu kemudian Arkan melihat ku setelah melihat ke arah penonton dan tersenyum kepadaku aku balas tersenyum dan mengatakan semangat dengan isyarat kata-kata ku yang pelan membentuk kata semangat dan dia dengan cepat mengerti lalu tersenyum dan mengangguk pelan.


Acara debat mulai berlangsung masing-masing memberi Argumennya dengan Arkan sebagai tim pro dan tim dari kelasku yang kontra. Sorakan dan tepuk tangan selalu terdengar sampai akhirnya semuanya selesai dan pemenangnya akan di umumkan di akhir acara yang akan di laksanakan besoknya dimana aku juga akan tampil bersama Shanum nantinya.


"Good job all" kataku dan memeluk Niana juga Shanum "aku yakin kita yang menang" kataku


"Semogaaaaa" kata Shanum.


Lalu kami berjalan keluar dan bertemu Arkan.


"Eh ada musuh" kata Niana.


"Waaaaaaahhhh" Arkan yang menghampiri kami dengan Reno berlagak seperti tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Niana.


"Hahaha Anna Anna" kata Reno.


"Ren, menurut Lo siapa yang juara?" Tanya Niana

__ADS_1


"Jawaban solidaritas apa realita?" Tanya Reno


"Dua-duanya gue pengen denger" kataku memotong


"Solidaritas Arkan yang menang realita Keknya Tim Anna yang menang" jawab Reno


"Yes!" Kata Anna dan aku juga Shanum hanya tersenyum mendengarnya.


"Waaaahhh Lo sahabat siapa, dan anak kelas mana sebenernya" kata Arkan.


"Hahaha cuma prediksi gue." Kata Reno


"Ada-ada aja deh, mending sekarang ke kantin yuk? Aku yang traktir tapi makanannya aja nggak minuman soalnya kalau sama minumannya aku bangkrut" kata Shanum.


"Setujuuuuu" pekikku duluan.


"Ashhh Dinta emang gak bisa jaga Image kalau udah nyangkut makanan gratis" cibir Arkan dan aku tidak peduli lalu kami segera pergi ke kantin.


Di kantin kami memesan makanan kesukaan masing-masing bersama minumannya. Dan setelah semuanya datang ke meja kami semua mulai memakannya.


"Ar kelasmu besok nampilin apa?" Tanya Shanum.


"Aku gitar, Reni nyanyi" jawab Reno.


"Reni?"


"Teman kelas kita Shanum" jawab Arkan


"Ohhhh. Kembaran Ren?" Tanya Shanum


"Emang mirip?"


"Namanya"


"Kebetulan" jawab Reno dan kami tersenyum karena namanya jadi Reno Reni seperti kembar.


"Kelas kalian?" Tanya Reno.


"Shanum nyanyi Dinta Piano" kata Witri.


"Lagu?" Tanya Arkan.


"Rahasia lah" jawabku langsung


"Halah nanti juga di tampilkan sampe harus rahasia-rahasiaan segala" cibir Arkan.


"Ya makanya nanti aja nonton gak usah nanya sekarang" jawabku.


"Iya mau" jawabnya.


"Pokonya harus bener-bener Nonton karena persembahan dari kelas kami bakalan jadi penampilan yang paling sempurna dan bikin hati kalian tercabik-cabik karena semuanya sesuai dengan perasaan yang...." Kata-kata Niana tergantung saat mataku mulai memelototi nya karena aku tau arah pembicaraan Niana.


"...... sesuai dengan perasaan yang di rasakan masing-masing nanti pas hari H nya" ucap Niana langsung.


"Lebay Lo Ann, bawa-bawa perasaan segala" cibir Reno.


"Heh Lo liat aja yah besok. Lo juga bakalan nangis liatnya apalagi kalo seandainya Lo ngalamin apa yang di sampaikan lagunya" kata Niana.


"Haduh udah deh gak usah banyak ngomong ayo abisin makanannya kalo gak mau mending buat gue aja" kata Witri.

__ADS_1


"Euuuuhhh maen buat gue buat gue aja Lo" cibir Anna dan kami semua mulai melanjutkannya ritual mengisi perut kami dengan makanan gratis itu.


🍃🍃🍃


__ADS_2