
Sebelum aku masuk ku lihat mobil ayah tidak ada, aku menghembuskan nafas beratku merasa lelah dengan semua keadaan yang ada. Aku masuk dan kulihat Bi Nani pembantu dirumahku sedang membersihkan pecahan-pecahan vas bunga yang biasa ada dimeja.
"Berantem lagi Bi?" Tanyaku pada Bi Nani.
"Sudah, neng Dinta istirahat saja." Kata Bi Nani.
"Mamah dimana?" tanya ku.
"Ada di kamarnya" jawabnya.
"Ayah?"
"Bapak sudah pergi lagi" katanya.
Sudah kuduga itu memang selalu terjadi saat itu, kalau mobil ayah gak ada dan waktu udah malem paling mereka berantem.
Aku berjalan menuju kamarku dan mengganti bajuku dengan tatapan kosong lalu bersih-bersih dan memutuskan untuk tidur, rasanya benar-benar lelah harus tinggal di rumah dengan keadaan seperti neraka.
Aku mengambil handphoneku. Saat itu aku sudah mempunyai handphone walaupun kualitas nya jauh dari handphone sekarang. Aku mengetik sesuatu untuk dikirimkan kepada Bang Deris yang saat itu sedang kuliah di kampus negeri di Bandung.
📩"Bang Deris cepetan pulang deh, Dinta cape disini sendiri dengan keadaan kek gini"
Lalu kulempar handphone ku ke samping tempat tidurku dan memutuskan untuk tidur saja tanpa melakukan hal lain lagi. padahal tugas sekolah lumayan banyak walaupun sebagian besar hanya tugas menulis.
🍃🍃🍃
Pagi ini aku sudah siap sarapan, Ayah sepertinya memang tidak pulang sejak semalam. Aku duduk di sebrang ibuku yang sedang mengunyah sarapan paginya sambil melihat file kerjaannya.
"Pagi Din" katanya.
"Pagi mah" jawabku. Hanya itu kata-kata setiap pagi yang bisa ku dengar dari ibuku selebihnya ibuku sibuk dengan pekerjaannya.
"Biiiiii, tolong ambilkan jam tangan saya dikamar saya lupa" kata ibuku setengah teriak kepada Bi Nani.
Selang beberapa menit.
"Ini Bu" kata Bi Nani.
"Makasih Bi, Dinta sayang, mamah berangkat yah, kamu hati-hati. Berangkat sama Arkan kan?" Tanyanya dan aku mengangguk.
"Yaudah kalau gitu, mamah duluan yah" katanya mengusap kepalaku lalu pergi tanpa persetujuanku.
Aku menghembuskan nafas panjangku lalu segera pamit kepada Bi Nani dan pergi untuk menunggu Arkan didepan.
"Ayo" katanya yang sudah datang dengan RX-King nya yang sedikit berisik tapi itu memang ciri khasnya.
Motor melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan Jakarta di pagi hari. Banyak orang-orang yang akan bekerja yang juga ada dijalanan.
Seperti biasanya motor Arkan masuk ke tempat parkir dengan aku yang selalu turun di tempat parkir. Setiap harinya selalu begitu Arkan selalu menurunkanku di tempat parkir lalu kemudian berjalan bersamanya menuju kelas.
Kami berjalan melewati koridor bersama lalu dengan santai Arkan melewati kelasnya begitu saja. Arkan memang begitu dia terlalu manis jadi sahabatku saat itu, karena setiap paginya dia akan mengantarkanku sampai depan kelas padahal kelasnya sendiri letaknya ada sebelum kelasku.
"Belajar yang bener" katanya setelah sampai didepan kelasku. Begitulah seperti biasanya.
"Iya" jawabku.
__ADS_1
"Sampai ketemu di jam istirahat" katanya sambil melambaikan tangannya lalu pergi setelah melihatku tersenyum lalu mengangguk.
🍁🍁🍁
Jam istirahat tiba.semuanya berhamburan keluar menuju kantin termasuk aku dan Niana sahabat perempuanku sekaligus partner dudukku di segala cuaca.
"Din buruan" katanya.
"Iya bawel, ayo" kataku dan kami menuju kantin.
Sesampainya di kantin aku selalu melihat ke arah meja di pojokan yang sering ditempati Arkan dan teman-temannya tapi hari itu tidak kudapati Arkan disana.
Kemana tuh anak. Batinku
"Mau pesen apa?" Tanya Niana.
"Kek biasa lah, bakso kuah bening" jawabku dan Niana segera pergi untuk memesan.
Kulihat kembali ke arah meja yang di tempati Arkan tapi memang Arkan tidak ada dan kebetulan Reno hendak pergi dari kantin.
"Renooo" panggilku dan Reno menghampiri ku.
"Kenapa Din?" Tanyanya.
"Arkan mana?" Tanyaku.
"Dia izin pulang tadi" jawabnya.
"Lah? Kenapa? Sakit?"
"Oh gitu. SMS aja Din"
"Iya. Thanks yah Ren" kataku
"Oke Din, gue duluan yah" katanya dan aku mengangguk lalu dia pergi dan kemudian Niana datang dengan membawa makanan.
"Abis apa si Reno?" Tanya Niana.
"Aku nanyain Arkan" jawabku.
"Kenapa emang si Arkan?"
"Ya gakpp tapi tumben aja dia gak nyamperin minta jajan kek biasa. Ternyata dia izin pulang dari tadi."
"Lah? Kenapa? Sakit?"
"Belum tau" jawabku
"Yaudah makan aja lah makan" kata Niana.
🍁🍁🍁
Jam pulang sekolah, aku segera keluar gerbang untuk mencari ojeg atau apapun yang bisa membawaku pulang. Awalnya hari itu aku akan pulang bersama Niana tapi dia ada les mendadak.
Sesampainya di luar gerbang kulihat Arkan sudah stay di atas motornya dengan kaos santai tapi masih mengenakan celana abu-abu dan membawa tasnya.
__ADS_1
"Arkan" kataku menghampirinya
"Ayo pulang" katanya.
"Iya" jawabku dan naik ke motornya.
"Kamu dari mana? Kata Reno kamu izin. Kenapa?" Tanyaku di atas motor.
"Nanti aja ceritanya. Mampir warung basok yah aku laper"
"Iya" jawabku
Dan kami berhenti di depan sebuah kedai basok dipinggir jalan lalu Arkan memesan dua porsi.
"Bang dua, yang satu bakso nya aja" pesannya dan pesanan baksonya saja itu untukku.
Kami duduk sambil menunggu bakso yang kami pesan datang.
"Jadi kamu kenapa Izin?" Tanyaku.
"Gkpp" jawabnya.
"Masa?"
"Iya" jawabnya.
"Bohong" kataku.
"Nggak"
"Ya terus kenapa izin?"
"Lagi pengen aja" jawabnya sambil menggodaku.
"Arkan ih, kenapa izin? Ada apa?"
"Dinta ih, serius gakpp ada apa-apa" jawabnya.
"Kamu mau nakal lagi?"
"Apasih, nggak ih aku cuma keluar sebentar. Udahlah yang penting kamu kan tetep pulang bareng aku. Aku anterin gak harus ngeluarin uang buat ongkos" katanya santai tapi itu membuatku benar-benar jengkel sekarang.
"Ko kamu ngomongnya gitu? Aku bisa ko pulang sendiri, dan aku punya uang untuk itu tanpa perlu kamu jemput lagi tadi. Selama ini kamu ngerasa rugi aku tiap hari ikut?" Tanyaku.
2 mangkok basok datang di hadapanku.
"Ya bukan gitu maksudnya Dinta, duh salah ngomong yah aku. Maksud aku bukan ngemasalahin hal itu ta..."
"Aku cuma pengen tau kamu tadi kemana, itu doang, aku khawatir sama sahabat aku sendiri. Kamu sendiri yang bilang kalo ada apa-apa jangan dipendem sendiri. tapi malah ngomong yang lain-lain, yaudah kamu hitung uang bensin kamu berapa selama satu tahun lebih itu, kurangin hari Minggu, aku ganti nanti" kataku.
"Aduuuhhhh Dinta gak gitu ih ini malah ngambek gini. Gak gitu Dintaaaa yaudah aku jelasin jadi ta...."
"Udah gak usah, gak penting aku mau pulang aja" kataku dan pergi.
"Din... Dengerin dulu hey" katanya tapi aku tidak perduli saat itu aku bener-bener dibuat jengkel olehnya. Aku langsung menyetop angkot dan pulang sendiri.
__ADS_1
🍁🍁🍁