
Di perjalanan menuju tempat acara Kevin bersama teman-teman SMP-nya aku meminta untuk turun di depan sebuah minimarket hanya untuk membeli minum.
"Bentar yah" kataku
"Iya. Saya temenin nggak?" Tanyanya.
"Gak usah" jawabku dengan senyum dan keluar.
Aku berjalan lalu masuk dan langsung menuju tempat minuman.
"Nino" sapaku karena dia ada di sampingku.
"Eh hai Din, lah? Ngapain malem-malem gini di daerah sini? Sama siapa? Arkan?" Tanyanya.
"Lagi jalan sama temen, bukan sama Arkan. Kamu sendiri lagi apa di daerah sini?" Tanyaku.
"Oh gitu. Yaaa aku kan cowok berjiwa bebas jadi dimana-mana juga ada hahaha nggak sih mau ke rumah temen di daerah sini" jawabnya dengan senyum konyolnya. Karena memang daerah yang saat itu ku datangi lumayan jauh dari rumahku atau rumah Nino.
"Euuuuhhh ini yah manusia" omelku "btw mana Laras?" Tanyaku. Maksudnya pacarnya yang sempat dia kenalkan kepadaku dan Arkan.
"Ke laut" jawabnya.
"Lah? Maksudnya?" Tanyaku
"Udahan Dinta Udahan"
"Hahaha yang sabar Yaaah, ko bisa si udahan, kenapa?" Tanyanyaku.
"Ah sakit kalau harus di ceritain, tapi karena dia belum move on gitu jadi dia minta udahan dan gue rasa dia juga gak cocok sama gue dia wanita berjiwa bebas."
"Oh gituuu, padahal cocok sama-sama berjiwa bebas" ejekku.
"Heuuuuhhh gak mau ah. Btw beli apa aja? Terus sekarang mau kemana?" Tanyanya.
"Ini doang" jawabku sambil mengacungkan dua botol minuman "dan sekarang mau ke tempat temen juga" jawabku bohong karena tidak mau bertele-tele lama.
"Oke deh, sini biar aku bayarin" katanya
__ADS_1
"Waaaahhh makasih" jawabku senang lalu setelah itu aku segera keluar dan berpamitan dengan Nino.
Sesampainya di mobil Kevin menanyakan siapa yang mengantarku sampai depan dan kujawab temanku lalu kemudian kami melanjutkan perjalanan. Sekitar 10 menit mobil berhenti didepan sebuah tempat hiburan malam yang saat itu aku tidak bisa mengartikannya sebagai tempat hiburan malam dalam tanda kutip.
"Kesini?" Tanyaku.
"Iya. Kenapa? Kamu belum pernah ke tempat kaya gini?" Tanyanya.
"Pernah si, cuma kenapa juga ketemuannya harus di tempat kek gini" jawabku, aku memang pernah ke tempat climbing di ajak Sintya saat kelas 3 SMP dan waktu itu Arkan marah besar padaku.
"Kan aku cuma di ajak. Udah tenang aja Dinta walaupun mungkin di otak kamu ini tempat gak bener tapi semuanya akan baik-baik saja." Jawabnya dengan senyum dan aku mengangguk mengiyakan.
Kami segera masuk ke dalam. Suara musik sudah memenuhi telingaku banyak orang di dalam sama persis saat aku dan Sintya sebelumnya.
"Weeeeyyy Yo man, makin cakep aja Lo" sapa teman-teman nya kevin yang sudah duduk di meja besar dan isinya hanya laki-laki saja dan semuanya menyalami Kevin satu persatu dan aku hanya tersenyum.
"Duduk" kata Kevin kepadaku dan aku duduk di sampingnya.
"Btw siapa nih? Mojang Bandung?" Tanya laki-laki yang di panggil Omen oleh Kevin.
"Pinter Lo milih cewek" lanjut temannya yang lain.
"Kenali dong kenalin" ucap yang lain lagi. Kurang lebih ada 10 orang disana.
"Ah berisik Lo pada" cibir Kevin.
"Aku Dinta, temennya Kevin. Orang Jakarta bukan Bandung" kataku mengenalkan diri.
"Wiiiih anak Jakarta juga rupanya. Sekolah dimana?" Tanyanya
"SMA 3" jawabku
"Waaaaaaahhhh baru tau di SMA 3 ada yang bening gini" celetuk seseorang dan aku hanya tersenyum.
Musik ribut dengan orang-orang yang berjoged ria adalah sebuah keadaan yang tidak aku sukai. Sedikit jengah aku melihatnya dan merasa menyesal karena ikut Kevin ke tempat itu.
"Din, have fun yah" kata Kevin dan aku hanya mengangguk.
__ADS_1
"Dinta mau minum? Gakpp, kadar alkoholnya cuma 17% ko" kata teman Kevin yang lain
"Oh nggak, thanks" jawabku dengan urat yang menonjol di leher karena aku harus mengeluarkan suara yang keras.
Aku hanya duduk dengan minuman ber soda ku sambil melihat orang yang sibuk berjoged. Kulihat teman-teman Kevin juga ikut joged, sedangkan Kevin dan dua orang temannya berada di Pantry seperti sedang memesan minuman tapi kedua temannya terus menerus melihat ke arahku sampai akhirnya Kevin beranjak menghampiri ku setelah memukul kepala kedua temannya.
"Din? Mau minum ini?" Tawar Kevin.
"Nggak ah"
"Kenapa? Gak ada alkoholnya kali, aku juga nggak konsumsi yang kek gitu" katanya dan itu membuatku lega setidaknya aku aman bareng Kevin walaupun teman-temannya sepertinya kurang waras.
"Bukan karena itu tapi yaaaaaa ini juga masih ada" aku segera mengacungkan gelas ku yang masih ada minumannya setengah lagi.
"Oke deh" jawabnya dengan senyuman.
Aku dan Kevin hanya saling diam untuk beberapa menit sampai akhirnya Kevin dengan cepat mengambil handphone dari saku celananya, dia mengacungkan handphonenya kepadaku tanda dia akan mengangkat telpon dulu dan aku mengangguk lalu dia segera pergi keluar karena aku tau di dalam bising.
Aku segera mengambil handphoneku dan kudapati beberapa pesan dari Arkan dan Niana juga beberapa panggilan tak terjawab yang nampak di layar hpku.
"Ada apa si ni anak" aku bergumam sendiri di tengah kebisingan. Lalu segera mengetik sesuatu untuk membalas pesan Arkan yang isinya "Din dimana?" "Din?" "Din dimana si?" Dan serangakaian pertanyaan lainnya yang mengandung makna aku sedang di mana, lagi sama siapa, kapan pulang dan hati-hati.
Belum selesai aku mengetik tiba-tiba 2 teman Kevin datang lalu duduk di samping kanan dan kiri ku. Aku langsung menghentikan aktivitas mengetik ku dan cepat memasukan handphone ke tas.
"Kesitu yuk Din?" Ajak laki-laki di sebelah kiri ku menunjuk ke arah kerumunan orang yang berjoged.
"Nggak ah disini aja" jawabku dengan ramah.
"Ayolah Din masa sih datang kesini cuma ngelamun aja duduk" kata laki-laki yang sebelah Kanan.
Aku melihat keduanya dan sepertinya mereka minum minuman beralkohol, bau mulutnya saja sudah bau alkohol, dan cara bicaranya sudah seperti orang mabuk.
"Gkpp, gue happy ko walaupun cuma nonton" jawabku dan salah satu dari mereka senyum meremehkan.
"Ayolah Din, masa gak mau joged bareng gue" katanya merangkul pundakku dan itu adalah hal yang sangat aku tidak suka ku anggap itu sebagai pelecehan.
"Nggak gue gak mau" jawabku lagi sambil menyingkirkan tangannya yang merangkul ku.
__ADS_1
🍃🍃🍃